Rabu, 07 Agustus 2013

KADER PENDAKWAH PERLU PEMBINAAN DAN EVALUASI

BAGANSIAPIAPI – Kader pendakwah perlu dibina sejak dini. Untuk mencapai hal itu, Lembaga Dakwah Islam ( LDI ) Kabupaten Rokan Hilir sedang berupaya memberikan pelatihan dan pembinaan kepada calon Dai untuk ditempatkan didaerah pedesaan di seluruh kabupaten Rokan Hilir. “ Saat ini, kita sedang merekrut calon dai yang merupakan santri dari pondok pesantren,” kata Ketua LDI Kabupaten Rokan Hilir, Drs H, Sakolan Khalil, MA disela acara peresmian kantor kemenag Rohil di KM 6, pada hari selasa (5/8) di Bagansiapiapi.

Aspek yang mendasari perlunya pengkaderan bagi calon dai yang baru, kata Sakolan, tidak terlepas dari minimnya jumlah dai yang tersebar untuk menyebarkan syiar islam di kabupaten Rokan Hilir. Namun demikian, sambungnya, untuk mewujudkan hal tersebut, perlu sinergi dengan pemerintah tempatan karena biaya operasional berhubung dengan kondisi finansial sangat terbatas. “ Selama pengkaderan dan pembinaan, sudah jelas butuh dana karena mereka harus disuplay dengan bahan bacaan untuk menambah wawasan mereka dibidang agama. Demikian juga dengan biaya transportasi mereka kedaerah pedesaan,” ungkap Sakolan.

Dikatakan Sakolan, tahun ini, sudah ada 10 santri yang telah mereka bina dan ditempatkan dipedesaan guna menjawab kebutuhan mengisi siraman Rohani selama bulan ramadhan. Kedepan, jumlah itu akan senantiasa bertambah bergantung dengan permintaan masyarakat. Untuk memaksimalkan keahlian mereka selama menjalankan syiar Islam, Sakolan berharap agar masyarakat memberikan support dan mengevaluasi kekurangan dari sang dai dan menyampaikan kepada LDI agar kedepan bisa lebih ditingkatkan talenta mereka untuk menjadi Dai yang handal. 

Sabtu, 15 Januari 2011

NELAYAN TEMUKAN MAYAT MR X DITENGAH LAUT

"Di duga Sudah Mengapung Selama Seminggu"

BAGAN SIAPIAPI(MR) -

Warga di kepenghuluan Raja bejamu Kecamatan Sinaboi dikejutkan dengan penemuan mayat Laki laki Mr X, terapung dimuara sungai nyamuk dengan kondisi wajah sulit dikenali,pada hari Senin(13/12) sekitar pukul 09.00 Wib.

Penemuan sesosok mayat tanpa identitas tersebut ditemukan salah seorang nelayan hendak melaut dengan masih mengenakan pakaian lengkap,"ujar masyarakat yang akan melaut tersebut mengatakjan pada Polsek Sinaboi ,Saat menerima laporan kita langsung turun kelapangan untuk lakukan penelusuran dan pengecekan "ungkap Kapolsek Sinaboi, AKP Saslirais saat dikonfirmasi Riau pesisir , Selasa (14/12).

"saat ditemukan keadaan mayat sudah membusuk dan wajahnya sulit dikenali karena seluruh tubuhnya bengkak dan mengeluarkan cairan berbau busuk, " tutur kapolsek menambahkan. Dari keterangan sementara dokter yang memeriksa mayat, diperkirakan mayat sudah meninggal selama lebih kurang seminggu.

"Tidak ada tanda-tanda adanya penganiayaan pada tubuh mayat," tutur sang dokter yang tidak ingin namanya dipublikasikan. "Dari hasil identifikasi semnetara diperkirakan mayat sudah meninggal dunia lebih kurang seminggu lalu dengan melihat kondisi pada tubuh mayat,"katanya.

Kapolsek mengatakan bahwa belyum ada upaya dan tindak lanjut dari pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan yakni menelusuri penyebab kematiannya yang dinilai tidak wajar. "Mengenai adanya dugaan pembunuhan, kita masih menunggu visum dari rumash sakit umum daerah bagansiapiapi," ujarnya.

"Untuk pemeriksaan sementara mayat dibawa kepuskesmas Raja Bejamu Kecamatan Sinaboi, mengenai adanya dugaan pembunuhan belum kearah sana karena masih menunggu hasil visum lebih lanjut,"tegasnya.

Namun demikian, diharapkan kepada pihak keluarga korban untuk segera melapor jika merasa kehilangan anggota keluarga sehingga dapat membantu tugas polisi untuk mengusut kasus tersebut,"Masih kita tunggulah sampai ada pihak kelurga korban yang melapor kehilangan anggota keluarga,"paparnya.(aam)

PT PLN PASANG MESIN BARU

"Berkapasitas 6 MW Hingga Mejangkau Desa Teluk Pulau"

Bagansiapiapi ( Rokan Hilir )

Masyarakat Bagansiapiapi sejak hari ini akhirnya bisa berbangga hati. betapa tidak, permasalahan penerangan listrik yang selama ini melilit kota Bagansiapiapi akhirnya bisa teratasi dengan pemasangan mesin baru sebanyak 6 unit dan mesin cadangan sebanyak 1 unit yang dilaksanakan secara resmi pada hari rabu bertempat di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ( PLTD ) jalan pulau baru secara simbolis dilakukan oleh Setda kabupaten Rokan Hilir dan disaksikan oleh Direksi PT PLN Cabang Bagansiapiapai , Marliandi Daulay dan rombongan perusahaan tepat pada jam 14.00 WIB.

Mesin baru dibeli november lalu melalui tender proyek di Pekanbaru yang selama ini ditunggu tunggu pemasangannya memang membutuhkan tenaga ahli yang didatangkan dari perusahaan di Pekanbaru untuk mengoperasikan peralatan tersebut agar bisa berjalan sesuai dengan fungsinya. " dengan telah berfungsinya mesin ini maka masalah penerangan listrik yang menjadi persoalan masyarakat bagansiapiapi belakangan ini akhirnya bisa teratasi hingga sampai ke desa teluk pulau," kata Marliandi direksi PT PLN cabang bagansiapiapi berkomentar kepada Ripes disela sela menunggu kunjungan Setda Rokan Hilir, Ir Asmirin Usman ke tempat peresmian acara tersebut. memang selama ini masalah tegangan listrik tidak teratur akibat voltage turun naik menimbulkan komplain dari masyarakat yang berakibat rusaknya peralatan elektronik yang mereka miliki. tidak hanya itu, masyarakat juga mengambil inisiatif dengan membeli alat stavolmeter dan stabilizer untuk mengatur arus dirumah mereka
agar terhindar dari kerusakan barang barang elektronik.

"Dengan adanya mesin dengan kapasitas 6 MW merk comind buatan inggris dengan sendirinya akan mengurangi ketergantungan kita dengan jaringan listrik interkoneksi sumatera sebesar hampir 60%,"kata Marliandi dengan bangga. menurutnya, sejak hari ini akan dilakukan secara bertahap pasokan listrik yang dimulai dari bagansiapiapi hingga sampai kedesa kelabuhan tangga. lampu yang hidupnya biasa remang remang karena rendahnya arus litrik yang masuk maka sejak malam nanti akan berjalan normal. Dengan adanya mesin baru ini maka pada awal tahun 2011 PT PLN akan mulai melakukan penambahan jaringan travo dan jumlah pelanggan. Ditempat yang sama, Setda Rokan Hilir, Ir Asmirin Usman menyampaikan rasa salutnya atas terobosan terobosan yang dilakukan oleh PT PLN untuk memenuhi kepentingan pelanggan yang ada di 14 kecamatan. " Saya merasa salut atas kinerja PT PLN yang telah melakukan terobosan dan hal ini seharusnya mendapat respon positif dari masyarakat agar pelayanan
PT PLN kedepannya menjadi meningkat," kata Asmirin pada pidato singkatnya dihadapan undangan. (Aam)

ALUMNUS SMPN 1 DAN SMAN 1 GELAR ACARA REUNI


Bagansiapiapi ( Rokan Hilir )

Haru bercampur gembira, mungkin itu yang tersirat diwajah para alumnus SMPN1 angkatan 1992 dan SMAN1 angkatan 1995 kec Bangko Bagansiapiapi Kab Rokan Hilir saat melakukan temu kangen diloby pertemuan lantai 5 hotel Lion pada hari minggu (12/12) jam 13.00.


