Jumat, 18 Desember 2009

HUT KORPRI KE 38 DIADAKAN KEGIATAN SUNATAN MASSAL


Bagansiapiapi SIDIK

Acara pelaksanaan Sunat massal yang dilaksanakan Pada hari Rabu (25/10) bertempat di Gedung Paguyuban kelurahan Bagan Barat dihadiri oleh Ketua DPRD, Asisten, Kepala Dinas, Camat Bangko dan masyarakat yang berdomisili di kelurahan Bagan Hulu dan Bagan Barat yang anaknya ikut dalam peserta Sunat Massal.

Menurut dr. Junnaedi yang bertindak sebagai ketua Panitia bahwa Pelaksanaan sunat massal ini berasal dari anggaran korpri dan dari dinas kesehatan Kabupaten Rokan Hilir. Untuk melaksanakan sunat diperbantukan oleh tim medis, Ikatan Dokter Indonesia Rokan Hilir dan perawat yang ada di Rumah sakit Kab Rokan Hilir. Menurutnya peserta untuk sunat massal ini berjumlah 60 anak. dr Junaidi berpesan kepada tim medis untuk lebih berhati hati dalam melakukan sunat ini dan jangan terburu buru. ” kita sudah berkaca dengan pengalaman yang telah lalu dan kita harus mengutamakan septi” ujarnya menegaskan.

Dalam pidato Drs Surya Arpan yang mewakili Bupati Rokan Hilir mengatakan bahwa masih banyak keluarga yang tidak mempunyai kemampuan untuk melaksanakan sunat. ”bukan dikatakan dibawah kemiskinan tapi dibawah kemampuan” Jelas Surya Arpan. Menurut Surya Arpan kegiatan ini bentuk dari solidaritas dan kepedulian sebagai pegawai negeri sipil. ”Seandainya dibuka peluang, masih banyak lagi yang mau mengikuti program sunat massal ini” ujar Surya Arpan penuh harap. Menurutnya hal ini tidak terlepas dari keterbatasan sarana dan prasarana maka kegiatan ini dibatasi menjadi 60 orang. Bagi pegawai negeri sipil yang kelebihan rezeki diharapkan acara kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian sembako yang sifatnya hanya sporadis atau seketika, namun ia menilai bahwa itu tidak terlepas dari kepedulian korpri terhadap masyarakat yang kurang mampu.

Surya Arpan sangat mewanti wanti kepada tim medis yang akan melakukan kegiatan ini agar lebih berhati hati karena ia berkaca akan kasus salah potong alat kemaluan yang terjadi didaerah lain sehingga hal itu bisa merugikan peserta dan bisa membuat niat baik korpri menjadi buruk. Ia berpendapat bahwa dengan semakin bagusnya tekhnologi medis sehingga pekerjaan untuk menyunat orang bisa lebih mudah dan tidak terasa sakit. ”tekhnologi itu sudah ada di Rumah sakit awal bros dan hal itu tidak mungkin dilakukan mengingat besarnya dana yang dikeluarkan” ujarnya menambahkan.

”kami sangat terbantu dengan kegiatan ini” ujar ida yang anaknya ikut dari salah satu peserta sunat massal. Menurutnya ia tidak dibebankan biaya sepersenpun. ” untunglah sakitnya Cuma sampai tiga hari, kalau tidak tak dapat anakku sekolah” ujar ida menambahkan. Memang dalam minggu ini anak sekolah dasar akan mengadakan ujian semester dan apabila proses penyembuhannya melewati batas tiga hari bukan tidak mungkin ujian mereka akan terganggu.

Acara kegiatan Sunat Massal ini diakhiri dengan mengupah upah ( meletakkan tempat nasi kunyit diatas kepala dengan cara memutar mutar sambil membacakan ayat ayat ) dan disertai pemberian santunan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasrudin Hasan. suasana menjadi haru disaat seorang ibu tua membacakan shalawat sambil mengucurkan air matanya disaat ketua DPRD mengupah upah anak peserta sunatan massal.

