Jumat, 09 April 2010

PENGAWASAN DILAUT PERLU KOORDINASI


Rokan Hilir ( Riau )

Pengawasan laut merupakan tolok ukur keberhasilan kredibilitas dan kinerja untuk dinas perikanan yang selama ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Rokan Hilir. Mengingat selama ini banyak nya nelayan yang masuk diperairan Rohil yang tidak bisa terpantau karena luasnya perairan Rokan Hilir sampai kesemenanjung Malaysia seperti di Pulau Jemur.

Hal itu diakui Surya Alam yang menjabat sekretraris Dinas Perikanan. Menurutnya Dinas Perikanan hanya mempunyai kapasitas untuk mengawas bukannya menangkap nelayan asing yang masuk diperairan Rohil maupun nelayan yang menggunakan trawl. Saat ini yang berwewenang untuk menangkap adalah Airud dan Angkatan Laut kecuali tertangkap tangan.

Seandainya kita melakukan razia gabungan sudah tentu mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena anggaran dari Airud dan Angkatan laut untuk mengadakan razia gabungan tidak ada dan sudah tentu nanti dibebankan ke Dinas Perikanan dan karena Rohil mengalami defisit anggaran maka untuk saat ini kita harus bekerja sendiri. Saat ini jika dilihat tensi Dinas perikanan untuk melakukan pengawasan dilaut terjadi pengurangan yang cukup signifikan. Hal itu langsung dijawab oleh Surya Alam. ”Kalau razia seharusnya tidak satu hari dengan pergi pagi pulang sore, tapi harus bermalam dilaut kalau perlu dua atau tiga hari bermalam dipulau Jemur,” ujar Surya Alam menimpali tentang kinerja Dinas Perikanan yang akhir akhir melorot.

Memang diakui pada masa yang lalu sewaktu Kadis Perikanan Amrizal Amp masih menjabat, Dinas Perikanan rutin melakukan razia dengan melibatkan Airud dan Angkatan Laut dan sering membuahkan hasil. Hasil tangkapan berupa Pukat harimau dan nelayan asing yang menangkap ikan tanpa dokumen resmi langsung ditahan untuk diproses sehingga waktu itu prestasi Dinas Perikanan sempat mencuat naik sehingga mengurangi degradasi penjarahan ikan diperairan Rohil. Hal itu bisa terlaksana karena anggaran Dinas Perikanan waktu itu mencapai 25% hanya untuk kepentingan pengawasan dilaut.

”Saat ini kami telah membuat program Dinas Perikanan kedepan dengan berbagai langkah yang akan mempersempit ruang gerak para penjarah ikan dari Nelayan asing luar negeri maupun nelayan dari luar Rohil,” Kata Surya dengan antusias tanpa menjelaskan secara rinci programnya tsb. Dalam programnya teragenda secara rapi tentang tekhnik pengawasan, kapasitas Kapal Pengawas dan personil yang terjun dengan tingkat SDM yang memadai. ”semua itu perlu waktu dan akan kita lihat saja nanti untuk tahun 2010 ini,” kata Surya Alam yang dikenal orang sebagai mantan pemain Volley. ( Aam )

Rabu, 03 Maret 2010

PROGRAM DINAS KESEHATAN BANYAK DIPANGKAS


Rokan Hilir (Riau)

Program rutin dinas kesehatan untuk 2010 menyangkut masalah imunisasi, jamkesmas ( Jaminan Kesehatan Masyarakat ) , dan pelayanan masyarakat miskin mengalami pengurangan. Padahal kedepan rencana ditahun 2010 Dinas kesehatan akan mencoba memperbaharui peralatan medis yang dirasakan mendesak untuk kepentingan masyarakat khususnya Puskesmas yang ada dipedesaan.

"khusus untuk puskesmas non peralatan medis direncanakan tahun ini pasien langsung dirawat disana,"ujar Kadis Kesehatan dr Junneidi pada hari rabu (24/2) dimeja kerjanya.

Adanya laporan dari masyarakat bahwa masih ada Pustu merawat pasien dengan beralaskan tikar langsung ditanggapi serius oleh Junaidi. Ia baru saja mendengarnya karena ada yang melapor. Ia mengeluh karena menurutnya dari desakan Pemerintah Pusat berdasarkan UU No 36 thn 2009 ttg anggaran kesehatan minimal harus 10% dari APBD namun untuk tahun ini belum bisa terealisasi karena diakibatkan terjadinya defisit anggaran APBD Rohil untuk tahun 2010

Selain program yang menyangkut masalah pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan juga melakukan pembenahan skill dengan membuat diklat pegawai serta penguasaan peralatan medis yang anggarannya masuk dalam belanja rutin untuk tahun anggaran 2010.

Harapan Dinas Kesehatan untuk memberikan obat paten bagi masyarakat juga belum bisa terealisasi untuk tahun ini dan buat sementara masih menggunakan obat generik. Saat disinggung masalah program imunisasi posyandu yang akhir akhir ini tensinya berkurang dr Junneidi berkomentar bahwa sebenarnya Posyandu merupakan milik masyarakat dan bukannya milik Dinas kesehatan

Pengadaan susu, roti untuk para balita kurang mampu yang pernah dibantu tahun lalu namun untuk tahun ini belum bisa terpenuhi juga menyangkut masalah minimnya anggaran Dinas Kesehatan. ”usulan untuk biskuit, susu bayi gratis juga dipangkas oleh Bappeda,” ujar Dr Junneidi. ” kemungkinan skala prioritas dibuat oleh Badan Perencanaan Daerah tidak sinkron dengan rencana Dinas Kesehatan, padahal gizi anak sangat diperlukan mengingat tingkat pertumbuhan otak anak balita ditentukan dari asupan gizi yang mencukupi dari umur 0 s/d 2 tahun,” ujar dr Junneidi mengeluh. (aam)

MINAT BACA MASYARAKAT KURANG


Rokan Hilir ( Riau )

Sejak dibukanya Perpustakaan Umum di Rokan Hilir yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui kantor Perpustakaan dan Arsip sesuai dengan UU Perpustakaan No 43 tahun 2007 bahwa perpustakaan sudah harus ada disetiap Kabupaten/Kota dan Provinsi sejak 2 tahun UU tersebut di Undangkan.

Sesuai dengan konsepnya perpustakan merupakan tempat kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan dan pusat sumber belajar masyarakat. Berdasarkan surat edaran dari Bupati Rokan hilir no 481.3/PK/015 tanggal 25 januari 2010 perihal sumbangan buku untuk koleksi perpustakaan yang diperuntukkan bagi PNS eselon II sebanyak 3 buah buku, eselon III sebanyak 2 buah buku, staf PNS sebanyak 1 buah buku. hal tersebut dilakukan bertujuan untuk menambah buku yang ada diperpustakaan daerah Rohil.

”Buat sementara pelayanan perpustakaan yang ada cuma baca ditempat serta jasa fotocopy,” Ujar Amrin Kasi Perpustakaan pada rabu (24/2) saat ia sedang mencatat katalog buku yang akan dipajang di rak buku. Menurutnya Kantor Perpustakaan sudah melakukan pembinaan dan mengembangkan kompetensi, profesionalitas pustakawan, dan tenaga teknis perpustakaan untuk melayani kebutuhan pengunjung. ”tinggal pelaksanaan hingga menunggu selesai pencatatan dan penataan,” ujar Amrin menambahkan.

Disamping itu pemerintah provinsi Riau juga memberikan bantuan sebanyak 1500 eks dengan 5 eks perjudul. Adapun koleksi perpustakaan di Rokan Hilir terdiri dari geografi. biografi. ensiklopedi, kamus bahasa. Pada tahun anggaran 2009 yang lalu juga ditambah dengan proyek pengadaan buku berjumlah 1000 buku yang terdiri dari buku hukum dan perundangan, seni dan budaya, sejarah, pertanian perikanan dan bidang pendidikan


Buku yang dibeli dan dipesan merupakan inisiatif Kantor Arsip dan Perpustakaan bukannya dari permintaan pembaca. Namun tidak terlepas dari jumlah komunitas pengunjung dilihat dari tingkat pendidikan masyarakat yang setara SMU. Itu dilihat banyaknya buku SMU yang dipajang di rak buku. Saat ini jumlah pengunjung yang datang keperpustakaan belum bisa didata karena perlengkapan seperti buku tamu untuk pengunjung yang datang belum disediakan. Juga untuk fasilitas peminjam belum bisa dilayani karena masih dibuat katalog dan pendaftaran.

Menurut Amrin minat baca masyarakat Bagansiapiapi sangat rendah. Itu dilihat sepinya pengunjung dan kadang kadang yang datang cuma melihat lihat. Upaya untuk menggalakkan promosi gemar membaca dan memanfaatkan perpustakaan telah dilakukan dan usaha untuk menarik minat baca masyarakat melalui pemerintah kota Pekanbaru telah meminjamkan satu unit mobil pustaka keliling dengan memberikan masa uji coba selama 2 tahun. apabila terlihat bagus dan lancar serta punya nilai dan bermanfaat maka mobil tersebut akan dihibahkan buat pemda Rohil, namun apabila tidak bermanfaat akan ditarik kembali. rutenya direncanakan didalam kota dan disekolah sekolah.

Untuk meningkatan kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan maka tahun anggaran 2009 yang lalu Pemda telah mengganggarkan dana 300 juta untuk menambah koleksi buku diperpustakaan, namun pada tahun 2010 telah mengalami penurunan budget sebesar 200 juta. Menurut Amrin hal itu diakibatkan defisitnya APBD Rokan Hilir sehingga tidak bisa memenuhi jumlah koleksi buku diperpustakaan Rokan Hilir yang sekarang kantornya masih kontrak dengan ruangan berukuran 4 x 10 m yang rencananya pada tahun akan datang dibuat gedung megah dikomplek perkantoran batu 6 ( Aam )

CAP GO MEH DIMERIAHKAN PAWAI MINIATUR


Rokan Hilir ( Riau )

Perayaan Cap Go Meh di Bagansiapiapi mempunyai daya pikat tersendiri bagi masyarakat ethnish tionghoa yang ingin merayakannya. karena kepercayaan tentang peruntungan shio masih kental bagi masyarakat ethnis tiong hoa bagi yang memiliki dunia usaha.

Disaat hari sin cia itu sendiri, peringatan diisi dengan kegiatan mengunjungi sanak keluarga yang dituakan serta keluarga dan kerabat untuk saling memberi hormat disertai acara pemberian angpau. akhir dari semua rangkaian sin cia ini ditutup dengan upacara cap go meh yang jatuh pada hari ke 15 bulan 1 imlek.

Cap goh me yang jatuh pada hari minggu (29/2) mewakilinya adalah shio macan. pengaruh lima elemen (wu xing)yang menyertai tahun macan 2561/2010 kali ini adalah elemen logam positif disektor langit (tian gan/thian kan),kayu positif disektor bumi(di zi/ti ce). perpaduan dari kedua unsur langit dan bumi tersebut menghasilkan satu unsur perubahan yakni unsur kayu. Berarti Tahun Imlek 2561/2010 ini berada dibawah pengaruh kekuasaan sang macan kayu.

Tahun ini seperti tahun sebelumnya perayaan cap go meh dirayakan cukup meriah di Bagansiapapi. tingkat hunian hotel meningkat sehari sebelum perayaan. pada waktu sorenya para ethnis tiong hoa melakukan ritual sembahyang dengan membakar kertas sembahyang. malamnya ratusan balon gas terbang diangkasa yang dilepas oleh puluhan orang etnish tiong hoa didepan kelenteng tertua di Kota Bagansiapapi.