Acara reuni yang dihadiri sekira 100 orang alumnus mengangkat tema ”Temu Kangen Dan Membuka Lapangan Kerja” merupakan atas usulan dari para alumnus yang sebelumnya menyelenggarakan acara tersebut berkat komunikasi melalui jejaring Facebook. Pada acara itu juga diundang Kepala Sekolah SMAN 1 dan SMPN1 serta ketua alumni SMAN1 yang dahulunya bernama SMA 360, Syamzani SH yang juga merupakan kepala Kantor Satpol PP Kab Rokan Hilir.

Dalam sambutannya, Syamzani merasa gembira karena mungkin ini yang pertama kali para alumnus SMAN 1 yang dinilainya sukses melaksanakan acara reuni yang sebelumnya acara serupa juga digelar namun kurang terakomodir dan kurang terarah. Ia juga menyampaikan bahwa acara reuni serupa juga akan diadakan dibulan januari 2011 yang akan digelar secara akbar dari awal angkatan pertama sampai dengan angkatan terakhir. Pada kesempatan itu juga mantan guru SMPN 1, Jumadi dan mantan ketua kelas SMPN1, Dedi Masrul berkesempatan menyampaikan uneg unegnya dalam merespon acara tersebut. Dalam pidato singkatnya, Dedi sangat terkesan dengan penampilan para rekan rekannya yang sudah sangat jauh berubah sejak 18 tahun silam tidak berjumpa sehingga dengan acara reuni ini rasanya ingin kembali lagi pada masa masa dahulu.

Canda dan tawa para alumnus mewarnai setelah acara formal dan mereka bernyanyi dan berfoto bersama. ( Aam )

KESRA SALURKAN BANTUAN BEA SISWA UNTUK MAHASISWA


Bagansiapiapi (Rokan Hilir)

Pemerintah daerah kembali menyalurkan dana bantuan beasiswa untuk mahasiswa Rokan Hilir pada tahun anggaran 2010 yang dibuka pada hari rabu (22/12) berlokasi digedung serbaguna jalan utama Bagansiapiapi. Surat Keputusan mengenai bea siswa yang dikeluarkan oleh Bupati Rokan hilir diberikan kepada mahasiswa diploma 3 dan strata 1 serta mahasiswa kedokteran dan diperuntukkan khusus bagi mahasiswa asal Rokan Hilir yang menimba ilmu diberbagai kampus seluruh indonesia.

Menurut keterangan pada SK Bupati tersebut bahwa penerima bea siswa berasal dari sarjana S1 dengan jumlah bantuan sebesar Rp 1,4 juta, sarjana Diploma 3 jumlah bantuan sebesar Rp 1 juta dan mahasiswa kedokteran sebesar Rp 2 juta dengan total jumlah penerima bantuan sebanyak 1037 mahasiswa. Adapun dana yang disalurkan berasal dari APBD murni dan APBDP

Ditengah kesibukan orang mencari namanya didinding pengumuman, bergumam seorang ibu yang diketahui bernama masrum pensiunan guru SDN 002 yang melihat nama anaknya tidak terdapat pada didinding pengumuman. "apa sebabnya tidak keluar ya?,"tanyanya, setelah menyebutkan kepada sidik bahwa nama anaknya M.Syamsuri yang kuliah difakultas hukum. Rasa penasarannya tidak bisa hilang hingga akhirnya ia pun pulang kerumah dengan ditemani anaknya meninggalkan kerumunan orang yang melihat pengumuman.

Bagi mahasiswa yang lulus, mereka harus memenuhi persyaratan antara lain berupa transkip nilai asli, kartu mahasiswa asli, kartu keluarga asli serta dana beasiswa harus diambil oleh mahasiswa bersangkutan tanpa bisa diwakilkan kepada orang lain. pendaftaran dan pengambilan dana beasiswa dimulai pada tanggal 22 desember dan berakhir pada tanggal 29 desember.

"Tiap tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. Hak setiap warga negara tersebut telah dicantumkan dalam pasal 31 (1) Undang undang dasar 1945. Berdasarkan pasal tersebut, maka pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bemutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, dan masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu diperlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu bagi setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuanya kurang mampu membiayai pendidikannya, dan berhak mendapatkan bea siswa bagi mereka yang berprestasi," kata Kestian Pasila mahasiswa Alumni Universitas Gajah Mada fakultas Mikrobiologi asal Bagansiapiapi berkomentar. (Aam)

Senin, 30 Agustus 2010

HUT RI KE 65 SEBANYAK 101 NAPI DIBERI REMISI




Bagansiapiapi (Rokan Hilir)

Bupati Rokan Hilir, H Annas Maamun memimpin upacara perayaan hari kemerdekaan RI yang ke 65 dilapangan KONI jalan utama (17/8 ) yang tiba dilapangan tersebut sekira jam 08.29 WIB menggunakan Mobil BM 1 P

Upacara segera dimulai setelah Bupati tiba yang didampingi Wakil Bupati, Suyatno AMP, ketua DPRD, Nasruddin Hasan serta sejumlah unsur MUSPIDA Kabupaten Rokan Hilir. Dalam upacara tersebut yang bertindak sebagai komandan upacara adalah Kapolsek Bangko yakni IPTU Zulkarnain SH.

Pasukan Paskibraka dikawal oleh barisan 45 yang terdiri dari 45 orang pasukan Brimobda Rokan Hilir yang kelihatan kewalahan karena areal penaikan bendera merah putih sedikit berair karena potensi curah hujan yang melanda Bagansiapipi akhir2 ini. dalam upacara yang dihadiri sekitar 300 undangan ini, pembacaan teks proklamasi dipimpin oleh ketua DPRD Rokan Hilir Nasruddin Hasan.

Sesuai upacara, acara dilanjutkan dengan pemberian remisi yang dilakukan secara simbolis oleh Bupati Rokan Hilir merujuk pada surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia Republik Indonesia No W4.485.OT.03.01 tahun 2010 tentang pemberian remisi umum bagi narapidana dan anak pidana. Dalam lampiran SK tersebut terdaftar ada 101 orang yang disetujui diberikan remisi yang sebelumnya diusulkan sebanyak 138 orang. Sedangkan 18 orang akan mendapat remisi langsung.

Dihadapan para Narapidana Bupati menyampaikan bahwa memasukkan pelanggar hukum kepenjara bukanlah suatu alternatif yag terbaik. Hal itu akan berpengaruh pada prilaku sang Napi saat dipenjara. Lingkungan masyarakat merupakan wahana terbaik pada pelanggaran hukum. pelanggaran hukum supaya lebih berintegrasi dengan lingkungannya. Dalam pidatonya, remisi merupakan program yg bertujuan untuk kembali kemasyarakat kearah yg lebih baik dan juga merupakan instrumen terbaik. pemberian remisi harus diserasikan sesuai sarana dalam aktualitasisasi diri dan perbaikan kembali untuk kehidupan masa yg akan datang.

Dalam pidato Bupati bahwa Presiden sudah berencana untuk membuat penjara khusus bagi narapidana penyakit permanen dan narapidana lanjut usia. UU yang sedang digodok tentang perubahan ttg masalah Grasi bertujuan untuk menghindari kekosongan hukum dalam pengisian permohonan grasi. pengajuan grasi minimal 1 tahun.