Acara HUT Korpri yang ke 38 juga dimeriahkan dengan gerak jalan santai dan senam massal yang dilaksanakan pada sabtu pagi. Namun karena hujan, maka acara tersebut sempat terganggu. ( Amrial )

HADAPI WARTAWAN ABDUL KOSIM KERAHKAN PREMAN


” Dugaan Kasus Penjualan Ribuan Hektar Lahan”

Rokan Hilir Sidik

Kasus penjualan lahan Desa Tanjung Leban Kec Kubu Kabupaten Rokan Hilir yang dilakukan oleh Oknum Kepala Dusun, Abdul Kosim mengungkapkan sisi persoalan hukum baru. Soal status tanah tersebut ternyata kepala Dusun Tanjung Leban tidak mempunyai surat hibah untuk menjual lahan tersebut.

Menurut Muslim salah satu Kaur Trantib didesa Sei Segajah menyikapi bahwa masyarakat dari luar Kubu bisa saja membeli lahan tapi jangan seperti layaknya penguasa. Kalau satu atau dua hektar tidak dipermasalahkan tapi sekarang malahan mencapai ribuan hektar. Perbatasan antara Desa Teluk Nilap dengan desa tanjung leban sampai sekarang belum diketahui tapal batasnya. Adapun izin untuk menjual tanah tersebut yang dilakukan oleh penghulu dan kepala dusun terindikasi tidak jelas legalitasnya. Diduga sudah ribuan hektar tanah dicaplok dan dijual oleh kepala dusun abdul kosim. Adapun pembeli nya berasal dari Sumatera Utara seperti Medan, Aek Nabara, Siantar dan diantaranya kaum ethnis.

Dari hasil pengamatan Sidik dilapangan, pada tengah malam, terjadi pembakaran hutan untuk dijadikan lahan perkebunan sawit. Padahal Kapolda sudah menekankan kepada Bupati seluruh Propinsi Riau agar tidak ada pembakaran hutan lagi yang mengakibatkan terjadinya kabut asap yang mengganggu ekosistem dan lingkungan. Pembakaran hutan tersebut sudah ketahap sangat mengkhawatirkan karena sudah merambah kehutan konservasi.

” Jalan lintas menuju lokasi penjualan lahan illegal menuju ketanjung leban dibangun oleh Pemerintah Rokan Hilir, namun yang menikmati lahan sepanjang jalan tersebut bukannya masyarakat kubu namun masyarakat luar Rokan Hilir,” ujar Muslim berapi api. Adapun Penghulu yang terlibat menjual lahan tersebut seperti Penghulu Fii, Hamdani dan Ahd Kosim. Dari ketiga penghulu tersebut salah satunya sudah ditangkap. Menurut keterangan Muslim tanah yang ada ditanjung leban kecamatan Kubu tersebut satu jengkalpun tidak ada dimiliki oleh masyarakat melayu kubu. ”tidak ada pejabat Rokan Hilir seperti Dinas Kehutanan atau pejabat yang berkepentingan tentang permasalahan ini memperhatikan kondisi kami disini” ujar Muslim dengan nada sedih.

Dari data yang diperoleh sidik, mereka menunjukkan berupa bukti bukti Kwitansi penjualan lahan ,Transfer uang antar rekening dan SKT Fiktif yang dikeluarkan oleh Penghulu dan Kepala Dusun berupa tanda tangan palsu dari salah satu RT. Menurutnya, ketua RT yang dipalsukan tanda tangannya siap menjadi saksi apabila diperlukan. Alat bukti tersebut sudah diserahkan ke Polres namun sampai sekarang belum ditindak lanjuti. Sempat terlontar dari salah satu penghulu yang terlibat kasus tersebut mengatakan bahwa Biar sampai meja hijau kalau memang kalah kita berikan kembali kemasyarakat.