Lampion yang dilepaskan keudara adalah semacam bentuk harapan dan permintaan rezeki yang lebih baik untuk tahun ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai cap go meh yang diikuti dari beberapa suku dan marga dengan utusan 2 sampai 3 orang. dari 23 peserta yang dipertandingkan 7 minitur diantaranya diikuti oleh kelenteng Lo Cia Hong, Pak Khit Tua, Marga sad eka, ho tong king, RT 20 kel bagan barat, Po siu san, Kwan te tuah dan marga ong, acara ini juga turut dimeriahkan oleh kelompok marching Band yayasan perguruan wahidin, perguruan methodist dan Yayasan bintang laut. Tidak lupa pula sebagai tuan rumah, Awi aliong memfasilitasi tamu tamu yang datang dari singapura, Malaysia, Thailand dan Taiwan yang juga turut hadir dalam perayaan tersebut.

Menurut ketua panitia acara Jonathan atau yang bisa akrab dipanggil Si He bahwa pertandingan pawai miniatur ini akan mendapat hadiah langsung dari Bupati Rohil. Adapun tropi diberikan untuk kategori perlombaan miniatur bagi juara pertama akan diberikan piala plus bonus uang Rp 10 juta. Pesta Kembang Api semalam suntuk menandakan bahwa kaum ethnis tionghoa tidak tidur sampai menjelang pagi karena malam tersebut digunakan untuk mencari jodoh. (aam)

PEMATANG SIKEK JADI KAMPUNG PERCONTOHAN

Rokan Hilir (Riau)

"Setiap penghulu harus mempunyai pondasi untuk menjamin kebutuhan hidupnya," ujar H. Hatta Ismail (62) yang menjabat sebagai penghulu Pematang Sikek yang sekarang mempunyai usaha toko bangunan dan toko pakaian. "seharusnya penghulu jangan hanya tahu menjual lahan masyarakat saja," tambah hatta.

Hal itu disampaikan ketika bertemu penghulu Pematang Sikek H. Hatta Ismail dirumah kediamannya pada hari minggu(13/2) yang merangkap jadi kantor. Tenaga yang bertugas di kantor kepenghuluan Pematang Sikek rata rata merupakan tamatan sarjana. "Kadang saya menasehati mereka mengingat tamatan sarjana jarang mengenal praktek dan pergaulan dimasyarakat," kenang Hatta yang sudah dianggap masyarakat sebagai seorang penasehat dikampung tersebut.

Sebelum menjadi penghulu ia menjabat sebagai ketua RT selama 15 tahun dan kala itu daerah ini masih merupakan hutan belukar.Kampung ini dahulunya pernah menjadi tempat pertempuran antara cina dengan melayu dan PRRI. sebagai anak ke 9 dari saudara kandung yang berjumlah 10 orang ia dikenal orang sebagai sosok yang tidak kenal lelah.

Kampung Pematang Sikek mulai dibuka arealnya untuk lahan menanam padi sejak tahun 1989. semula pemilik tanah adalah orang penduduk asli. rata rata mereka menjualnya kepada perantauan dari jawa tengah. kemudian tanah tersebut disulap menjadi areal persawahan yang indah sejauh mata memandang.

kampung ini juga pernah dilakukan panen raya yang dihadiri Bupati serta Pemda Rohil. kampung pematang sikek pernah mendapat penghargaan yang diberikan oleh presiden SBY sebagai kampung percontohan ketahanan pangan. lahan yang ditanam padi oleh kelompok tani aman seluas 450 ha.

H. Hatta juga pernah mendapat penghargaan dari Dinas pertanian karena menemukan cara merobah bibit lokal menjadi bibit unggul dengan umur lebih panjang 7 bulan. jumlah penduduk kampung pematang sikek berjumlah 2064 jiwa dan hampir 90% bermata pencaharian sebagai petani. rata rata tiap Kepala keluarga minimal mempunyai 2 ha kebun sawit dan juga ladang padi

PERAYAAN IMLEK DIMERIAHKAN PESTA KEMBANG API DAN LAMPION


Rokan Hilir (Riau)

Sebelum perayaan Imlek yang ke 2561, arus mudik untuk jurusan domestik dari Bagansiapiapi kepenipahan dan pulau halang dengan menggunakan speed boat mengalami penurunan. hal itu tampak terlihat sepinya penumpang dipelabuhan Bagansiapiapi pada H-1.

Menurut keterangan petugas pelabuhan (Pelindo) tidak ada penambahan yang signifikan terjadi tahun ini. karena penambahan penumpang hanya mengalami kenaikan sebesar 15% maka tidak ada penambahan armada.

harga tiket juga tidak mengalami kenaikan untuk tujuan Bagansiapiapi ke penipahan yang dipatok berkisar 79 ribu/orang dimana sudah termasuk boarding pass dan Asuransi Kecelakaan

Bupati beserta jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga ikut memeriahkan acara imlek pada malam harinya. Para tokoh masyarakat etnish tiong hoa sangat berterima kasih atas peran serta Pemda Rohil untuk ikut mendukung perayaan imlek tahun ini. pada sambutannya Bupati mempunyai rencana akan mengadakan pertandingan pawai malam cap goh meh dan akan diberikan hadiah sebesar 15 Juta untuk pemenang pertama pada pawai tersebut.

untuk selanjutnya Bupati juga akan mengundang mentri pariwisata dan menko kesra untuk memeriahkan acara Bakar Tongkang dan lomba sampan kotak seperti tahun dulu yang dihadiri oleh Ketua Bappenas, Paskah Suzetta.

setelah sambutannya acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong secara simbolis untuk menyambut perayaan imlek yang dilakukan oleh Ketua Multi Marga Jonathan dan Bupati Rokan Hilir disertai dengan pesta Kembang Api, lampion dan permainan Barongsai.

GANTI RUGI TANAH SUDAH SESUAI KETENTUAN


“ Terkait Tanah Yang Melintasi Pembangunan Jembatan Pedamaran”

Rokan Hilir ( Riau )

Pada hari rabu (17/2) jam 12.30 Wib bertempat dirumah Irus batu 8 RT 3 Dusun Sepakat labuhan tangga hilir telah diadakan musyawarah dalam rangka rencana pembebasan tanah milik warga labuhan tangga kecil oleh Bupati Rokan Hilir dipinggiran sungai Rokan batu 8 menuju jembatan pedamaran lebih kurang 300 m

Adapun penyampaian Bupati yang diwakilkan oleh Tokoh masyarakat Thamrin Ys, M Kamil dan hasanuddin dihadapan warga labuhan tangga kecil dicapailah kesepakatan mengenai ganti rugi pembebasan lahan yang ditaksir sekitar 300 meter dengan jumlah pemilik tanah sebanyak 48 orang. selain itu ada beberapa poin mengenai permasalahan ganti rugi yakni menyangkut kompensasi atas tanah sebesar Rp 35.000/meter. selain itu rumah masyarakat sebanyak 28 unit yang terkena pembebebasan lahan akan diganti pemda dengan bangunan baru dan dilengkapi dengan pembangunan mushalla dan rumah sekolah dasar untuk 6 RKB.

Pembayaran atas ganti rugi tersebut akan dilakukan sebulan setelah pengesahan APBD 2010. atas dasar itu masyarakat sangat berterima kasih kepada Bupati Rohil dan menganggap hal itu sudah sesuai dengan kehendak mereka serta salah satu tindakan yang perlu dicontoh karena tujuan pembangunan jembatan pedamaran juga merupakan salah satu bentuk inisiatif Bupati untuk membuka akses jalur darat dalam membangun daerah yang terisolir.

Menurut Aminuddin ketua GWI Rohil, masyarakat hendaknya mendukung semua program pembangunan yang telah dicanangkan Bupati Rohil. untuk masalah ganti rugi yang tidak sesuai dengan harapan hendaknya dirembuk bersama bukannya dengan membuat perbuatan yang anarkhi atapun sabotase. hal senada juga diutarakan oleh Bupati LIRA Rohil, alimin bahwa untuk membuka akses dan membangun daerah sudah tentu banyak benturan benturan yang terjadi. namun pembangunan itu bukannya untuk Bupati sudah tentu yang menikmati jembatan pedamaran yang indah melintasi sungai Rokan sudah tentu anak cucu kita nanti. "ke Pasir limau kapas dan kekubu tidak susah lagi menggunakan speed tapi sudah bisa dengan trasportasi darat" ujar alimin menuturkan

Jumat, 12 Februari 2010

PEMDA ROHIL DESAK DBH MIGAS DIBAYAR LUNAS


”Ada Sekitar 400 M Yang Masih Harus Dibayar”

Segala hutang Dana Bagi Hasil Migas dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah daerah harus dibayar 100%. hal itu menjadi pembahasan dalam Pleno Badan Anggaran DPR RI. Hutang DBH Migas harus dialokasikan pada APBNP 2010. demikian disampaikan Bupati Rokan Hilir melalui Kadispenda Rohil, H.Hasrial,SE salah satu peserta rapat Pleno di Jakarta kemarin saat ditemui diruang kerjanya pada hari senin (8/2).

DBH yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah daerah bagi daerah penghasil minyak sampai saat ini tidak memuaskan hati pemerintah daerah khususnya Kab Rokan Hilir. hal itu berkaitan dengan program yang telah dicanangkan oleh Pemda rohil mengalami defisit. hal itu yang menyebabkan Pemeritah Daerah Rokan Hilir bertemu dengan Kepala Badan Penganggaran RI pada sidang Pleno di Jakarta kemarin. Berkaitan dengan itu Pemerintah daerah Rokan Hilir mengharapkan kepada Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan hutang Pemerintah daerah sesegera mungkin mengingat program yang sedang berjalan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Menurut Hasrial,SE, dari hasil pertemuan dengan Pemerintah Pusat berkaitan dengan dana bagi hasil Migas, dihasilkan ada sekitar 400 M lebih kekurangan yang harus dibayarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Penetapan Menteri Keuangan ke Pemerintah Daerah Rokan Hilir. Pemda Rohil menginginkan kekurangan tersebut harus dibayar lunas bukan dengan cara mencicil.

Rapat Pleno DPR RI yang dihadiri oleh Bupati, Gurbenur seluruh Indonesia juga berasal dari Surabaya, Kalimantan Timur, Maluku, Sulawesi, Riau dan daerah penghasil migas lainnya yang dilaksanakan di Jakarta kemarin pada hari Rabu (3/2) selama satu hari dimulai pada jam 9 pagi berakhir jam 12 siang.

Khusus untuk Kabupaten Rokan Hilir berdasarkan Penetapan Menteri Keuangan No 167/PMK.07/2009 untuk Dana Bagi Hasil Migas tahun 2009 adalah sebesar Rp 819.262.503.000. sedangkan realisasi DBH Minyak dan Gas tahun 2009 sebesar Rp 600.748.725.675. maka jumlah kurang salur Dana Bagi Hasil Migas tahun 2009 sebesar 212.513.777.325. sedangkan Pada tahun anggaran 2008 DBH Migas kurang salur sebesar Rp 243.559.647.803

Permasalahan kekurangan tersebut juga disampaikan pada masing masing Kabupaten dan Kota dan kepada masing masing perwakilan melalui Kepala Badan Penganggaran DPR RI pada sidang pleno dan harapan mereka hutang dari kurang salur tersebut harus dibiayai pada APBNP 2010.

Ditempat terpisah sesuai dengan komentar Menkeu Sri Mulyani tahun 2009 sejumlah daerah berpotensi menerima penurunan dana bagi hasil (DBH) migas sebagai dampak rendahnya harga minyak mentah Indonesia (ICP). Harga minyak yang sempat menyentuh level tertinggi dalam sejarah, US$ 140 per barel, sejak krisis turun di kisaran US$ 40.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan beberapa daerah yang akan mengalami penurunan alokasi DBH antara lain Riau, Kalimantan Timur, Naggroe Aceh Darussalam, dan Papua Barat. ( Aam)

VIHARA BUDHA SASANA MEMBERI SANTUNAN MENYAMBUT IMLEK 2561


Rokan Hilir (Riau)

Dalam rangka merayakan perayaan imlek 2561 Vihara Budha Sasana mengadakan kegiatan penyaluran bantuan khusus untuk masyarakat ethnis tionghoa tidak mampu yang berdomisili di Bagansiapiapi.