Disela sela usai pemberian remisi, Bupati berjanji akan memberikan penambahan ruang untuk lembaga pemasyarakatan karena dinilai sudah tidak layak lagi untuk dihuni oleh para NAPI. ”Saya akan mencoba mengajukannya untuk APBD Rohil T.A 2011,” tutur Bupati dihadapan Kepala Rutan, Sulardi, Bc.IP.SH. ”kalau perlu ditambah kolam dan diberikan bibit sayur supaya indah,” kata Bupati menambahkan. ( aam )

DINAS PERIKANAN GELAR SOSIALISASI BUDIDAYA IKAN


"Penerapan Program PNPM Mandiri KP"

Rimba Melintang ( Rokan Hilir )


Sesuai dengan keputusan menteri kelautan dan perikanan Republik Indonesia Nomor KEP.39/MEN/2010 tentang pedoman pelaksanaan program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri kelautan dan perikanan maka sejalan dengan itu mulai tahun 2009 kementerian kelautan dan perikanan (KKP) menginisiasi program pemberdayaan yang merupakan integrasi pemberdayaan pada masing masing eselon satu dalam wadah program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri kelautan dan perikanan ( PNPM Mandiri-KP).


Untuk Dinas Perikanan dan kelautan, program PNPM Mandiri dilaksanakan didahului dengan acara sosialisasi program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri kelautan dan kelautan ( PNPM Mndiri ) tahun anggaran 2010 yang diadakan di kecamatan Rimba Melintang. hal itu dilakukan karena diharapkan program tersebut bisa terlaksana dengan tepat guna sebelum dikucurkan dana PNPM tersebut.


Menurut Trijon yang menjabat sebagai Pembina PNPM Mandiri - KP bahwa diharapkan program ini dapat mendukung program pengentasan kemiskinan yang sedang digalakkan pemerintah utamanya bagi masyarakat kelautan dan perikanan. sesuai dengan visi pembangunan kelautan dan perikanan yakni " Indonesia penghasil produk kelautan dan perikanan terbesar 2015" dengan cara membuat kawasan andalan yang berbasis usaha dibidang kelautan dan perikanan.


pada acara sosialisasi yang dihadiri oleh kepala Dinas perikanan, Drs Rujito, Camat Rimba Melintang, A.Hamid SE beserta staf seluruh Dinas Perikanan dilaksanakan pada hari kamis (19/8) bertempat dikantor camat rimba melintang yang juga dikuti kelompok usaha perikanan masyarakat yang terdiri dari tiga desa dikecamatan Rimba Melintang. A. Hamid SE, mengatakan bahwa dengan ditunjuknya Rimba melintang sebagai kawasan satu satunya di Rokan Hilir untuk percontohan budi daya ikan merupakan salah satu sasaran yang sangat tepat mengingat minimnya pengetahuan masyarakat tentang budidaya ikan tetapi mempunyai animo untuk berusaha dibidang perikanan. " ada sejumlah ikan yang bisa dibudidayakan di Rimba Melintang seperti Ikan Patin, lele, Gurami dan ikan mas," tutur A.Hamid menerangkan.


”Bantuan akan diberikan kepada kelompok perikanan dalam bentuk dana segar," kata Rujito kepada SUPERSI seusai menyampaikan pidato dihadapan masyarakat kelompok usaha. menurut Rujito peran Dinas perikanan hanya sebagai pembina sedangkan pertanggungjawaban keuangan atas penggunaan dana PNPM merupakan tangungjawab kelompok yang telah diberi bantuan. diharapkan dengan bantuan PNPM KP ini, output yang diperoleh dimasyarakat bisa meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat, terwujudnya lapangan kerja baru, berkembangnya skala usaha kelompok masyarakat dan meningkatnya produksi.


Menurut Trijon, Dari hasil survey yang dilakukan diRokan Hilir bahwa tingkat konsumsi makan ikan untuk satu orang adalah sebanyak 17 Kg perorang perkapita pertahun. untuk ditahun 2010 propinsi menargetkan Rokan Hilir untuk mengkonsumsi 33 kg/ orang perkapita pertahun. acara sosialisasi diakhiri dengan berbuka bersama antara peserta dengan staf Dinas Perikanan.(aam)

KEBAKARAN HANGUSKAN TIGA KIOS





“Akibat Tumpahan Bensin”


Bagansiapiapi ( Rohil )

Asap hitam mengepul menjulang tinggi pada pagi hari senin (2/8) sekira jam 8.30 WIB yang telah membuat panik penduduk kota Bagansiapiapi. setelah ditelusuri lokasi kebakaran ternyata berada di jalan pahlawan dekat persimpangan jalan sekip kelurahan Bagan Hulu.

Menurut saksi mata yang juga merupakan pemilik Warnet Aldes, Herman (24) mengatakan bahwa punca kebakaran berasal dari gesekan kendaraan bermotor yang menabrak gerobak sampah yang sedang parkir didepan warnet tempat usahanya. Kendaraan bermotor yang semula diketahui membawa derigen minyak bensin secara tidak sengaja menabrak gerobak sampah sehingga mengakibatkan derigen yang berisi minyak yang dibawanya menjadi tumpah ruah dijalan dan secara tidak sengaja gesekan benda baja tersebut diduga menjadi pemicu timbulnya percikan api sehingga melalap bensin yang tumpat dijalan tersebut.

Akibat kejadian tersebut 3 unit kios yang terdiri dari Aldes Warnet, Kios Bensin dan usaha tukang pangkas yang berdekatan dilokasi kejadian tersebut menjadi korban amukan api serta melalap benda yang berada disekitar lokasi kejadian tersebut. Kejadian yang berlangsung cepat juga turut menghanguskan 3 unit kendaraan yang sedang parkir disekitar lokasi tersebut juga menjadi korban atas amukan api yang berasal dari bensin.

Selang sekira setengah jam, dua unit mobil pemadam kebakaran datang memadam api yang telah menghanguskan ketiga tempat usaha tersebut. dalam waktu 10 menit api bisa dijinakkan. kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun telah menelan kerugian harta benda berupa 4 buah honda, satu unit komputer, perlengkapan tukang pangkas dan perlengkapan dagang kios sampah. Kerugian ditaksir menelan puluhan juta rupiah.

menurut keterangan dari Polsek bangko bahwa dari kejadian tersebut, pelaku bisa dijerat dengan pasal 360 KUHP. Atas dasar kelalaiannya sehingga merugikan orang lain. ( aam )

USAHA PENGRAJIN PUNYA HAK UNTUK MEMANFAATKAN KAYU HPH


Bagansiapiapi ( Rohil )

Rudi Harsono atau lebih dikenal dengan nama Ah Hok yang menjabat Sekretaris Koperasi Usaha Rokan Hilir dan juga pemilik salah satu galangan kapal yang ikut dalam hearing masalah perizinan pengambilan bahan baku kayu untuk membuat Kapal beberapa waktu lalu di Kantor POLDA Riau menerangkan bahwa pelaku usaha seperti usaha galangan kapal yang ada di Bagansiapiapi dikategorikan sebagai usaha pengrajin. “hal itu tertuang pada keputusan menteri kehutanan dan permasalahan ini juga terjadi seperti di Bali,” tuturnya pada Riau Sidik pada beberapa hari lalu ditempat usahanya di galangan kapal sore hari.

Menurutnya, izin dari menteri kehutanan diberikan karena mengingat usaha galangan kapal bukan termasuk jenis usaha industri. Permasalahan itu mencuat mengingat peralatan yang digunakan usaha galangan kapal masih menggunakan peralatan tradisional sehingga dikategorikan sebagai usaha pengrajin. Ia juga menuturkan seperti yang terjadi di Bali, bahwa usaha perkayuan di Bali juga masih menggunakan peralatan tradisional dan mereka dulu sangat susah untuk mendapatkan izin pemanfaatan kayu untuk bahan baku membuat burung garuda setinggi 3 meter.