Acara yang dilaksanakan diruang aula Vihara pada hari minggu (7/2) dihadiri oleh seluruh pengurus vihara dan masyarakat etnish tionghoa tidak mampu yang dianggap layak diberi bantuan.

Bantuan ini ditujukan untuk menekan angka kejahatan dan mendidik generasi muda masyarakat tionghoa agar lebih peduli dengan lingkungan dan masyarakatnya yang membutuhkan bantuan," ujar Siswaja Muljadi (41) yang menjabat sebagai ketua Pengurus Vihara Budha Sasana "Bantuan ini layaknya seperti umat islam dalam memberikan sumbangsih pada keluarga yang tidak mampu pada hari hari besar," ujar ketua Panitia Bing Lie menambahkan.

Keluarga tidak mampu yang terdaftar diberi bantuan oleh Yayasan Vihara Budha sasana berjumlah 688 KK. bantuan tersebut disalurkan dengan cara menyerahkan kupon dan kemudian ditukar dengan barang berupa Beras 10 Kg, Minyak goreng 1 Kg, Indomie 1 kotak beserta kue kering dalam bungkusan. semuanya berjumlah 688 Paket.

Bantuan diserahkan oleh petugas berseragam dengan cara berdiri mengantri. menurut Siswaja bantuan tersebut murni berasal dari Pengurus yayasan Vihara Budha Sasana yang berdomisili di Bagansiapiapi, Bandung dan di Jakarta. Menurut Guna Raharja yang bertindak sebagai pembina yayasan mengatakan bahwa bantuan yang diberikan untuk menyambut perayaan imlek ini bukan tidak mungkin akan diberikan juga pada hari hari besar tionghoa lainnya. Siswaja menerangkan bahwa sebagai pengurus baru vihara Budha Sasana, mereka mencoba memberikan kontribusi utnuk masyarakat tionghoa yang miskin dan dalam kesulitan dengan cara memberikan memberikan bantuan (aam)

PEMBANGUNAN FISIK SMAN3 BANGKO TERBENGKALAI


Bagansiapiapi

Proyek pembangunan SMAN3 Bangko yang menggunakan dana APBD Rokan Hilir tahun 2007 melalui Pos Anggaran Pembangunan Rumah Sekolah di Dinas Pendidikan yang dikerjakan oleh Kontraktor sampai sekarang belum diselesaikan pengerjaannya.

Hal itu disampaikan oleh staf pengajar disekolah tersebut. "inilah sekolah kami Pak,"ujar guru tersebut pada hari kamis (4/2) sambil membawa kami melihat kondisi sekolah . dalam bangunan tersebut terdapat ruangan untuk majlis Guru berukuran 4 x 4 m berdinding papan yang ditempati sebanyak 26 orang Guru dan Tata Usaha Sekolah. "itupun dari hasil swadaya masyarakat disini Pak,"kata guru menjawab
keberadaan kantor tersebut.

Selain kantor majlis Guru, bangunan ruang kelas Belajar untuk siswa pun kondisinya sangat memprihatinkan. dibangunan tersebut tidak ada pintu dan jendela. Kayu bangunan tersebut tampak keropos dimakan rayap.

Menurut salah satu sumber dari Dinas Pendidikan dana pembangunan proyek tersebut masih tersisa 30%. Pembangunan sekolah tidak dilanjutkan oleh Kontraktor tersebut karena dinilai sudah mengalami kerugian. "permasalahan ini belum bisa ditindaklanjuti mengingat mutasi Kepala Dinas Pendidikan tempo hari"ujar staf dinas pendidikan. Akhir akhir ini beliau ( Plt Kepala Dinas Pendidikan :red) Khairul Azam sibuk berada dilapangan,"ujar staf tersebut menambahkan.

Para Guru tersebut cuma berharap semoga pembangunan sekolah SMAN 3 Bangko bisa segera diselesaikan mengingat tidak lama lagi Siswa akan mengadakan Ujian Nasional. (amrial)

JAWABAN BUPATI ATAS PANDANGAN UMUM FRAKSI FRAKSI TENTANG RAPBD


Rokan Hilir Sidik

Dalam forum paripurna ke 3 yang dihadiri 38 dari 42 anggota DPRD Rokan Hilir Senin pagi (1/2) agenda jawaban Bupati Rohil atas pandangan umum fraksi fraksi DPRD Rokan Hilir tentang rancangan anggaran dan Belanja kabupaten Rokan Hilir dibuka oleh Ketua DPRD Nasrudin Hasan.

Pelaksanaan rapat paripurna dimulai pukul 09.00 pagi. Dalam rapat tidak ada interupsi dikarenakan program yang telah disusun Bupati dan DPRD sesuai dengan harapan masyarakat Rokan Hilir.

Dalam laporannya, Bupati Rokan Hilir menggambarkan jawaban yang disampaikan terhadap pertanyaan dari semua fraksi. Dijelaskan oleh Bupati tentang pembangunan mesjid di kecamatan tidak semua dari Pemda, ada juga bantuan dari masyarakat misalnya Mesjid al ikhlas, dan mesjid raya sedinginan malahan tenaga penjaga mesjid dipekerjakan sebagai tenaga honor.

Mengenai Pembangunan stadion olahraga bagan batu belum difungsikan karena letaknya sangat jauh dari pemukiman penduduk. tahun ini gedung tersebut akan dioptimalkan penggunaannya.

Pembentukan Badan Perwakilan Kepenghuluan sekarang ini masih mengacu pada Perda No 14 tahun 2001. sesuai dengan Permendagri No 64 tahun 1999 yaitu anggota BPK dipilih secara langsung oleh masyarakat. Dengan terbitnya PP No 72 tahun 2005, BPK bukan lagi Badan Perwakilan Kepenghuluan tapi berubah menjadi Badan Permusyawatan Kepenghuluan dan tidak dipilih oleh rakyat tapi dibentuk oleh kepala desa melalui permusyawaratan kepenghuluan dan tidak bertugas sebagai kepala desa.

Bupati telah memberhentikan kepala Desa dan camat penjual tanah dengan modus operandi menjual SKT. Ada 6 kepala desa dan 2 orang camat yang sudah dipenjarakan.

Menjawab dari pandangan umum dari fraksi kebangsaan Nasional mengenai untuk perkebunan masyarakat miskin tidak bisa terlaksana karena tanah yang ada Rokan Hilir banyak dibeli orang luar. tahun 2009 direncanakan 2400 Ha, namun saat mau direalisasikan ternyata tanah yang dialokasikan tersebut SKT dikeluarkan oleh kepala desa yang berada di mandau Kab Bengkalis.

Kesepakatan antara PT Jatim dan PT Chevron untuk membangun jalan Poros yang rusak merupakan solusi karena tidak mungkin sepenuhnya dibebankan di APBD Rohil.

Pos Bantuan Sosial dan dana hibah sudah transparan penggunaannya. Untuk bantuan mesjid melalui Pos tersendiri dan sudah dipertanggungjawabkan kepada BPK. Pendistribusian pembangunan diperlukan skala prioritas dikarenakan didaerah terisolir merupakan prioritas utama karna merupakan daerah basis penyelundupan dan tingkat kematian yang tinggi karena kecelakaan kapal tenggelam seperti yang terjadi dipasir limau kapas dan sinaboi. Menurut Bupati pembangunan fisik sangat dibutuhkan karena aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan harus ditampung

Menjawab pandangan umum dari fraksi KMS mengenai Sewa Ruko untuk kantor hanya bersifat sementara karena kantor dinas sudah disiapkan dan dibangun di batu 4. Saat ini sudah 6 dinas sudah dipindahkan kebatu 4. Pembangunan mess dan musium perlu dtingkatkan karena prospek pariwisata sangat berpengaruh pada keberadaan dua tempat tersebut. Pembangunan jembatan kubu yang dianggarkan 52 M bisa terealisasi setelah siap jembatan pedamaran. Pembangunan jalan datuk kancil tergantung dari persetujuan masyarakat tempatan karena Bupati sangat mendukung program tersebut.

Dalam upaya peningkatan pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan Pemerintah akan mengoptimalkan tenaga yang ada didinas tersebut. Keterlambatan pembuatan KTP bukan saja karena faktor Pegawainya, tapi orang luar Rohil yang berdomisili baru satu bulan sudah mendesak untuk membuat KTP dan sudah menyalahi prosedur peraturan pemerintah.

Dukungan anggota DPRD tentang pembangunan tempat rekreasi Water Bomb mendapat perhatian Bupati Rohil. Beliau akan berusaha untuk sharing dengan mengudang investor untuk membangun tempat tersebut.

Diakhir penyampaiannya Bupati berharap agar pertemuan ini merupakan momentum bagi peningkatan kebersamaan. Sinergi yang terjadi, sangat diharapkan menjadi lebih baik dan lebih erat di waktu-waktu mendatang. Terhadap saran, pendapat dan usul penyempurnaan merupakan pertimbangan untuk didiskusikan pada pembahasan antara Pemerintah dan DPRD untuk menyempurnakan RAPBD 2010 ( Amrial )

PANDANGAN FRAKSI DPRD ATAS RAPBD 2010


Rokan Hilir Sidik

Rapat Paripurna DPRD Rokan Hilir pada hari Sabtu (23/1) tentang persiapan penetapan RAPBD 2010 dihadiri oleh 32 dari 42 Orang anggota DPRD Rokan Hilir Setda Rohil, Asmirin Usman yang mewakili Bupati, kepala Dinas

Jumlah RAPBD Rokan Hilir untuk tahun 2010 sebesar 1,421 T telah mengalami defisit sebesar Rp 87,287.840.240. dibandingkan tahun lalu. pengurangan itu terjadi untuk Pos perimbangan Dana Alokasi Umum dari pemerintah pusat ke pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk bagi hasil minyak akibat krisis global multidimensi yang terjadi akhir2 ini di Indonesia.

Untuk mengawali paripurna penetapan anggaran belanja daerah sebelumnya dilaksanakan pandangan dari masing masing fraksi. Fraksi KNS yang wakili oleh syarifuddin menyatakan bahwa permasalahan batas wilayah di Rokan Hilir harus segera dituntaskan dan jangan sampai berlarut2 disamping itu alat perlengkapan DPRD juga harus diperhatikan mengingat kinerja DPRD akan berpengaruh dengan kelengkapan sarana dan prasarana.

Permasalahan lain yang disampaikan oleh fraksi KNS menyangkut tentang Pemekaran daerah Kec Bagan Sinembah dan Pembentukan Badan Pengawas Kepenghuluan.

Dalam pandangan umum yang dilakukan oleh fraksi Golkar plus yang diwakili oleh Bakhtiar SH yakni antara lain berorientasi dibidang pendidikan antara lain pembangunan SMP persiapan negeri pasir limau kapas yang saat ini masih menumpang di tempat lain. selain itu pemerintah diharapkan juga membuat Pengadaan kerapu untuk daerah pesisir dan terisolir. Peningkatan kebudayaan main2 ethnis untuk daya tarik pariwisata

Pandangan umum dari Fraksi Bintang Kemanusiaan antara lain Buruknya pelayanan di Dinas Kependudukan menjadi sorotan Peningkatan SDM dan Aparatur Pemerintah. Sekolah IPDN menjadi tolok ukur keberhasilan dan harus didukung.



Rencana pembangunan Lapangan terbang di Bangko Pusako Pembangunan resetlement Perkebunan rakyat menjadi perhatian dan harus diambil tindakan bagi pemilik penyerobotan lahan oleh Kab Rokan Hulu dan Kec Labuhan Batu. Bantuan untuk petani ikan dalam pembibitan

Pandangan umum dari fraksi demokrat disampaikan oleh Juanda Junit,SH ia menekankan kepada aparat dinas terkait untuk lebih memperhatikan pembangunan Jalan yang dibangun sepanjang 7 Km. Jembatan tiang yang menghubungkan beberapa desa untuk mengangkut hasil rakyat diantarnya jembatan sungai pinang yang menghasilkan gabah rakyat harus menjadi prioritas utama sepanjang 32 M. Jembatan Datuk Rambe Teluk Nilap untuk org bayar niat sepanjang 24 M diKubu dan pengadaan ambulan baru untuk puskesmas.