Dalam hearing itu juga membahas tentang ketentuan bagi perusahaan pemegang HPH, bahwa 5% dari jumlah kayu bagi pemegang HPH adalah milik masyarakat tempatan dengan catatan harus dimanfaatkan dan digunakan untuk usaha masyarakat yang berdekatan dilokasi dimana perusahaan itu berada. ” selama ini mana ada perusahaan yang membeberkan ketentuan tentang 5% hak masyakarat atas perusahaan pemegang HPH tersebut,” kata Rudi dengan nada emosi. ”Jangankan untuk dibantu malah masyarakat diintimidasi kalau mengambil kayu dihutan,” terangnya. Atas pertemuan tersebut yang juga dihadiri kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Kepala Dinas Kehutanan Kab Rohil dan Wakil Bupati juga mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk mengambil kayu atas perusahaan pemegang HPH yang telah diatur dalam aturan. ” Dokumennya nanti saya serahkan agar bisa dipelajari,” kata Rudi.

”Jangankan untuk kayu lokal, kayu yang berasal dari kabupaten lain pun bisa kita pasok ke Rokan Hilir atas persetujuan dari kepala dinas kehutanan propinsi Riau,” jelasnya. ”tapi dengan catatan harus untuk usaha pengrajin dan bukan untuk industri,” kata Rudi menambahkan. ( Aam )

KEPENGHULUAN BAGAN JAWA GELAR PERMAINAN RAKYAT



” Dalam Rangka Menyambut HUT RI Ke 65 ”


Bagansiapiapi ( Rohil )

Sudah puluhan anak mencoba meraih amplop yang bergantungan diatas batang pinang ditengah sungai yang mengalir membelah diperkampungan padat di perumahan penduduk pada hari minggu yang lalu di sore hari didekat mesjid jamik kepenghuluan Bagan Jawa. Sorakan penonton menyemangati peserta yang terdiri dari anak anak yang berusia dibawah 15 tahun dengan penuh ketabahan mengantri untuk mengambil kesempatan melintasi tali yang membentang menuju batang pinang yang letaknya ditengah sungai. Tidak tertahankan tawapun meledak saat peserta jatuh kesungai sebelum mencapai batang pinang yang sudah diisi amplop dengan jumlah uang puluhan ribu rupiah.

Itulah pemandangan yang bisa dilihat saat pertandingan dalam rangka menyambut HUT RI yang ke 65 jatuh pada hari selasa bulan agustus tahun 2010 ini. ” karena peringatan HUT RI dalam bulan puasa, maka pertandingan untuk menyambut HUT RI terpaksa kita percepat,” Kata Yusnidar penghulu Bagan Jawa yang bertindak sebagai sponsor pada pertandingan tersebut. Selain itu pada hari itu juga diadakan perlombaan pacu goni yang diikuti peserta dari anak anak.

Yusnidar mengatakan bahwa ia menyambut baik kegiatan ini dan memberikan penghargaan yang luar biasa kepada masyarakat kepenghuluan Bagan Jawa yang telah berpartisipasi dalam memeriahkan HUT RI yang ke-65 dengan mengikuti berbagai kegiatan pertandingan. "dengan melalui berbagai pertandingan olahraga dan permainan rakyat untuk memeriahkan HUT RI yang ke-65 berarti masyarakat Kabupaten Rokan Hilir khususnya kepenghuluan Bagan Jawa sangat mencintai negara kesatuan Republik Indonesia,"ujar Yusnidar.
Dengan memeriahkan HUT RI ke-65, ungkap Penghulu Bagan Jawa juga untuk mengenang kembali sejarah perjuangan Bangsa Indonesia yang diperjuangkan oleh para pendiri kemerdekaan 65 tahun yang lalu sekaligus sebagai upaya menumbuh kembangkan dan melestarikan jiwa dan semangat kebangsaan kepada generasi penerus guna melanjutkan cita-cita perjuangan para pahlawan kesuma bangsa melalui kegiatan pertandingan."Disamping itu dengan kegiatan pertandingan olahraga dan permainan rakyat dalam rangkaian memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-65 ini, akan tumbuh suatu semangat yang dimaknai oleh Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang pada gilirannya akan menjadi suatu energi dalam upaya kita untuk terus melaksanakan pembangunan di Kabupaten Rokan Hilir,"jelasnya.
Yusnidar selaku Ketua Panitia Pelaksana mengatakan tujuan memeriahkan HUT RI ke-65 dengan kegiatan pertandingan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. "adapun kegiatan yang dilaksanakan dalam memeriahkan HUT RI ke-65 dengan beberapa pertandingan cabang olahraga dan permainan rakyat,"terangnya ( aam )

SUSAHNYA MENDAPAT OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN


”Akibat Minimnya SDM Akuntansi Pemerintahan”

Bagansiapiapi ( Rohil )

BPK menilai wajar jika banyak laporan keuangan lembaga pemerintah yang dinyatakan disclaimer. Sebab, mulai dari sistem perencanaan, pencatatan, pelaksanaan hingga pengawasannya tidak mencerminkan sistem akuntansi lembaga publik yang seharusnya. Akuntabilitas dan pelaporan keuangan merupakan tolok ukur keberhasilan dari sistem manajemen keuangan untuk anggaran berbasis kinerja
"makanya di Rokan Hilir laporan keuangan masih mendapat opini wajar dengan pengecualian," kata Syafri SH, Kepala Kantor Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir kepada Riau Sidik diruang kerjanya beberapa hari lalu. Opini ini diberikan karena meskipun ada kekeliruan, namun kesalahan atau kekeliruan tersebut secara keseluruhan tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

Syafri mengakui untuk membuat sebuah laporan keuangan berdasarkan aturan tidaklah mudah. Ini terjadi karena Rohil masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan latar belakang akuntansi pemerintahan yang memadai. Dikatakan Syafri, dari hasil pemeriksaan BPK, laporan keuangan Kabupaten Rohil dinyatakan wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion) . Namun, ada beberapa hal yang menjadi catatan serta evaluasi agar pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah pada masa mendatang menjadi lebih baik.

Menurutnya, minimnya SDM untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan membuat masing masing satker tidak bisa menyerahkan laporannya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Inspektorat. hal itu mengakibatkan keterlambatan dalam menyerahkan hasil audit kepada pemerintah provinsi. "belum lagi keterlambatan masalah jadwal pelelangan proyek yang harus diselesaikan tahun ini juga," keluh Syafri. ”tujuan Bupati sudah bagus untuk mengintruksikan seluruh Satker agar mendesak kontraktor menyelesaikan pekerjaaanya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam jadwal kerja namun karena permasalahan dilapangan harus menghadapi kontraktor yang tidak patuh kadang kadang jadwal pelelangan harus molor karena masih ada proyek yang belum diselesaikan,” tutur syafri.
Di samping itu, pimpinan di instansi pemerintahan juga harus mengetahui laporan neraca lembaga yang dipimpinnya. Jangan hanya menyerahkan masalah keuangan pada bagian keuangan saja. “Banyak kepala-kepala dinas yang tidak tahu ketika ditanya tentang assetnya. Repotnya juga, belum banyak yang mempunyai kemampuan membuat laporan neraca dengan baik,” terangnya.
Susahnya mendapatkan hasil laporan keuangan dengan predikat "wajar tanpa pengecualian" membuat inspektorat Rokan Hilir harus berusaha lebih keras melakukan sosialisasi dengan semua instansi dengan melakukan pelatihan untuk melakukan pembukuan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dengan berpedoman pada standar akuntansi Pemerintahan. " untuk opini wajar tanpa pengecualian cuma disandang oleh pemerintah kota pekanbaru saja," ujar syafri. Menurutnya lagi seandainya Rokan Hilir mempunyai laporan keuangan dengan mendapat opini wajar tanpa pengecualian ( unqualified opinion ) maka sudah tentu kucuran DAK bisa kita kuras dan memperolehnya dengan mudah.