Amansyah fraksi kebangsaan Nasional sejahtera. menyampaikan Pengurangan angka kemiskinan yang diprogramkan oleh Bupati harus menjadi perhatian dan perlu dukungan. Ia menganggap selama ini Bupati sudah berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dan itu perlu ditingkatkan.

Pandangan umum dari fraksi KMS yang diwakili oleh Abu Khoiri menyikapi tentang Pemilihan secara langsung oleh masyarakat untuk jabatan penghulu. Kemudian dibidang pembangunan areal perkantoran harus peruntukannya fungsinya. Mendukung pembangunan Water Bomb sebagai tempat rekreasi dan kalau perlu sharing dengan investor serta meningkatkan etos kerja aparatur pemerintah harus diprioritaskan. ( Amrial )

TRUK PT JATIM JAYA PERKASA MERUSAK JALAN


Kubu Riau Pesisir


Anggota legislatif Rokan Hilir ( Rohil ) dari Partai Golkar, Darwis syam mengungkapkan, sebagian jalan didaerah Kecamatan Kubu rusak diakibatkan lalulalang truk sawit yang melebihi tonase. Kerusakan jalan tersebut terjadi antara lain diruas jalur tengah Jalan Poros Kubu.

Atas kejadian tersebut, Bupati Rokan Hilir, Annas Maamun melalui kadis Perhubungan, Muchtar Lutfi, mengatakan PT Jatim Jaya Perkasa telah didesak oleh Pemkab Rohil untuk mengganti kerugian atas kerusakan jalan itu senilai 43 M dan saat ini belum ditentukan kapan akan direalisasikan proyek tersebut.

Menurutnya, mengenai kerusakan jalan tersebut pihaknya telah berkordinasi dengan Kapolres untuk menertibkan mobil truk yang tidak sesuai dengan kondisi jalan diRokan Hilir terutama yang melebihi tonase.

Pantauan dilapangan menyebutkan, kerusakan yang paling parah terjadi sepanjang 5 Km sebelum wilayah Kubu, jika arah simpang poros, diruas tersebut banyak dibukan usaha untuk manuver kendaraan berat mengangkut buah sawit. "Truk truk milik perusahaan tersebut begitu mengangkut buah sawit langsung turun kejalan semua, sementara drainase disisi jalan nggak ada. kondisi ini berakibat kerusakan parah, ketika air mengalir langsung kejalan," ujar salah satu warga di Kubu, belum lama ini.


Diruas jalan poros Kubu setiap harinya memang mudah dijumpai truk truk pengangkut buah sawit, milik perusahaan Jatim Jaya Perkasa, yakni salah satu perusahaan pabrik kelapa sawit. menurut warga, truk tersebut tidak pernah diketahui berat muatannya, karena diruas tersebut tidak ada jembatan timbang sama sekali.

Sementara kepala dinas perhubungan, Mukhtar Lutfi mengakui, tidak adanya jembatan timbang membuat mobil truk pengangkut hasil kebun sawit dengan muatan berlebih leluasa merusak jalan. Selain itu menurut Lutfi banyak truk dengan nomor polisi berasa dari luar propinsi Riau beroperasi diRokan Hilir . Padahal truk truk tersebut memiliki ketentuan muatan yang jauh diperbolehkan diRiau. "Banyak sekali truk dengan nomor Polisi Sumut yang bersumbu tiga dengan muatan 10 Ton beroperasi di Rokan Hilir. Padahal ketentuan di Sumut hanya boleh mengangkut muatan maksimal 8 Ton kata Lutfi.

Selain kerusakan akibat truk sawit dengan muatan melebihi ketentuan, kerusakan jalan wilayah Kubu juga diakibatkan mencuci mobil yang tidak memperhatikan drainase. Air dari pencucian mobil langsung dibuang kejalan, sementara jalur tersebut dilewati truk truk dengan muatan besar. "Jelas kondisi jalan rusak parah. kami terus terang tak bisa berbuat apa apa karena memang wewenang pemerintah daerah,"katanya. ( Amrial )

POLSEK BANGKO GIATKAN RAZIA RUTIN DAN PATROLI


Bagansiapiapi Media Bangsa

Satuan lalu lintas Polsek Bangko kembali gelar razia rutin yang pada hari kamis (4/2) yang dipusatkan didepan kantor Polsek Bangko Bagansiapiapi. razia rutin tersebut dikomandoi oleh Aiptu Syamsudin. Razia rutin ini digiatkan untuk memeriksa kelengkapan berkendara dikota Bagansiapiapi. Terutama dijalan jalan persimpangan yang dianggap rawan pelanggaran ketertiban berkendaraan dan berlalu lintas.

Kegiatan razia rutin ini telah digelar sejak hari kamis (4/2) kemarin sekitar pukul 13.00 wib dijalan Perwira persimpangan Kantor Polsek Bangko dengan hasil sebanyak 12 kenderaan yang tejaring. Kapolsek Bangko AKP Jose Fernandez Rokan Hilir melalui satlantas Aiptu Syamsudin kepada Riau Pesisir (04/02) mengungkapkan bahwa razia rutin terhadap ketertiban berkenderaan dalam berlalu lintas tersebut direncanakan akan dilakukan rutin setiap hari selama sebulan.

“ Razia rutin yang rencananya akan kita lakukan setiap hari ini dalam rangka untuk menertibkan kembali ketertiban dalam berlalu lintas dikota Bagansiapiapi yang belakangan ini terlihat mulai diabaikan oleh para pengendara kenderaan, Sehingga tampak kembali ketidakaturan dalam berlalu lintas itu, seperti tidak memiliki SIM atau STNK dan terutama sekali pada ketidaklengkapan kelengkapan kenderaannya seperti kaca spion dan helm, itu sering tidak diperhatikan lagi.” Papar Syamsudin.

Masih menurut Aiptu Syamsuddin, terhadap rencana batas waktu kegiatan razia rutin setiap harinya tidak musti hanya terpaku sebulan itu saja, jika hasilnya tidak menunjukan kemaksimalan dalam sebulan itu nantinya, besar kemungkinan dilakukan terus sampai hasil menunjukan kemaksimalan pada ketertiban tersebut.

“ Rencana selama sebulan ini hanya sebatas percobaan saja. Jika hasilnya belum maksimal akan kita lakukan sampai betul-betul maksimal. Oleh itu selain ketertiban melalui razia ini, telah dilakukan juga ketertiban melalui Patroli yang sifatnya kasat mata. Dimana Tim Patroli itu dibentuk secara beregu, satu regunya terdiri dari empat personil pada dua kenderaannya. Kinerjanya melakukan patroli rutin setiap harinya keberbagai ruas jalan-jalan untuk melakukan penertiban, pengarahan dan penindakan langsung terhadap pelanggaran yang ditemui dalam patrolinya.” Tambahnya

Karena banyaknya Kecelakaan lalu lintas yang terjadi akhir akhir ini di Rokan Hilir sehingga menimbulkan korban serta banyaknya pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas membuat Satlantas Polsek Bangko melakukan razia rutin secara intensif (Amrial)

POLSEK BANGKO GAGALKAN PENJUALAN SOLAR ILEGAL


”Pelaku Kabur Saat Razia”

Bagansiapiapi Sidik


Penjualan 450 liter solar ilegal atau 15 dirigen yang diangkut gerobak tarik menggunakan honda dari SPBU Km 4 menuju kearah kota Bagansiapiapi yang belum tahu arah tujuannya karena tertangkap ditengah jalan berhasil digagalkan oleh jajaran Polsek Bangko, Bagansiapiapi.

Awalnya kasus itu terbongkar pada hari selasa (26/01) sekitar pukul 11,30 saat anggota reserse yang sedang berpatroli mencurigai adanya gerobak yang berisi muatan solar menuju arah kota tanpa diketahui arah tujuannya. Kecurigaan aparat bertambah ketika sang pelaku kabur meninggalkan bawaannya ketika aparat datang mendekati.

Menurut Kapolsek Bangko, AKP Jose Fernandez, menyebutkan tersangka buronan bisa dijerat dengan pasal 55 huruf b dan d UU RI No 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman enam tahun atau denda 200 juta rupiah.

Saat ini Barang bukti berupa honda tanpa Nopol beserta gerobak dan dirigen yang berisi solar berukuran 30 liter berjumlah 15 buah disita oleh aparat kepolisian sebagai barang bukti .

Hal senada juga pernah diucapkan oleh Bupati Rokan Hilir sewaktu memberikan jawaban atas pandangan umum masing masing fraksi tentang pembahasan RAPBD tahun 2010, beliau menjawab tanggapan DPRD tentang kinerja BUMD yang akhir akhir merosot karena kasus penjualan solar dan antrian panjang SPBU kerena kelangkaan minyak. Bupati juga telah memberhentikan Petugas pengisi BBM di SPBU yang ketahuan menjual solar tanpa seizin karena menjual diatas harga standar kepada pemilik diregen dimalam hari.

Sebelumnya Kepala BUMD, Marzuki AR juga telah membuat surat edaran supaya pembeli minyak menggunakan dirigen dibatasi jumlahnya. Hal itu dipicu karena Marzuki menegur pembeli minyak yang menggunakan dirigen dipagi hari. Hal itu akan membuat antrian panjang dan membuat pegawai yang Mau kekantor untuk mengisi minyak di SPBU jadi terlambat. Karena ditegur salah satu pengisi minyak dirigen malah menghardik Marzuki. Menurut sumber menyebutkan bahwa orang yang menghardik Marzuki tidak mengetahui bahwa yang dihardik adalah ketua BUMD.

Namun surat edaran hanya kertas biasa yang tidak dipedulikan oleh penjual minyak dirigen yang mengais keuntungan dari selisih hasil penjualan yang sangat menggiurkan. ( Amrial )

TABRAKAN MAUT, AYAH DAN ANAK TEWAS DITEMPAT


"Hindari Jalan Berlubang"

Labuhan Tangga Kecil Riau Pesisir

Nasib naas menimpa Padno (40) dan Putri (6) yang notabene ayah dan anak, Kedua korban pengendara sepeda motor ini tidak terselamatkan lagi sesaat setelah mengalami insiden kecelakaan lalulintas, selasa (02/2), sekitar pukul 13,00 WIB.

Tabrakan maut yang merenggut nyawa anak beranak ini terjadi dijalan lintas Labuhan Tangga Kecil. keduanya tewas ditempat. Sementara itu, Pengendara lainnya, yakni sepasang muda mudi dinyatakan kritis dan langsung dilarikan kerumah sakit Umum Bagansiapiapi dan rumah sakit Pekanbaru. Informasi yang dihimpun menyebutkan, motor yang dikendarai sepasang muda mudi yang saat ini belum diketahui identitasnya melaju kencang menabrak korban hingga jatuh terpental sejauh 6 meter.

Menurut saksi mata kecelakaan itu terjadi karena motor yang ditunggangi sepasang muda mudi tersebut mencoba menghindari lubang yang menganga dibahu jalan sehingga pengendara itu hilang keseimbangan dan menabrak motor Padno yang sedang membawa istri dan dua anaknya. Korban yang bersimbah darah langsung dibawa kerumah sakit.

Sedangkan sepeda motor No Pol BM 3872 PE yang dikendarai Padno dan dua anak istrinya beserta kendaraan sepasang muda mudi No Pol 5562 PQ tersebut langsung dibawa ke Polsek Bangko. Sejak berita ini diturunkan kondisi kedua pengendara tersebut masih kritis dan belum bisa dimintai keterangan oleh Aparat Kepolisian (Amrial)

Jumat, 29 Januari 2010

BANK BTPN SIAP RANGKUL USAHAWAN


”Ada Sekitar 1432 UKM di Rokan Hilir”

Bagansiapiapi

Bank BTPN yang sudah beroperasi sejak tahun 1950 sampai sekarang telah membuka cabang di Bagansiapiapi. sampai saat ini jaringan yang telah terbentuk sebanyak 412 Jaringan diseluruh Indonesia, dengan 4500 karyawan serta merekrut sebanyak 600 ribu nasabah.