Terlepas dari masalah tersebut selain minimnya SDM yang membidangi masalah keuangan, rekomendasi rekomendasi hasil temuan BPK pun ada yang sampai sekarang belum ditindaklanjuti. Selain itu penempatan pegawai yang sudah mempunyai sertifikasi bimbingan tekhnis dan kegiatan juga menjadi bahan pertimbangan. Menurutnya pegawai yang sudah memperoleh sertifikasi khusus membidangi masalah proyek juga harus mendapat tempat yang layak sesuai dengan profesi yang diembannya. ”saat mutasi pegawai yang memperoleh sertifikasi kadang kadang tidak mendapat posisi sesuai dengan jabatannya, padahal untuk memperoleh sertifikasi Bimtek harus menguasai Keppres 80,” tutur syafri menjelaskan.

Dalam hal pengawasan lewat mekanisme audit keuangan dan audit kinerja dia mengusulkan agar ada sinkronisasi antara BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). Di samping diberikan peran yang lebih besar dalam mengawasi keuangan pemerintah. “Nantinya peran BPK lebih ke audit keuangan dan BPKP ke audit kinerja,” katanya. ( aam )

MOBIL PUSTAKA KELILING TIDAK DIFUNGSIKAN


”Hidup Enggan Mati Tak Mau”

Bagansiapiapi ( Rohil )

Puluhan buku berjejer dirak rak buku yang jarang disentuh oleh para pengunjung yang datang di kantor arsip dan perpustakaan. Kalau dilihat dari luar kantor perpustakaan jarang kita lihat pegawai atau tenaga honor berada dimeja kerjanya karena selalu ditinggalkan entah pergi kemana. Ketika dilongok kedalam beberapa staf kantor tersebut menghabiskan waktu menonton TV yang ditayangkan dibeberapa stasiun televisi swasta. Niat untuk meminjam buku terpaksa harus diurungkan karena terganjal administrasi. ” Bisa dipinjam bukunya buk,” ujar kami saat ingin meminjam buku di perpustakaan yang berjejer buku yang berasal dari hibah dan dari pengadaan proyek tahun anggaran 2009. ” Saat ini belum bisa dipinjam karena belum dibuat kartu peminjaman,” kata penjaga perpustakaan menjawab acuh tak acuh dengan pandangannya kembali tertuju mengarah ke TV yang menayangkan cerita sinetron dipagi hari. Jawaban yang sama kami dapatkan ketika kami mau meminjam buku enam bulan yang lalu. Mungkin agak membingungkan dengan jumlah buku hanya bisa dihitung dengan jari harus menunggu berbulan untuk dapat meminjam di perpustakaan tersebut.

Mobil perpustakaan keliling bantuan dari provinsi pun tidak pernah difungsikan. . Bisa dikatakan mobil tersebut sering parkir didepan kantor perpustakaan diterpa hujan dan panas sampai menunggu lapuk ditelan waktu. Beruntung mobil tersebut tidak digunakan untuk berbelanja di pasar inpres seperti yang sering di lihat milik salah satu mobil bekas anggota Dewan dimana mobil tersebut sering nangkring di depan pasar inpres. Sudah puluhan kali datang jarang kami melihat kepala kantor berada di tempat saat kami ke perpustakaan. ” Seharusnya tenaga perpustakaan adalah orang orang yang mempunyai talenta mengurus administrasi perpustakaan, sabar dan mencintai buku,” kata Arwinsyah sekretaris persatuan investigasi jurnalis anti korupsi ( PIJAK ) Kabupaten Rokan Hilir. ” seandainya hal tersebut tidak di benahi maka sudah tentu kantor perpustakaan cuma tempat orang putus harapan,” ujar Arwin. ” apalagi buku buku yang dipajang pun tidak bermutu sehingga kebanyakan pengunjung enggan datang ke perpustakaan,” kata Arwin menambahkan.

Memang diakui, dilihat dari luar kantor perpustakaan kurang terlihat bergairah untuk menarik pengunjung. Tidak terlihat usaha dari staf dan pegawai dikantor tersebut untuk mensosialisasikan gemar membaca atau mencintai buku dengan cara cara dan program tertentu agar perpustakaan tersebut bisa lebih akrab dengan masyarakat. ( aam )

Jumat, 27 Agustus 2010

PEMERINTAH PUSAT AKAN SEGERA LUNCURKAN DANA PNPM MANDIRI


Bagansiapiapi ( Rohil )
Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Melalui PNPM Mandiri dirumuskan kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya penanggulangan kemiskinan.
Hal itu menjadi pembicaraan pada pertemuan membahas tantang penyaluran dana PNPM untuk Kabupaten/kota yang juga diikuti Kab Rokan Hilir melalui Dinas Cipta Karya di Jakarta beberapa hari lalu. Menurut Ir Amiruddin MM, bahwa penyaluran dana PNPM yang melalui Dinas Cipta Karya khusus untuk pembangunan infrastruktur seperti Jembatan, Jalan, Sumur Bor, dan bangunan fisik lainnya. ”Pemerintah pusat akan memberikan dana PNPM sebesar 250 juta perdesa untuk pembangunan jalan dan jembatan yang sifatnya sesuai dengan usulan dan kebutuhan masyarakat tempatan,” tutur Amiruddin yang merupakan Kepala Dinas Cipta Karya kepada Riau Sidik pada beberapa hari lalu diruang kerjanya.
Pelaksanaan PNPM Mandiri untuk tahun 2010 dimulai dengan pembangunan fisik dengan menyalurkan dananya kepada OMS yang telah dibentuk desa tersebut melalui musyawarah pedesaan. ” nanti OMS akan membuka rekening bank agar penyaluran dana bisa dipertanggung jawabkan penggunaannya,” kata Amiruddin.
menurutnya, PNPM Mandiri diperkuat dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh berbagai departemen/sektor dan pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2010 juga akan diprioritaskan pada desa-desa tertinggal. Menurutnya, kriteria penilaian desa yang akan diberikan bantuan dana PNPM bergantung pada hasil survey konsultan yang turun dilapangan. ”ada 29 desa di Rokan Hilir yang telah diberi bantuan dana PNPM Mandiri dan semuanya telah berhasil dalam melaksanakan proram tersebut,” kata Amiruddin sambil memperlihatkan foto foto pembangunan fisik yang berasal dari dana PNPM. Fungsi Dinas Cipta Karya adalah sebagai pembina kepada masyarakat agar dana yang disalurkan sesuai dengan program yang diharapkan. Menurutnya lagi Untuk tingkat propinsi pembinaan dinamakan dengan PPAYU ( Provinsi project impelementasi ) sedangkan untuk tingkat kabupaten dinamakan DPAYU ( Distrik Projek Bumi ayu ) ( Aam )

PENGEDAR GANJA BERHASIL DIRINGKUS


”Beserta Barang Bukti Ganja Seberat 2,5 Kg”

Bagansiapiapi ( Rohil )

Kerja keras tim buser dengan Kapolsek Bangko, IPTU Zulkarnain,SH beserta jajarannya akhirnya membuahkan hasil. Berdasarkan laporan dari informan dan kesabaran tim buser akhirnya pengedar ganja bisa dibekuk pada selasa (3/8) jam 03.00 dini hari di desa labuhan tangga kecil berdekatan dengan jembatan parit II.

tersangka Tuah Alias Ucok (36) yang sehari hari bekerja sebagai petani merupakan tamatan sekolah dasar yang menurut pengakuannya baru pulang bekerja dari malaysia. Ia berboncengan dengan tersangka Zulkifli (34) yang semula rencana mereka menuju ke Bagansiapiapi untuk mengedarkan barang haram tersebut. Rupanya gerak gerik mereka sudah terendus oleh tim dari Polsek Bangko. berkat informasi yang diperoleh tim buser polsek bangko sehingga pada malam itu juga mereka meluncur untuk melakukan penyergapan ke TKP. kedatangan tim buser sudah terlihat oleh mereka berdua sehingga dengan sigap mereka mencoba untuk menghilangkan barang bukti berupa bungkusan daun ganja kering kesemak semak ditepian jembatan kayu.