Kualifikasi BTPN yang merupakan Bank Publik sejak maret 2008 dan sahamnya yang telah tercatat di perdagangkan di bursa efek Indonesia merupakan mitra bisnis PT Taspen, PT Jamsostek, PT Pos Indonesia serta beberapa Dana Pensiun BUMN dan Departemen Pemerintah .

Grand opening Bank BTPN KCP Bagansiapiapi pada hari Selasa (19/01) yang bertempat di Jalan Perniagaan dihadiri oleh Kadis Perindag, H.Wan Ahmad Sayiful, Camat Bangko, Ramli Harofie. SH, Kadis UKM, Tarmizi, para pengusaha lokal, calon Nasabah, dan staf Dinas Kab Rokan Hilir.

Dalam sambutannya, camat Bangko menyatakan bahwa dengan dibukanya Bank BTPN maka secara tidak langsung masyarakat Kec Bangko khususnya akan terbantu dari sisi permodalan, mengingat rata rata usaha kecil minim akan capital dan pengetahuan tentang usaha.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemotongan pita secara simbolis yang dilaksanakan oleh Kepala Dinas Perindag, H. Wan Ahmad Syaiful dan. Istrinya, setelah itu para tamu dipersilakan memasuki areal loby Bank BTPN. Para karyawan tampak sibuk memberikan presentasi kepada tamu dan calon nasabah tentang produk dan fasilitas yang diberikan Bank BTPN KCP Bagansiapiapi.

Menurut Sunaryo salah satu staf yang menjabat sebagai Area Bisnis leader untuk daerah dumai bahwa hasil portofolio keuangan BTPN pada akhir bulan September 2008 total asset (aktiva) BTPN sebesar 13,8 T, Simpanan.nasabah berjumlah 11,8 T, Pinjaman nasabah berjumlah 10,1 T, total modal (equitas) berjumlah 1,5 T dan laba bersih berjumlah 323 M dan BTPN merupakan 10 Bank terbesar untuk kinerja keuangan terbaik.

Penghargaan yang pernah diperoleh BTPN antara lain sebagai Bank terbaik 2008 selama 8 kali berturut turut untuk kategori modal 100 m -10 T, Bank terbaik 2008 no 12 dari 50 Best Bank menurut majalah investor, Bank berkategori sangat bagus 2008 dari asian banking finance institut perbanas dan Bank Paling efisien 2008 ( Banking Eficiency Award) dari bisnis Indonesia.

Sunaryo juga mengatakan bahwa fasilitas yang diberikan BTPN antara lain berupa pinjaman plus dengan proses pinjaman mudah dan cepat sedangkan plafon pinjaman hingga 500 juta dengan otomatis pinjaman isi ulang dimana cicilan fleksibel dimasa sulit disesuaikan dengan analisa bank. Apabila Nasabah meninggal dunia, pinjaman yang dipinjamnya dahulu dianggap lunas. Para nasabah juga dipermudah dengan tabungan antar jemput dengan cara menabung dan tarik tunai ditempat usaha nasabah berada ditambah dengan diberikan program pelatihan, seminar peluang usaha baru berkala, adapun program pelatihan berupa pembukuan sederhana, simulasi pengaturan stok, temu pengusaha sukses.

Para tamu undangan tampak antusias mendengar penjelasan yang diberikan oleh para karyawan Bank. Menurut Sunaryo, BTPN memberikan fasilitas yakni Paket Skunder terdiri atas tiga paket salah satunya paket pinjaman tanpa agunan. ”setiap Nasabah mendapat paket itu, ia berhak mendapatkan pelatihan” kata sunaryo menjelaskan. Bank BTPN yang dikhusukan untuk pengusaha mikro siap menjaring dan menarik nasabah di Kec Bangko dan sekitarnya. Menurut dari data yang diperoleh Bank BTPN, ada sekitar 1423 usaha kecil mikro yang tersebar di Kab Rokan Hilir. Potensi itu yang dilihat sebagai suatu objek yang menjadi perhatian mereka untuk memberikan pinjaman sekaligus pelatihan bagi usahawan yang masih awam dalam pembukuan. ( Amrial )

HEARING PT TMP ANTARA DINAS DAN TOKOH MASYARAKAT

Bagansiapiapi

PT TMP ( Tunggal Mitra ) dan Lahan Tani Sakti, yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit melakukan hearing dengan dengan masyarakat dan Dinas terkait yang dilaksanakan pada hari jumat (8/1) bertempat dihotel lion Bagansiapiapi.

Dalam acara hearing yang diadakan dihotel Lion turut pula hadir beberapa institusi dan praktisi dari berbagai elemen seperti Kepala Balai Besar Konservasi Sumbar Daya Alam Propinsi, BPDAS Propinsi, Badan Lingkungan Hidup Propinsi, Dinas Pertanian dan Perkebunan Rohil, Dinas kehutanan Rohil, Bappedalda Rohil, Camat, Penghulu Se Kecamatan Pujud, tokoh masyarakat, dan Team HCVA dan SIA CV. Polito Jakarta dan PSD Minamas Pekanbaru.

Acara ini digelar buat pertama kali sejak perusahaan ini beroperasi di Kabupaten Rokan Hilir. " Acara ini sangat bagus dilakukan karena merupakan tindakan peduli lingkungan yang dilakukan oleh PT. TMP," ujar Yunadi SE yang menjabat sebagai penghulu Siarang arang dimana perusahaan cabang TMP beroperasi.

Dalam presentasinya dihadapan peserta Pihak Manager Perusahaan mengharapkan supaya perusahaan lain yang berdekatan dengan aliran sungai (DAS) juga harus melakukan hearing untuk menyerap aspirasi dan mengakomodir kepentingan masyarakat, karena aturan hukum sudah mengikat kepada perusahaan tersebut dalam menjalankan operasinya.

Dalam sesi tanya jawab, rata rata peserta menyatakan keluhan dan mempertanyakan komitmen perusahaan untuk melakukan kontribusi terhadap lingkungan maupun kondisi masyarakat tempatan disekitar areal perusahaan tersebut. "jangan sampai kami berbuat anarkhi kepada perusahaan untuk menanggapi aspirasi kami," ujar salah satu Peserta yang mewakili masyarakat didaerahnya yang juga mempertanyakan kepada pihak Perusahaan menyangkut keberadaan perusahaan tersebut. diantaranya menyangkut masalah kondisi masyarakat, perhatian kepada lingkungan hidup disekitar perusahaan, dan kondisi jalan yang rusak.

Pihak perusahaan merespon bahwa mereka bukan cuma menanggapi permasalahan tentang Konservasi yang dikeluhkan masyarakat, disamping itu pihak perusahaan juga akan menurunkan tim untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Camat Pujud, Cicik Mawardi AM.p menekankan kepada PT TMP supaya setelah selesai hearing, mereka harus crosschek kelapangan untuk melihat kondisi yang terjadi dimasyarakat." jangan cuma sekadar teori dan harus dibuktikan dengan menurunkan tim yang sudah ditunjuk oleh perusahaan," tutur Cicik penuh harap.

Dinas Perkebunan Rohil yang diwakili Syukri juga mengharapkan agar perusahaan PT.TMP memperhatikan dan memberikan kontribusi terhadap ekosistem yang hampir punah, dengan cara merehabiltasi lagi lahan dan ekosistem flora dan fauna.

Dalam kesempatan itu salah satu praktisi yang hadir menekankan kepada perusahaan bahwa acara hearing ini jangan dijadikan sebagai ajang untuk mencari sertifikat dari Badan Internasional untuk mendapat pengakuan sebagai perusahaan yang peduli lingkungan, tapi harus diaplikasikan dengan menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sesuai dengan UU perkebunan dan UU kehutanan.

Semua keluhan yang disampaikan dari peserta rapat yang dilaksanakan pada hari itu, hanya dicatat dalam notulen sebagai masukan bagi perusahaan untuk ditindaklanjuti dan tidak bisa diuraikan dan dijelaskan secara mendetail karena alasan waktu (Amrial)

Minggu, 17 Januari 2010

ROKAN BIRD CLUB


”Ajang Kompetisi Kicau Burung”

Rokan Hilir
Bagi penggemar kicau burung mungkin inilah event yang paling tepat untuk mencoba adu kehebatan burung kesayangannya untuk dipertandingkan menurut kategori yang diperlombakan. Ada sekitar 100 peserta yang ikut pertandingan kicau burung pada Rokan Bird Club,”ujar Abdul Fatah salah satu panitia acara tersebut.

Perlombaan ini dilaksanakan pada hari minggu (3/1) berlokasi di Sekolah Bintang Laut. pemenang lomba berkicau akan diberikan tropi berupa piala dan bonus uang sesuai dengan kategori dari pemenang juara pertama sampai dengan juara kelima. Kegiatan ini terselenggara berkat animo penggemar burung berkicau dan terlepas dari campur tangan pemerintah.

Jenis kicau burung yang diperlombakan yakni murai batu kelas bintang rohil, kacer, kenari, cucak hijau, kapas tembak, cendet dan love bird. Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kelas dari jenis burung tersebut.

Para juri dengan cermat menilai kicauan burung dan siap memberikan point berupa bendera dibawah sangkar burung dan berputar putar untuk mencari kicauan burung yang nyaring dan unik. Juri melakukan penilaian dengan mengacu standar minimal dengan skor 37 untuk bunyi, standar medium dengan skor 37,5 untuk stabilitas bunyi dan standar maksimal dengan skor 38 untuk stabilitas variasi lagu.

Pemilik burung melakukan siulan dan kode kepada burung kesayangannya agar sang burung mau berkicau untuk meraih poin dari juri. Perlombaan semakin seru disaat penonton memberikan support secara bersamaan kepada pemilik burung.

”Acara pertandingan ini biasanya kami lakukan pada hari hari besar saja,” ujar Anto Kabid Dispenda Rohil yang bertindak sebagai ketua panitia acara Rokan Bird Club. ”kami tidak ingin kegiatan perlombaan ini mengganggu aktivitas kegiatan dan pekerjaan para peserta,” tambah Anto yang dikenal dengan hoby berburu dan memacing oleh para koleganya. ( Amrial )

GALANGAN KAPAL NASIB MU KINI


” Dinas Kehutanan Harus Lakukan Pengawasan”

Rokan Hilir. Sinar

Ada puluhan orang sedang menarik kayu dengan cara menyeret menggunakan tali disalah satu galangan kapal milik Awi diujung jalan Karya. Ada beberapa jenis tumpukan kayu olahan yang siap digunakan seperti kayu pasak lenggo meranti dan kayu campuran lainnya yang siap ditarik menuju tempat dimana kapal kayu tersebut dibuat. ”saya tidak tahu kapan masuk nya kayu ini pak,” ujar salah satu pekerja galangan kapal saat ditanyai tim sinar. ”malam tadi saya tidak lihat,” ujarnya menambahkan. Kuat dugaan kayu tersebut dibawa dengan menggunakan gerobak pada tengah malam.

Saat ditanyai para penarik gerobak, mereka mengatakan bahwa kayu olahan tersebut diperoleh di Parit II Jalan lintas Bagansiapiapi – Ujung Tanjung. Galangan kapal yang masih tersisa beroperasi di Jalan Karya berjumlah enam buah. Kebanyakan pengusaha galangan kapal mengalihkan operasi pembuatan kapal kayu di Pulau Halang. Kapal yang sudah siap dikerjakan dengan memakan waktu minimal 3 bulan akan di tarik menggunakan tag boat ke Pulau Jawa untuk diserahkan kepada pemesan kapal tersebut. Disekitar areal tersebut, ada sekitar puluhan pemuda menunggu kayu untuk ditarik kegalangan kapal tersebut. Sambil menunggu mereka menghabiskan waktu bermain domino.