Saat ditangkap pelaku mencoba mengelak untuk mengakui perbuatannya. Namun karena pengakuan temannya yang sudah duluan ditangkap berinisial ’no’ yang mengenali mereka maka akhirnya kedua pelaku tidak bisa mengelak dan selanjutnya dilakukan penyidikan dan dimintai keterangan untuk pengembangan kasus kepemilikan ganja ini

Dari hasil tangkapan tersebut, telah disita barang bukti berupa dua bungkus ganja kering yang dibalut kertas koran seberat 2,5 Kg yang ditaksir berharga 5 jutaan serta uang berjumlah Rp 241 ribu dan cincin 2 buah berikut HP sebanyak dua unit.

Menurut kanit reserse polsek Bangko, IPTU Jufri SH, kedua pelaku selama ini sudah termasuk dalam DPO ( Daftar Pencarian Orang ) dan saat ini kedua pelaku menikmati dinginnya hotel prodeo kantor polsek Bangko ( Aam )

FITNAH DAN CACIAN JANGAN MEMBUAT KAPOLSEK YANG BARU TAKUT


” Acara Sertijab Kapolsek Kecamatan Bangko”

Bagansiapiapi ( Rohil )

Acara serah terima jabatan antara Kapolsek lama AKP Jose DC Fernandez SIK dengan IPTU Zulkarnain SH pada malam minggu (10/7) digedung serbaguna Bagansiapiapi.

Iptu Zulkarnain yang sebelumnya menjabat sebagai Reskrim di Polres Kabupaten Pelalawan merupakan putra asli Kabupaten Langkat di Sumatera Utara. Pada acara tersebut turut juga diundang para pengusaha lokal, tokoh agama,tokoh masyarakat, Penghulu, camat dan Upika setempat.

Pada sambutan perpisahannya, mantan Kapolsek Bangko, AKP Jose DC Fenandez yang akan mendapat jabatan baru sebagai Kasat Narkoba di Kotamadya Dumai menyampaikan bahwa ia mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Bangko untuk selalu bekerjasama saling bahu membahu untuk memberantas kejahatan yang ada di Kecamatan Bangko. Menurut Sekretaris Forum Komunikasi Masyarakat Bagansiapiapi ( FKMB ), Arwinsyah mengatakan bahwa sudah banyak prestasi yang ditoreh oleh Jose sewaktu menjabat sebagai Kapolsek Bangko. terutama pada pemberantasan dan perburuan bandar Narkotika sampai pemberantasan Illegal Logging dan Judi. ” semua cacian dan fitnah yang ditujukan kepada saya tidak membuat saya surut untuk terus melangkah dalam membuat perubahan di tubuh Polri,” kata Jose sewaktu menyampaikan pidatonya dihadapan anak buah dan undangan yang hadir.

”Saya harap kepada Kapolsek yang baru untuk tidak takut menghadapi fitnah dan cacian dan saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh staf kepolisian Bangko dan kepada seluruh jajaran untuk selalu membawa perubahan paradigma kepolisian kearah yang lebih baik ,” kata Jose dengan nada tegas.

Dalam kesempatan itu juga , kapolsek yang baru menjabat IPTU Zulkarnain mengatakan bahwa menjadi suatu tanggung jawab dan tantangan yang besar untuk menjadi Kapolsek Bangko dengan wilayah yang luas yakni kota Bagansiapiapi dan sekitarnya. Ia berjanji akan berusaha lebih keras menangani dan melanjutkan kasus yang merupakan PR buatnya untuk melanjutkan pekerjaan dari kakak seniornya yakni AKP Jose DC Fernandez sewaktu di Akademi Kepolisian dulu.

Pada malam itu tidak ketinggalan juga tokoh masyarakat yang diwakili oleh Bathrim menyampaikan rasa terimakasihnya selama Jose menjabat sebagai Kapolsek Bangko yang selama ini bisa menentramkan masyarakat dengan sejumlah kebijakan yang telah dibuatnya.

Pada akhir acara tidak terasa air mata haru mantan Kapolsek Bangko, Jose Fernandez berlinang saat menerima cendra mata sebagai tanda perpisahan dari para anak buah dan tokoh masyarakat. Selamat jalan Pak Jose dan selamat bertugas ditempat baru Bapak Iptu Zulkarnain. (aam)

KORDINATOR TINJAU KONDISI PRAJA DI KECAMATAN


Sinaboi ( Rokan Hilir )

Ratusan praja IPDN melakukan praktek lapangan di Kabupaten Rokan Hilir. ”ada sepuluh kecamatan yang menempatkan praja IPDN di Kabupaten Rokan Hilir,” kata Tugiman Marto yang bertindak sebagai Ketua Koordinator penempatan Praja IPDN di tiap kecamatan se Kabupaten Rokan Hilir. ” diantara mereka ada yang berasal dari Papua yang berjumlah lima orang dan aceh satu orang,” ujar Tugiman memapaparkan.

Dijadikannya kabupaten Rokan Hilir pilihan lokasi praktik para praja dikarenakan Rohil banyak menerima penghargaan diantaranya penghargaan kebersihan dan pelayanan publik. Apalagi Rokan Hilir termasuk penduduk yang heterogen dengan banyak suku yang tinggal di daerah tersebut.

Para praja akan berada di Kabupaten Rokan Hilir selama 21 hari. Para praja itu akan disebar di 10 kecamatan. ”Selama itu para praja akan beradaptasi dengan para penduduk dengan belajar langsung dalam system pemerintahan,” Kata Asmadi Penghulu Sinaboi yang ikut mendampingi Camat Sinaboi, Basri dan Ketua Kordinator Praja untuk tingkat Kabupaten, Tugiman Marto SH di Kec Sinaboi pada hari selasa (13/7).

”Karena teori yang dipelajari di IPDN, belum tentu sesuai dengan praktek. Terutama bagaimana menghadapi masyarakat yang saat ini lebih kritis, Ilmu yang didapat selama 4 tahun di pemerintahan, belum menjamin bisa bergelimang di tengah pemerintahan,” jelas Tugiman.

Adaptasi dengan masyarakat, lanjut dia, mutlak diperlukan. lulusan IPDN yang tidak mampu beradaptasi tidak akan bisa menjadi pamong sejati. Menurut Basri, untuk dikecamatan Sinaboi ditempatkan praja sebanyak 29 orang. Selain beradaptasi mereka juga melakukan upacara bendera, kegiatan pemerintahan, mengenal sosial budaya penduduk setempat. Menurutnya penduduk sangat merespon kehadiran para praja dengan memberikan informasi yang diperlukan mereka. Dengan bahu membahu para praja melakukan gotong royong memperbaiki jalan yang rusak dan memberi nama jalan yang belum ada. ” sebagai induk semang saya akan memfasilitasi perlengkapan penunjuang kegiatan mereka agar bisa betah disini,” tutur Basri penuh harap. ( aam )

MASALAH TENAGA KERJA PERLU KOORDINASI


“Terkait Masalah Rekrutment Naker PT Timas ”


Bagansiapiapi ( Rohil )


Persoalan masalah tenaga kerja yang memprioritaskan pekerja lokal sesuai dengan surat edaran Gurbernur Riau tampaknya masih belum direspon aktif oleh perusahaan yang beroperasi diRokan Hilir. gejolak dari masyarakat yang mengharapkan peran serta dari organisasi kemasyarakatan, aparatur pemerintah serta unsur legislatif untuk terlibat serta dalam membahas pengalokasian tenaga kerja lokal hingga sampai saat ini masih belum mencapai titik temu. "hal itu menjadi sempat timbul polemik untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi," kata H. Syamsudin Mar. S.Sos Kabid bagian industrial di Dinas Tenaga Kerja pada hari senin (12/7) diruang kerjanya. ia mengatakan bahwa koordinasi antara DPRD dengan Dinas Tenaga kerja selama ini untuk memanggil pihak perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang menyangkut pengalokasian tenaga kerja didaerah kurang direspon aktif. "ketika ada pemanggilan terhadap manajer atau humas Perusahaan dalam menyelesaikan masalah ketenaga kerjaan, kami dari Dinas Tenaga kerja tidak pernah diikut sertakan," keluh Syamsimar.

Menurutnya hal itu akan berdampak pada pengambilan keputusan dalam mencari jalan keluar terhadap penyelesaian masalah tenaga kerja lokal. "seharusnya DPRD yang membidangi masalah tenaga kerja memanggil kami untuk menyelesaikan masalah yang menyangkut PT. Timmas karena kami lebih mengetahui pokok permasalahan dengan mengacu pada UU dan keputusan dari Gurbernur Riau," kata Syamsimar dengan nada miris.


Menurut HJ Suryati Ketua Partai Amanat Nasional Kab Rohil yang juga membidangi dikomisi IV untuk masalah ketenaga kerjaan DPRD Rohil membantah bahwa selama ini permasalahan yang terjadi sudah dikoordinasikan kepada Dinas Tenaga Kerja. ” pada saat itu yang datang cuma kuasa hukum dari PT Timas, sedangkan manager perusahaan tidak datang,” ujar Suryati yang lebih dikenal dengan panggilan Tati mencoba meyakinkan. ” begitu juga dengan kepala Dinas Tenaga Kerja waktu itu masih dijabat oleh Said Zen juga turut hadir,” Kata Tati menambahkan. Menurutnya permasalah dengan PT Timas dianggap sudah selesai dan Pihak perusahaan sudah mau menuruti ketentuan dan mengalokasi tenaga kerja lokal.

Tati cuma berharap kepada seluruh perusahaan untuk mengutamakan dan menerima putra daerah bekerja diperusahaan yang beroperasi di Rokan Hilir dengan mengacu pada segi kualitas dan kriteria sesuai dengan kebutuhan perusahaan dengan tidak membatasi penerimaan tenaga kerja lokal .
“Kita inginnya perusahaan berniat untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam hal rekrutmen ini dalam bentuk prosedur yang sesuai perda dan pembagian porsi penempatan putra daerah. Jika kedapatan menyalahi peraturan maka akan kita tindak dengan tegas,” sebut Tati.
Di tempat terpisah , Syamsimar mengatakan, pihak perusahaan semestinya menjalin kerjasama dengan pemerintah dalam melakukan rekrutmen tenaga kerja, yakni dengan memasang pengumuman di kantor Disnaker atau membagi kesempatan yang sama dengan daerah lain untuk mengumumkan rekrutmen tersebut. ( Aam )

BANTUAN BIBIT SAWIT DIDUGA DISELEWENGKAN


Bagansiapiapi ( Rokan Hilir )

Bantuan bibit sawit yang diperuntukkan bagi pemilik lahan yang termasuk dalam program K2i saat ini diduga telah disalurkan oleh Dinas Perkebunan yang direncanakan akan diberi bantuan sebanyak 5000 buah bibit sawit untuk kelompok tani yang ada di Parit Aman. Dari hasil penelusuran tim LIRA Kabupaten Rokan Hilir yang terdiri dari HASYIM KHAN, ARWINSYAH, dan MIRZA diketahui bahwa bibit sawit tersebut diduga telah dikeluarkan dari tempat pembibitan yang berlokasi di Parit Sembilan Desa Sungai Sialang sebanyak 2000 bibit yang direncanakan sebelumnya akan dikeluarkan sebanyak 5000 bibit. Dari hasil wawancara tim LIRA dengan penjaga bibit sawit PARNO (42) bahwa bibit sawit tersebut diduga diangkut dengan menggunakan truk dan colt diesel yang dilakukan pada malam hari dimana setiap diangkut, para supirnya dibekali dengan surat pengantar yang dibuat oleh Dinas Perkebunan yang ditanda tangani oleh tenaga PPL, Daliusman (34) dan Dedi Gunawan SP ( 36). Sebagaimana diketahui bahwa bibit sawit tersebut merupakan proyek pengadaan bibit yang dibeli melalui APBD Rokan Hilir tahun Anggaran 2006 sebanyak 60 ribu bibit.


Namun karena ada permasalahan lahan k2i yang kepemilikannya disinyalir tumpang tindih maka bibit tersebut harus diinapkan di areal pembibitan di desa Sungai Sialang sampat saat sekarang ini hingga bibit tersebut mencapai umur tiga tahun yang sudah berbuah pasir. Dari pada terbuang percuma maka kepala Dinas Perkebunan NAHROWI, yang menurut keterangan darinya disinyalir bahwa Bupati sudah mengintruksikan kepadanya agar bibit tersebut dibagikan kepada kelompok tani yang telah mengusulkan melalui proposal ke Dinas Perkebunan untuk diseleksi serta diverifikasi sesuai dengan yang berhak menerima bibit tersebut.

Terlepas dari permasalahan tersebut, dari keterangan HASYIM KHAN , yang mengutip informasi dari SYAFRI YUNAN, atau lebih dikenali dengan panggilan sehari hari H.FELI bahwa bibit tersebut direncanakan akan dibagi langsung oleh Bupati Rokan Hilir H.ANNAS MAAMUN, ke tiga belas kecamatan melalui camat dan lurah setempat sesuai dengan jumlah kelompok tani yang terdaftar didaerah tersebut. Seandainya keterangan yang diberikan oleh H. FELI tersebut memang benar, tentunya kebijakan yang diambil oleh kepala dinas Perkebunan, NAHROWI bertentangan dengan rencana Bupati untuk membantu bibit sawit berdasarkan persetujuan dan nota darinya.


”Masyarakat akan bertanya, apakah benar bibit sawit yang dikeluarkan sudah sesuai dengan prosedur serta sudah diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan standar program k2i yang selama ini selalu didengung dengungkan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten,” kata Arwinsyah Ketua Tim Investigasi LIRA. ”ataukan lahan yang diberikan bantuan tersebut merupakan lahan pejabat yang dititipkan kepada masyarakat miskin untuk diserahkan mengelolanya agar tidak terlacak oleh tim auditor,” tutur Arwinsyah menambahkan. Jika memang hal ini terbukti, kepala Dinas Perkebunan NAHROWI diduga sudah melanggar pasal 372 tentang penggelapan.

Namun hingga saat ini dari hasil pantauan tim investigasi LIRA bahwa bibit tersebut sudah dibawa kejalan siak ujung Bagansiapiapi dengan menggunakan sampan dan dihanyutkan menuju lahan yang siap menanti yang menurut keterangan dari NAHROWI bahwa bantuan bibit tersebut atas nama kelompok tani, tapi menurut dari tim investigasi LIRA bantuan tersebut tidak diketahui siapa yang menerimanya dan kepemilikan lahannya, entah punya pejabat atau memang untuk masyarakat miskin. ( aam)

Jumat, 02 Juli 2010

RITUAL PERAYAAN BAKAR TONGKANG DIWARNAI LOMBA SAMPAN KOTAK




Bagansiapiapi ( Rokan Hilir )

Perayaan Ritual Bakar Tongkang tahun ini dibuat tidak jauh berbeda dengan tahun lalu yakni diadakannya perlombaan pacu sampan kotak. acara yang dimulai pada sore hari minggu (27/6) yaitu arak arakan masyarakat chinese membawa masing masing nama dewa dan nama marga ke tempat areal bakar tongkang, menurut Ah Lim, ada sekitar 100 nama dewa lebih seperti dewa harimau, dewa bangau putih, dewa kwan tong, dewa Nacha dll, menurut kepercayaan, ritual ini seperti menghormati dan mengantar dewa ketempat pembakaran agar diberkahi, acara serupa seperti ini nanti akan dilakukan pada hari senin (28/6) dipuncaknya Ritual Bakar Tongkang.