Memang Galangan kapal di Rokan Hilir tidak segairah dulu sewaktu belum adanya izin HPH yang harus dikantongi pemilik galangan kapal kayu tersebut. Ratusan masyarakat pribumi dan pendatang bergantung hidup pada usaha pembuatan kapal kayu diera tahun 80 an. Namun sejak adanya peraturan dan izin yang harus dikantongi para pengusaha kayu, maka satu persatu usaha kapal kayu mengalami kemerosotan dan malahan bangkrut. Mereka kebanyakan beralih profesi menjadi pedagang dan berinvestasi ke Jakarta. Ada juga melakukan joint venture dengan pengusaha luar etnish dengan membangun sarang burung walet. Menurut mereka usaha sarang burung walet sangat menjanjikan karena mereka punya ekses di Malaysia dan Singapura untuk memasarkan produk mereka.

Masyarakat yang tinggal didaerah sekitar Galangan kapal sangat mengharapkan galangan kapal bergairah kembali karena berpengaruh pada perputaran ekonomi didaerah tersebut. Namun perlu juga diingat bahwa akibat pembabatan yang membabi buta oleh oknum pengusaha kayu sebelum diterapkan UU Kehutanan, hutan di Rokan Hilir sudah terancam habis dan itu bisa terlihat adanya banjir yang terjadi beberapa waktu kemarin.

Tampaknya Kadis Kehutanan Rokan Hilir harus kerja keras untuk menindak pelaku perambah hutan untuk menghindari terjadinya banjir yang akhir akhir ini terjadi di Bagansiapiapi. Fungsi dan peran Dinas kehutanan seharusnya digunakan sebagai alat untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana yang menyangkut hutan, kawasan hutan dan hasil hutan sesuai dengan UU Kehutanan. Seandainya UU Kehutanan tidak digunakan oleh Dinas Kehutanan Rokan Hilir, maka lebih baik kita kembali ke UU Hukum Rimba untuk Negeri Texas dengan mengacu siapa yang kuat dialah yang menang. ( Amrial )

MUSRENBANG KAB ROHIL


”Kepenghuluan Bangko Kanan Siapkan Program”


Rokan Hilir Sinar

Musyawarah Rencana Pembanguan ( Musrenbang ) di Kepenghuluan Bangko Kanan dimulai babak awal yang baru. Itu dilihat karena pelaksanaannya melibatkan semua elemen masyarakat. Ada beberapa tamu undangan yang hadir dikantor Penghulu Bangko Pusako yang lokasinya terletak bersebelahan di Kantor Kacab Dinas Pendidikan Kec Bangko Pusako.

Diantara tamu tersebut terdiri dari ketua RT/RW, Kepala Dusun, Tokoh Agama, ketua Adat, wakil kelompok perempuan, wakil kelompok pemuda, Ormas, kelompok tani, komite sekolah dll. Mereka tampak sibuk berdiskusi diaula kantor penghulu yang berukuran 10 x 6 m tersebut. Udara panas diruangan kantor tidak menyurutkan animo masyarakat untuk mengajukan program yang telah mereka siapkan dalam bentuk proposal.

Sesuai dengan konsepnya Musrenbang merupakan forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran yang berjalan yang sesuai dengan level tingkatannya. ”Kali ini Musrenbang harus dimulai dari bottom up,”ujar Plh Penghulu Bangko Kanan, Muhammad Arifin, ketika Sinar berdiskusi dengannya disela sela rapat Musrenbang.

Menurut Arifin, sebelum Musrenbang mereka telah mempersiapkan tim fasilitator desa yang terdiri dari BPD, aparat pemerintahan, masyarakat yang terdiri dari RT/RW, kelompok kelompok yang ada dimasyarakat. Sebelum itu, kepala desa juga menetapkan tim Musrenbang Desa. ”Adapun sebagai nara sumber pada Musrenbang tersebut adalah kepala desa, Badan perwakilan desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, tim independen ( LSM ) dan tidak tertutup kemungkinan camat akan hadir,”jelas Arifin

Adapun permasalahan krusial yang dibahas pada Musrenbang kali ini diantaranya masalah ekonomi. ”Adapun dengan pemberdayaan ekonomi yang bagus akan meningkatkan pendidikan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat,” Ujar arifin menjelaskan. Selain mengharapkan bantuan dari APBD Rokan Hilir, menurut Plh Penghulu Bangko Kanan, Muhammad Arifin, setiap kecamatan juga dibantu dana PNPM oleh pemerintah provinsi dengan besaran 2 Milyar perkecamatan. Pihak kecamatan akan membantu kepenghuluan dengan membuat rangking skala prioritas dimana saja kepenghuluan yang akan dibantu. ”bangko kanan mendapat rangking ketiga dalam memperoleh bantuan dari kecamatan,”ujar beliau.


Prioritas dalam Musrenbang di Kepenghuluan Bangko Kanan yang jumlah penduduk lebih kurang 2000 orang dan terdiri 570 KK terutama adalah masalah infrastruktur, bibit sawit, kesehatan, dan tambak ikan. Untuk pembangunan jalan tersebut maka seluruh hasil kebun yang terdiri dari kelapa sawit yang kebanyakan ditanam didaerah pelosok dan terisolir bisa diatasi dan dibawa keluar menuju jalan utama. Fungsi jalan juga mempengaruhi harga TBS. Selain itu masalah air juga menjadi prioritas. Dari hasil pengeboran yang dilakukan PT Chevron kemarin pada kedalaman 160 m setelah dicoba ternyata air tersebut rasanya asin. ”Jadi kami menggunakan air tadah hujan untuk minum,” ujar Arifin. Menurut Arifin, hasil dari Musrenbang ini ia berusaha untuk meloby ke Pimpinan agar program Musrenbang ini bisa berjalan seperti yang diharapkan oleh masyarakat. ( Amrial )

MASYARAKAT DESAK PEMILIHAN LANGSUNG


”Menanggapi Masa Jabatan Penghulu Rivai Taher”

Rokan Hilir, Monitor News
Dilema jabatan penghulu sungai menasib kecamatan Bangko Pusako menjadi buah bibir masyarakat tempatan. Seharusnya Rivai Taher penghulu yang menjabat sekarang sudah habis masa jabatannya pada tanggal 18 September tahun 2009 yang lalu. Namun entah apa sebabnya Camat Bangko Pusako, Zamzami, menambah masa jabatan Penghulu Rivai Taher selama satu tahun kedepan. Akibat permasalahan tersebut banyak masyarakat sungai nasib kecewa, terutama Khairul yang nota bene sudah didukung oleh tiga kepala suku yang terdiri dari Suku Jawa, Suku Melayu dan Suku Batak.

Proses memperpanjang masa bhakti jabatan penghulu satu tahun kedepan oleh Camat Bangko Pusako mengundang pertanyaan dari masyarakat khususnya khairul. Dia adalah salah satu calon penghulu yang sudah didengung dengungkan untuk mengganti penghulu Rivai Taher oleh masyarakat Sei Manasib. Hal tersebut sempat ditanggapi oleh Penghulu Rivai Taher tentang masalah kursi calon Penghulu dan ia juga menyikapi aspirasi masyarakat sei manasib hingga beliau sempat berkomentar. ”saya tidak ingin mencalonkan diri lagi, namun karena kekosongan jabatan penghulu jadi saya ditunjuk oleh camat Bangko Pusako untuk memimpin desa ini satu tahun kedepan untuk di Plt kan,” ujar Rivai Taher saat Monitor News menjumpai beliau pada hari sabtu ( 26/12 ) dirumah kediamannya. ”kalau memang Khairul ingin mencalon menjadi penghulu..ya.. dipersilakan saja, masak mau saya halang halangi,” ujar Rivai menambahkan.

Memang jabatan penghulu harus dilakukan sistem pemilihan langsung oleh masyarakat. Tidak terlepas dari masalah tersebut memang harus dikoordinasikan dulu kepada camat tempatan. Menurut khairul ada tiga calon yang akan diusung untuk menggantikan posisi Rivai taher seandainya masa jabatannya sudah habis. ”banyak permasalahan yang belum terselesaikan oleh penghulu Rivai, dan masyarakat mendesak agar dilakukan pemilihan langsung secepatnya” kata Khairul. Menanggapi desakan masyarakat khairul mengeluarkan surat surat yang menyatakan dukungan secara tertulis dari tokoh tokoh masyarakat Sei Manasib seperti surat dukungan dari Kepala Dusun III UPTN 12, Bunyani, Sekretaris Desa, Sahyuti, Syamsuri N. Ketua RT 03 dan daftar tanda tangan masyarakat tempatan serta kepala persukuan masyarakat yang berdomisili didaerah tersebut.

Khairul bermohon supaya jabatan penghulu jangan dipolitisasi, karena masyarakat desa Sei Manasib tersebut ingin perubahan yang sangat mendasar. Jika dilihat didaerah sei manasib tersebut, disepanjang jalan hanya terlihat kebun sawit yang siap panen. Kebun Sawit adalah andalan mata pencaharian masyarakat Sei Manasib dengan jumlah penduduk sekitar 3400 lebih dan jumlah pemilih tetap sekitar 1792 orang sebanyak 7 TPS ( sumber KPUD tahun 2009 ). ini merupakan lahan empuk bagi penghulu yang menjabat didaerah tersebut, masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh penghulu yang menjabat di daerah tersebut. Terutama sengketa lahan, Banjir, lahan tumpang tindih, belum terbentuknya badan kepenghuluan desa, Tanah Kas Desa, menurunnya aktivitas kantor penghulu, isu sara dan pembangunan fisik rumah ibadah yang terbengkalai. Dalam hal ini camat beserta penghulu harus secepatnya memperhatikan dan menyelesaikan permasalahan tersebut ( Amrial )

Jumat, 08 Januari 2010

DILEMA LOKALISASI PELABUHAN BARU


”Menunggu Keputusan Yang Tak Pasti”

Rokan Hilir Sidik

Pernahkah anda singgah ke Lokalisasi Pelabuhan Baru ? Kawasan Pelacuran Prostitusi yang ada di bagansiapiapi ini berada di ujung jalan pelabuhan baru Gg puyuh menawarkan bisnis esek esek bagi pria hidung belang yang ingin melepaskan aspirasi ”arus bawah”. Lokalisasi ini telah menjelma menjadi kekuatan dan sandaran hidup bagi penduduk disana.

Dilokasi ini terdapat beberapa Bar yang dahulu ada sekitar 80 orang lebih wanita muda bagi pria yang ingin berkunjung kesana, dijamin mendapat pelayanan khusus dari para wanita tersebut. Bukan saja wanita, pasti yang siap menawarkan alat kelaminnya kepada anda semua. Dan, tukang parkir, penjaga pos, calo Prostitusi, Calo narkoba dll yang menggantungkan hidup di Lokalisasi Pelacuran pelabuhan baru tersebut. Semua saling berkait menjalin sebuah simbiosis mutualisme.

Pernahkah kita berpikir untuk menghapus kawasan itu dari kota Bagansiapiapi ? Pernahkah terbesit dampak sosial, ekonomi yang diakibatkannya dari penutupan kawasan Pelacuran prostitusi diBagansiapiapi? Mau dikemanakan mereka semua ? Bagaimana nasib wanita penghibur, Germo, Pedagang, tukang parkir, calo pelacuran disana ? Adakah solusi untuk mereka semua ? Sudahkah semua diperhitungkan secara matang ?

Salah satu pelacur sebut saja namanya Anggi berfikir akan ada gejolak sosial yang luar biasa jika kebijakan penutupan kawasan Pelabuhan Baru tidak diperhitungkan secara matang. Keputusan yang serba instan hanya akan merugikan salah satu pihak. Anggi yakin dalam hati semua penjaja cinta disana juga ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih layak karena menjadi pelacur dipelacuran Pelabuhan baru bukanlah cita2 maupun pilihan hidup mereka dari kecil.

Kita tidak dapat menutup mata karena inilah sebuah fakta kelam dunia malam Bagansiapiapi. Kehidupan seorang pelacur mungkin tidak pernah hadir dalam pikiran anda. Perempuan berpakaian minim dan seksi menawarkan kenikmatan persetubuhan. Kita tidak akan sampai pada duka lara dibalik senyum dan desahan mereka. Kita juga tak akan pernah mengerti derita dibalik lenguhan mereka.

Lokalisasi pelacuran Pelabuhan baru membutuhkan penanganan yang terbaik. Terbaik untuk kota Bagansiapiapi, terbaik untuk penduduk disana dan terbaik untuk bangsa Indonesia. Hitam putih kehidupan Bagansiapiapi sebagian kecil terungkap dengan jelas di prostitusi lokalisasi tersebut. Biarlah yang merasa putih tetaplah merasa putih, karena buat Anggi Hitam adalah identitas, identitas kesadaran akan keberdosaan. Perlakukan dengan adil kebangaan masyarakat Bagansiapiapi.

Namun untuk saat ini. Lokalisasi pelabuhan baru ibarat telur diujung tanduk, dibuka lagi takut akan razia kepolisian, ditutup alamat mati tak makan. Al hasil dari hasil investigasi Sidik masih ada oknum yang coba memberanikan diri membuka lagi lokalisasi dipelabuhan baru tersebut. ( Amrial )

DUGAAN ILLEGAL LOGGING DI PARIT BARU


” Pelaku Sempat Lari Hindari Wartawan”

Rokan Hilir Sidik

Sepanjang tahun 2008 lalu, kasus ilegal logging menjadi catatan terbanyak yang ditangani Polres Rokan Hilir . Disusul kasus curat, anirat dan curanmor. Selain itu, angka kriminalitas juga mengalami peningkatan cukup signifikan

Menyangkut kasus illog Akhir akhir ini tim Sidik menemukan aktivitas yang mencurigakan dibeberapa tempat di Rohil. Salah satu nya di Parit Baru kepenghuluan Labuhan Tangga besar Gg Ar Ridho. Disana pelaku Illog menebang kayu di eks HPH PT Diamond
Menurut sumber yang minta namanya dirahsiakan kegiatan ilog didaerahnya sudah berlangsung sekitar setahun. Mereka hanya bisa berharap agar kerusakan jalan akibat gerobak bermuatan kayu illog, cepat dperbaiki. karena jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat untuk mengangkut sawit mereka dari kebun. Saat ditanya jumlah kayu yang sudah ditebang, sumber tersebut tidak mau memberikan keterangan, roman mukanya sedikit berubah seperti ketakutan.

Pantauan Sidik dilokasi, sejumlah hasil kayu illog tampak menumpuk dibeberapa tempat, ada yang belum diolah berdiameter 10 – 20 cm, dan ada yang sudah jadi berupa papan. Hebatnya lagi, illog ini bukan saja di hutan produksi, melainkan diduga sudah merambah ke kawasan hutan lindung. Modus kegiatan illog ini dengan cara menghanyutkan kayu hasil tebang tersebut melalui parit galian ekscavator.

Guna mengisi kekosongan, para penarik gerobak bermain domino pada sebuah warung darurat menunggu kedatangan kayu yang diilir. Kedatangan sidik dilokasi jelas membuat mereka curiga. Terlebih kala status kayu yang mereka angkut ditanya.

Namun, jawaban yang diperoleh justru terkesan kasar. ”Tanyakan saja sama bosnya,” ujar mereka menghindar. Belakangan setelah ditelusuri bos kayu illog tersebut diketahui berinisial O. Saat ditemui, ia ternyata berada disebuah tempat para pekerja.

Kedatangan Sidik ternyata sudah terendus olehnya. Dia pun tidak berani keluar dari kamar, dan selanjutnya hanya bisa mengintip di pada celah celah dinding kamar saat Sidik melihat kayu yang bertumpuk dan siap diangkut pakai gerobak. Dari kejauhan terlihat O berlari keluar kamar menuju motornya dan lansung tancap gas.

Indikasi bahwa O merupakan aktor pelaku Illog bisa jadi benar adanya. Hal ini juga sesuai dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa bos Illog tersebut adalah O. Sesuai dengan Undang Undang, pelaku Pembalakan liar bisa dijerat pasal 50 ayat 3 huruf h UU No 41 tentang kehutanan dengan ancaman lima tahun penjara.
Gabungan wartawan Indonesia ( GWI ) Rohil berharap, Kapolsek Bangko, AKP Jose Fernandez dan kepala Dinas kehutanan Tugiman Marto SH, agar turun kelapangan guna menyelediki status kayu yang ditebang oleh oknum O tersebut dilokasi parit Baru Desa Labuhan Tangga Besar Kec Bangko. ( Amrial)

Jumat, 18 Desember 2009

HUT KORPRI KE 38 DIADAKAN KEGIATAN SUNATAN MASSAL


Bagansiapiapi SIDIK

Acara pelaksanaan Sunat massal yang dilaksanakan Pada hari Rabu (25/10) bertempat di Gedung Paguyuban kelurahan Bagan Barat dihadiri oleh Ketua DPRD, Asisten, Kepala Dinas, Camat Bangko dan masyarakat yang berdomisili di kelurahan Bagan Hulu dan Bagan Barat yang anaknya ikut dalam peserta Sunat Massal.

Menurut dr. Junnaedi yang bertindak sebagai ketua Panitia bahwa Pelaksanaan sunat massal ini berasal dari anggaran korpri dan dari dinas kesehatan Kabupaten Rokan Hilir. Untuk melaksanakan sunat diperbantukan oleh tim medis, Ikatan Dokter Indonesia Rokan Hilir dan perawat yang ada di Rumah sakit Kab Rokan Hilir. Menurutnya peserta untuk sunat massal ini berjumlah 60 anak. dr Junaidi berpesan kepada tim medis untuk lebih berhati hati dalam melakukan sunat ini dan jangan terburu buru. ” kita sudah berkaca dengan pengalaman yang telah lalu dan kita harus mengutamakan septi” ujarnya menegaskan.

Dalam pidato Drs Surya Arpan yang mewakili Bupati Rokan Hilir mengatakan bahwa masih banyak keluarga yang tidak mempunyai kemampuan untuk melaksanakan sunat. ”bukan dikatakan dibawah kemiskinan tapi dibawah kemampuan” Jelas Surya Arpan. Menurut Surya Arpan kegiatan ini bentuk dari solidaritas dan kepedulian sebagai pegawai negeri sipil. ”Seandainya dibuka peluang, masih banyak lagi yang mau mengikuti program sunat massal ini” ujar Surya Arpan penuh harap. Menurutnya hal ini tidak terlepas dari keterbatasan sarana dan prasarana maka kegiatan ini dibatasi menjadi 60 orang. Bagi pegawai negeri sipil yang kelebihan rezeki diharapkan acara kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian sembako yang sifatnya hanya sporadis atau seketika, namun ia menilai bahwa itu tidak terlepas dari kepedulian korpri terhadap masyarakat yang kurang mampu.

Surya Arpan sangat mewanti wanti kepada tim medis yang akan melakukan kegiatan ini agar lebih berhati hati karena ia berkaca akan kasus salah potong alat kemaluan yang terjadi didaerah lain sehingga hal itu bisa merugikan peserta dan bisa membuat niat baik korpri menjadi buruk. Ia berpendapat bahwa dengan semakin bagusnya tekhnologi medis sehingga pekerjaan untuk menyunat orang bisa lebih mudah dan tidak terasa sakit. ”tekhnologi itu sudah ada di Rumah sakit awal bros dan hal itu tidak mungkin dilakukan mengingat besarnya dana yang dikeluarkan” ujarnya menambahkan.

”kami sangat terbantu dengan kegiatan ini” ujar ida yang anaknya ikut dari salah satu peserta sunat massal. Menurutnya ia tidak dibebankan biaya sepersenpun. ” untunglah sakitnya Cuma sampai tiga hari, kalau tidak tak dapat anakku sekolah” ujar ida menambahkan. Memang dalam minggu ini anak sekolah dasar akan mengadakan ujian semester dan apabila proses penyembuhannya melewati batas tiga hari bukan tidak mungkin ujian mereka akan terganggu.

Acara kegiatan Sunat Massal ini diakhiri dengan mengupah upah ( meletakkan tempat nasi kunyit diatas kepala dengan cara memutar mutar sambil membacakan ayat ayat ) dan disertai pemberian santunan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasrudin Hasan. suasana menjadi haru disaat seorang ibu tua membacakan shalawat sambil mengucurkan air matanya disaat ketua DPRD mengupah upah anak peserta sunatan massal.

Acara HUT Korpri yang ke 38 juga dimeriahkan dengan gerak jalan santai dan senam massal yang dilaksanakan pada sabtu pagi. Namun karena hujan, maka acara tersebut sempat terganggu. ( Amrial )

HADAPI WARTAWAN ABDUL KOSIM KERAHKAN PREMAN


” Dugaan Kasus Penjualan Ribuan Hektar Lahan”

Rokan Hilir Sidik

Kasus penjualan lahan Desa Tanjung Leban Kec Kubu Kabupaten Rokan Hilir yang dilakukan oleh Oknum Kepala Dusun, Abdul Kosim mengungkapkan sisi persoalan hukum baru. Soal status tanah tersebut ternyata kepala Dusun Tanjung Leban tidak mempunyai surat hibah untuk menjual lahan tersebut.

Menurut Muslim salah satu Kaur Trantib didesa Sei Segajah menyikapi bahwa masyarakat dari luar Kubu bisa saja membeli lahan tapi jangan seperti layaknya penguasa. Kalau satu atau dua hektar tidak dipermasalahkan tapi sekarang malahan mencapai ribuan hektar. Perbatasan antara Desa Teluk Nilap dengan desa tanjung leban sampai sekarang belum diketahui tapal batasnya. Adapun izin untuk menjual tanah tersebut yang dilakukan oleh penghulu dan kepala dusun terindikasi tidak jelas legalitasnya. Diduga sudah ribuan hektar tanah dicaplok dan dijual oleh kepala dusun abdul kosim. Adapun pembeli nya berasal dari Sumatera Utara seperti Medan, Aek Nabara, Siantar dan diantaranya kaum ethnis.

Dari hasil pengamatan Sidik dilapangan, pada tengah malam, terjadi pembakaran hutan untuk dijadikan lahan perkebunan sawit. Padahal Kapolda sudah menekankan kepada Bupati seluruh Propinsi Riau agar tidak ada pembakaran hutan lagi yang mengakibatkan terjadinya kabut asap yang mengganggu ekosistem dan lingkungan. Pembakaran hutan tersebut sudah ketahap sangat mengkhawatirkan karena sudah merambah kehutan konservasi.

” Jalan lintas menuju lokasi penjualan lahan illegal menuju ketanjung leban dibangun oleh Pemerintah Rokan Hilir, namun yang menikmati lahan sepanjang jalan tersebut bukannya masyarakat kubu namun masyarakat luar Rokan Hilir,” ujar Muslim berapi api. Adapun Penghulu yang terlibat menjual lahan tersebut seperti Penghulu Fii, Hamdani dan Ahd Kosim. Dari ketiga penghulu tersebut salah satunya sudah ditangkap. Menurut keterangan Muslim tanah yang ada ditanjung leban kecamatan Kubu tersebut satu jengkalpun tidak ada dimiliki oleh masyarakat melayu kubu. ”tidak ada pejabat Rokan Hilir seperti Dinas Kehutanan atau pejabat yang berkepentingan tentang permasalahan ini memperhatikan kondisi kami disini” ujar Muslim dengan nada sedih.