Jumlah tamu yang nginap di hotel mengalami kenaikan terutama hotel kelas Melati yang tumbuh menjamur. berkaca pada tahun lalu bahwa jumlah turis yang datang pada acara ritual tersebut tidak bisa dibendung sehingga banyak usahawan lokal menambah jumlah kamar dengan membangun hotel untuk ditempati para turis tersebut. menurut keterangan dari receptionis hotel Bagan, kamar hotel tersebut sudah terisi penuh sejak 4 hari minus hari H dan menurutnya tamu yang menginap terdiri dari tamu dari turis domestik dan luar negeri yakni Malaysia dan Singapore dan Taiwan.

Menurut Agenda pada pagi hari senin (28/6) jam 09. 00 pagi akan diadakan lomba pacu sampan kotak yang diikuti sebanyak 71 sampan, perhatian masyarakat akan tertuju di lokasi pacu sampan di KM 6 untuk melihat secara langsung perayaan tersebut. sejumlah organisasi lokal serta siswa siswi sekolah diharapkan ikut berpartisipasi untuk menyambut kedatangan Menteri Perikanan dan Kelautan, Ir Fadel Muhammad, dan Gurbernur Riau, Rusli Zainal SE, yang nantinya akan diriingi dengan Marching Band serta Rebana. sebelum acara lomba dilaksanakan direncanakan pejabat yang diundang yakni Menteri Perikanan dan Kelautan Kabinet Indonesia Bersatu II, Ir Fadel Muhammad ,Gubernur Riau dan Kapolda Riau serta beberapa Muspida akan melihat secara langsung pacu sampan kotak tersebut di cafe H. Ujang Leno yang disulap menjadi tempat pesanggrahan para pejabat.


Dari agenda yang telah dibuat, pada hari yang sama jam 13.00 Wib dilanjutkan dengan acara puncak yakni Ritual Bakar Tongkang. Saat itu bisa dibayangkan bahwa alat musik khas chinese seperti loya serta bau asap dan abu yang terbang dari hio yang dibakar akan tampak mengepul dipenjuru kota Bagansiapiapi. acara ini untuk mengingatkan masyarakat chinese pada sejarah disaat marga Ang yang terdiri dari 18 orang merantau ke Bagan pada tahun 1826 SM dan salah satunya adalah perempuan. Mereka ini sebelumnya adalah penduduk asli RRC yang migran ke Desa Songkla Thailand tahun 1825 masehi. Ketika pecah kerusuhan di Desa Songkla Thailand antara warga Desa Songkla dengan etnis Tionghoa ini tahun 1825 masehi, etnis Tionghoa menyelamatkan diri pindah ke Bagan dengan tiga tongkang kayu mengarungi lautan. Di tengah perjalanan di laut, dua tongkang tenggelam, dan satu tongkang selamat berlabuh di Bagan. Sebelum tiba di Bagan mereka berlabuh terlebih dahulu di Kerajaan Kubu. Namun karena merasa kurang aman, akhirnya etnis Tionghoa ini pindah ke daratan Bagan. Satu tongkang yang selamat, menurut kisahnya disebabkan karena terdapat patung Dewa Tai Sun di haluan tongkangnya, yaitu satu-satunya dewa tak punya rumah, yang hidupnya hanya menggembara. Sedangkan dewa Ki Ong Ya diletakkan di rumah kapal (magun). Karena ada kedua dewa ini di dalam tongkang, maka selamatlah mereka menempuh perjalanan yang penuh tantangan itu. Dari peringatan acara Bakar Tongkang tahun 2010 ini sebenarnya ada sesuatu yang tergandung di dalamnya, yaitu ingin melaksanakan sembahyang untuk mendapatkan berkat, keberuntungan, kemudahan rezeki, sekaligus menyampaikan pesan sejarah. Tapi juga terdapat potensi pariwisata. Ada sekitar 25.000 wisatawan nusantara dan mancanegara berkunjung ke Bagan saat ini. Mereka selain melaksanakan ritual sembahyang, bakar hio, bakar kim, juga ikut dalam iring-iringan tongkang ke lokasi pembakarannya di Jalan Perniagaan ujung Bagansiapi- api. Namun sangat disayangkan dari pengamatan Aspirasi, sampai detik ini tidak seorangpun pedagang menjajakan handycraft ( Kerajinan Tangan ;red ) dari bentuk miniatur Tongkang yang dijual dipasar selain dari pedagang baju dan celana yang lebih identik disebut dengan pasar malam. ( aam )

LEMBAGA PENDIDIKAN BERIKAN UJIAN PAKET A DI RUTAN


Bagansiapiapi ( Rohil )

Ujian paket A setara pendidikan sekolah dasar yang diikuti oleh para Nara Pidana di rumah tahanan Bagansiapiapi berlangsung tertib dan aman layaknya ujian disekolah sekolah formal yang dilaksanakan pada hari Jumat (2/7) bertempat di Lapas ( lembaga pemasyarakatan ) Bagansiapiapi yang dijadwalkan selama tiga hari. Para peserta ujian dengan penuh keyakinan menjawab soal yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui bimbingan tutor berjumlah empat orang yang berasal dari Lembaga Pendidikan Buta Aksara PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Mengajar ) Matahari yang diketuai oleh Khairul Fahmi. utor tersebut mengajar dan memberi petunjuk bagaimana cara mengisi lembaran jawaban yang penilaiannya menggunakan sistem komputer. Para Napi yang rata rata berumur 29 tahun ada juga kelihatan tersenyum dan bersenda gurau sambil melihat lembaran soal yang dibacanya. Mungkin ada keraguan dibenak para Napi tersebut untuk mengisi lembaran jawaban yang berjumlah 50 soal sebanyak enam bidang study. Apalagi pelajaran tersebut kelihatannya masih awam bagi mereka yang tidak tamat sekolah dasar. ” ada lima belas peserta ujian yang mengikuti ujian untuk paket A sekarang ini,” tutur Jendri (23) yang merupakan salah satu tutor wanita di PKBM Matahari yang dipercayakan Pemerintah Provinsi untuk melaksanakan paket A di Kabupaten Rokan Hilir. ” seharusnya jumlahnya lebih banyak dari sekarang namun karena banyak napi yang sudah dibebaskan makanya hanya sebanyak ini yang bisa ikut,” kata Jendri menambahkan.

Bagi peserta ujian akan diberikan ijazah paket A setara dengan ijazah untuk lulusan sekolah dasar dengan harapan agar para Napi bisa melanjutkan pendidikan mereka ketingkat sekolah yang lebih tinggi dengan mengandalkan ilmu dan ijazah yang mereka peroleh untuk bekal mereka seandainya dibebaskan nanti.

Memang diakui bahwa kualitas dan mutu untuk materi yang diajarkan dan diujiankan tidaklah sebanding dengan sekolah formal, namun hal tersebut setidaknya memberi sedikit harapan kepada para Nara Pidana agar waktu yang terbuang disebalik jeruji bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif baik itu untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dari bidang study yang diajarkan maupun keterampilan yang diberikan oleh lembaga pendidikan dan keterampilan yang yang sebelum ini juga ikut mengambil andil dalam memberikan rehabilitasi sumber daya manusia kepada para Napi di lembaga pemasyarakatan di Bagansiapiapi. Terlepas dari itu manfaat yang diberikan oleh lembaga pendidikan dan ketrampilan tergantung dari para napi tersebut untuk mengembangkan dan mempraktekkannya saat dia bebas nanti dengan tujuan untuk merubah hidupnya kearah kehidupan yang positif atau kembali ke pekerjaan lamanya ( aam )

It's me

It's me

Jemur Island

Jemur Island

Menikmati Keagungan Tuhan

Menikmati Keagungan Tuhan

Lomba Tradisional Sampan Lopap

Lomba Tradisional Sampan Lopap
pacu sampan lopap

Potret

Potret
Masyarakat Bagan
Negeri Seribu Kubah

Gallery

Hai Sobat! Selamat Datang Di Jalan Perwira Bagansiapiapi