Dari data yang diperoleh sidik, mereka menunjukkan berupa bukti bukti Kwitansi penjualan lahan ,Transfer uang antar rekening dan SKT Fiktif yang dikeluarkan oleh Penghulu dan Kepala Dusun berupa tanda tangan palsu dari salah satu RT. Menurutnya, ketua RT yang dipalsukan tanda tangannya siap menjadi saksi apabila diperlukan. Alat bukti tersebut sudah diserahkan ke Polres namun sampai sekarang belum ditindak lanjuti. Sempat terlontar dari salah satu penghulu yang terlibat kasus tersebut mengatakan bahwa Biar sampai meja hijau kalau memang kalah kita berikan kembali kemasyarakat.

Lima tahun kedepan lagi apabila masyarakat Kubu cuma duduk diam melihat keadaan ini maka bukan tidak mungkin keadaan nasib masyarakatnya tidak akan berubah dan bertambah miskin akibat ulah penjual lahan tersebut. Sudah tentu sejak masa tanam dari umur 0 sampai berumur 5 tahun untuk masa panen buah sawit bukan tidak mungkin mobil mobil mewah bersileweran dikubu akan tetapi bukan milik masyarakat kubu tapi orang luar kubu. ”Syafii Jaiz dan Abu Kosim bekerjasama membagi bagi lahan dengan memperjual belikan lahan wilayah Desa Sei Segajah II yang dianggapnya desa yang ditempatinya bukan desanya sendiri” ujar Muslim .Masyarakat sudah mengusulkan lima kali kepada Pemerintah untuk mempercepat menyelesaikan urusan mengenai tapal batas agar diketahui dimana batas wilayah didesa tersebut. Urusan tapal batas sangat penting agar bisa didata ulang siapa pemilik dari lahan tersebut.

Menyikapi permasalahan penjualan lahan tersebut, Camat Kubu, Samsul Kidul menyatakan bahwa Beliau sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam klaim kepemilikan lahan untuk kembali kemasyarakat. ” kita melihat selama ini masyarakat kubu Cuma sebagai penonton bukan sebagai pemain” ujar Samsul Kidul. Kami sudah mengupayakan dari hasil laporan tersebut saya memanggil penghulu dan kepala dusun untuk dimintai klarifikasi tentang kebenaran dari penjualan lahan tersebut. ”Saya sudah beberapa kali memanggil Abdul Kosim untuk menyelesaikan masalah tapal batas, namun ia sering menolak datang kekantor camat” ujar Samsul Kidul mengeluh. Laporan tentang tapal batas dan lahan yang sudah dijual yang kami terima tersebut dilampirkan dengan Foto dan kami berencana semua Upika akan turun meninjau lokasi tersebut yang berkoordinasi dengan Koramil dan Kapolsek. ” Kapolsek pernah mengatakan kepada saya bahwa Abdul Kosim harus diserahkan kepihak yang berwajib, kemudian saya ( Camat. Red ) bilang selagi bisa digiring digiring saja Pak Kapolsek” cerita Camat sewaktu ia berdialog dengan Kapolsek. ” jangan Bapak Kapolsek segan pula sama saya, kalau memang dia tidak benar dan menyalahi wewenang tidak perlu saya lindungi” ujar camat sewaktu ia bercerita dengan kapolsek Kubu disela sela pertemuan dengannya saat ada acara. Menurut Camat ia sudah pusing memikirkan kasus ini karena semua permasalahan dilimpahkan kepadanya.

Saat Sidik menanyakan hal ini kepada Kapolsek Kubu AKP Jufrizal menyatakan bahwa kasus ini bukan saja berhubungan dengan permasalahan penjualan lahan tetapi juga menyangkut penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Oknum Kepala Dusun Abdul Kosim tersebut. ” Kami tidak tahu darimana dasarnya ia menjual lahan dan dari mana ia mendapat surat hibah untuk menjual lahan” ujar Kapolsek menerangkan. ”kasus penyalahgunaan wewenang ini bisa dijerat dengan pasal 335” ujar Kapolsek menambahkan. Ia juga menggunakan cara cara yang bersifat premanisasi untuk mencaplok lahan untuk dijual kepada pembeli.

Untuk memperkuat indikasi keterlibatan Abdul kosim dengan kasus ini, Tim Sidik juga ingin mewawancarai beliau sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Jarak tempuh menggunakan kendaraan roda dua sekitar 60 KM. Setelah setibanya dirumah kediamannya, preman sudah berkumpul dan menyambut sidik dengan tampang yang beringas. Ada 15 orang Preman berusaha mengintimidasi dan berancang ancang berbuat yang tidak wajar saat sidik mencoba untuk mewawancarai kepala dusun Abdul Kosim . Terpaksa niat kami urung karena preman bayarannya melihat kami dengan mata yang sinis dan mengepung kami dalam keadaan siap untuk menyerang.

Semoga komitmen Bupati Rokan Hilir sesuai dengan pidatonya untuk memenjarakan para penghulu dan kepala Dusun penjual lahan bisa dibuktikan dengan kasus yang melibatkan kepala Dusun Tanjung Leban yang diduga sudah menjual lahan ribuan Ha yang merugikan masyarakat dan telah meraup keuntungan milyaran rupiah.

PELANTIKAN KETUA DPRD ROKAN HILIR BERLANGSUNG SEDERHANA

Bagansiapiapi SIDIK

Pelantikan ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir berlangsung pada hari Rabu (25/11) di Gedung serba guna Bagansiapiapi. Sesuai dengan SK Gubri, pimpinan yang akan dilantik menjadi ketua DPRD adalah Nasrudin Hasan dari Partai Golkar. Diposisi wakil ketua DPRD Kab Rokan Hilir ada Muhammad Ridwan SIP dari Partai Demokrat dan Jamiluddin dari Partai PDI Perjuangan.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, sejumlah anggota DPRD Rohil priode 2009 – 2014 , Bupati Rohil H Annas Maamun, Kapolres Rohil, Dandim 0303/Bkls, Letkol (Inf) Sonny Apriyanto, Kajari Ujungtanjung Imade Darmawan, Ketua PN Rohil S Joko Sungkowo, para asisten, unsur kepala dinas, kantor, jawatan instansi Pemerintah Kabupaten Rohil, para keluarga Dewan dan tokoh masyarakat Kabupaten Rohil.

Acara pelantikan ini tampak sederhana dan tidak mengurangi rasa kebersamaan diantara pejabat yang hadir digedung tersebut. Sesaat setelah pelantikan Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasruddin Hasan, menyampaikan pidato perdananya yang intinya ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan amanah untuk menjalankan tugas sebagai ketua DPRD Rokan Hilir priode 2009 – 2014.

”Dengan dilantiknya kami sebagai pimpinan DPRD Rokan Hilir, maka ini titik awal untuk melakukan berbagai tugas sesuai dengan Undang undang. Untuk itu kami juga mengharapkan dan kerjasama yang baik dengan Bupati serta pihak jajaran eksekutif , demi pembangunan Rokan Hilir kedepan,” ucap Nasruddin Hasan penuh harapan.

Sementara itu, Bupati Rokan Hilir, H. Annas Makmun mengatakan, dengan telah dilantiknya Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab. Rokan Hilir, selanjutnya lembaga legislatif bersama pemerintah daerah menjalankan roda pemerintahan di Kab. Rokan Hilir.

Kebersamaan ini sesuai dengan Undang-undang (UU) No. 32 Tahun 2004, yang menyatakan posisi DPRD dan pemerintah kabupaten sejajar dan tidak saling membawahi. Dalam menyusun program pembangunan, eksekutif dan legislatif berkesinambungan, sehingga harus bersifat check and balance.

"Dengan menyadari fungsi masing-masing antara pemerintah kabupaten dan DPRD sebagai pembuat kebijakan daerah, diharapkan dapat tercipta hubungan kerja yang dinamis. Setelah itu produk hukum yang dibangun tidak kontraproduktif dengan ketentuan yang ada," ujar Bupati Rokan Hilir.

PAWAI TAKBIR IDUL ADHA


” Terganggu Oknum Melintasi Depan Tamu Kehormatan”

Bagansiapiapi SIDIK
Allahu Akbar...Allahu Akbar....Allahu Akbar, La Ilahaillallahu Akbar, gema takbir berkumandang diseluruh penjuru kota Bagansiapiapi dan seantero umat Islam didunia. Pelaksanaan takbiran dalam menyambut Hari Raya Idul Adha kali kali ini sepenuhnya dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Acara pelepasan takbir ini membuat beberapa jalan terpaksa ditutup. Sebelum acara pelepasan di sambut dengan pidato Pembukaan oleh panitia Kegiatan Pawai Takbir, Jasrianto dan dilanjutkan dengan Pidato sambutan Bupati Rokan Hilir H. Annas Maamun yang didamping oleh KUA Kab Rokan Hilir H. Syaikolan dan Kalifah Nasir. Dalam sambutannya Bupati berpesan diharapkan acara Pawai ini berlangsung tertib dan seluruh peserta diharapkan selalu mengumdangkan takbir sepanjang jalan sampai ditempat tujuan.

Kemudian acara dilanjutkan secara simbolis dengan pemukulan bedug oleh Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasruddin Hasan dan Wakil Bupati H Suyatno AMP beserta jajaran Upika. Masyarakat tumpah ruah di halaman kantor bupati untuk menyaksikan secara langsung pelepasan pawai takbir pada hari Kamis (26/11) yang diikuti peserta yang terdiri dari miniatur dan non miniatur dimana mewakili tiap tiap mesjid dan mushalla serta tidak ketinggalan pula sekitar 100 orang abang becak yang ditumpangi oleh pegawai Pemerintah Kabupaten Rokan Hiilir dan ikut juga beberapa instansi untuk memeriahkan semarak pawai takbir Idul Adha 1430 H 2009 M.

Pada acara ini disaksikan juga oleh Wakapolres, Asisten Bupati, Ketua KPU, Anggota DPRD, kepala Dinas dan seluruh Jajaran Polres Kab Rokan HIlir yang diiringi musyik nasyid band tempatan. . Menurut keterangan dari Kapolsek Bangko, AKP Jose Fernandez, aparat kepolisian yang turun mengamankan acara pawai tersebut, berjumlah sebanyak 120 orang personil polisi yang menjaga di persimpangan jalan yang dilewati oleh peserta pawai takbir. Pengamanan juga dibantu dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Pemuda Tak Dikenal
Pada acara pawai takbir sedikit terjadi gangguan karena ulah seorang pemuda yang berumur sekitar 20 tahun mengendarai motor bebek yang berkisar jarak dua meter melintasi didepan tamu kehormatan yang sedang asyik menikmati peserta takbir yang lewat. Tidak ayal lagi dengan serta merta ketua Panitia Takbir, Surya Arpan mengejar pemuda tersebut dan langsung meminta bantuan polisi untuk mengamankannya. Namun setelah didekati dari mulut pemuda tersebut tercium bau minuman keras dan dengan sigap aparat kepolisian membawa pemuda tersebut ke Polsek terdekat untuk dimintai keterangan.


Untuk pelaksanaan shalat Idul Adha dipagi hari dipusatkan dibeberapa tempat yaitu di Lapangan Perteba, Mesjid Agung, Mesjid Al Ikhsan, Mesjid Di Bagan Punak dan Mesjid Ar Ridho. Yang bertindak selaku khatib ada yang diundang dari luar kota Bagansiapiapi. Karena bertepatan hari jumat maka pelaksanaan kurban dilaksanakan pada hari sabtu pagi. ( Amrial )

It's me

It's me

Jemur Island

Jemur Island

Menikmati Keagungan Tuhan

Menikmati Keagungan Tuhan

Lomba Tradisional Sampan Lopap

Lomba Tradisional Sampan Lopap
pacu sampan lopap

Potret

Potret
Masyarakat Bagan
Negeri Seribu Kubah

Gallery

Hai Sobat! Selamat Datang Di Jalan Perwira Bagansiapiapi