Lima tahun kedepan lagi apabila masyarakat Kubu cuma duduk diam melihat keadaan ini maka bukan tidak mungkin keadaan nasib masyarakatnya tidak akan berubah dan bertambah miskin akibat ulah penjual lahan tersebut. Sudah tentu sejak masa tanam dari umur 0 sampai berumur 5 tahun untuk masa panen buah sawit bukan tidak mungkin mobil mobil mewah bersileweran dikubu akan tetapi bukan milik masyarakat kubu tapi orang luar kubu. ”Syafii Jaiz dan Abu Kosim bekerjasama membagi bagi lahan dengan memperjual belikan lahan wilayah Desa Sei Segajah II yang dianggapnya desa yang ditempatinya bukan desanya sendiri” ujar Muslim .Masyarakat sudah mengusulkan lima kali kepada Pemerintah untuk mempercepat menyelesaikan urusan mengenai tapal batas agar diketahui dimana batas wilayah didesa tersebut. Urusan tapal batas sangat penting agar bisa didata ulang siapa pemilik dari lahan tersebut.

Menyikapi permasalahan penjualan lahan tersebut, Camat Kubu, Samsul Kidul menyatakan bahwa Beliau sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam klaim kepemilikan lahan untuk kembali kemasyarakat. ” kita melihat selama ini masyarakat kubu Cuma sebagai penonton bukan sebagai pemain” ujar Samsul Kidul. Kami sudah mengupayakan dari hasil laporan tersebut saya memanggil penghulu dan kepala dusun untuk dimintai klarifikasi tentang kebenaran dari penjualan lahan tersebut. ”Saya sudah beberapa kali memanggil Abdul Kosim untuk menyelesaikan masalah tapal batas, namun ia sering menolak datang kekantor camat” ujar Samsul Kidul mengeluh. Laporan tentang tapal batas dan lahan yang sudah dijual yang kami terima tersebut dilampirkan dengan Foto dan kami berencana semua Upika akan turun meninjau lokasi tersebut yang berkoordinasi dengan Koramil dan Kapolsek. ” Kapolsek pernah mengatakan kepada saya bahwa Abdul Kosim harus diserahkan kepihak yang berwajib, kemudian saya ( Camat. Red ) bilang selagi bisa digiring digiring saja Pak Kapolsek” cerita Camat sewaktu ia berdialog dengan Kapolsek. ” jangan Bapak Kapolsek segan pula sama saya, kalau memang dia tidak benar dan menyalahi wewenang tidak perlu saya lindungi” ujar camat sewaktu ia bercerita dengan kapolsek Kubu disela sela pertemuan dengannya saat ada acara. Menurut Camat ia sudah pusing memikirkan kasus ini karena semua permasalahan dilimpahkan kepadanya.

Saat Sidik menanyakan hal ini kepada Kapolsek Kubu AKP Jufrizal menyatakan bahwa kasus ini bukan saja berhubungan dengan permasalahan penjualan lahan tetapi juga menyangkut penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Oknum Kepala Dusun Abdul Kosim tersebut. ” Kami tidak tahu darimana dasarnya ia menjual lahan dan dari mana ia mendapat surat hibah untuk menjual lahan” ujar Kapolsek menerangkan. ”kasus penyalahgunaan wewenang ini bisa dijerat dengan pasal 335” ujar Kapolsek menambahkan. Ia juga menggunakan cara cara yang bersifat premanisasi untuk mencaplok lahan untuk dijual kepada pembeli.

Untuk memperkuat indikasi keterlibatan Abdul kosim dengan kasus ini, Tim Sidik juga ingin mewawancarai beliau sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Jarak tempuh menggunakan kendaraan roda dua sekitar 60 KM. Setelah setibanya dirumah kediamannya, preman sudah berkumpul dan menyambut sidik dengan tampang yang beringas. Ada 15 orang Preman berusaha mengintimidasi dan berancang ancang berbuat yang tidak wajar saat sidik mencoba untuk mewawancarai kepala dusun Abdul Kosim . Terpaksa niat kami urung karena preman bayarannya melihat kami dengan mata yang sinis dan mengepung kami dalam keadaan siap untuk menyerang.

Semoga komitmen Bupati Rokan Hilir sesuai dengan pidatonya untuk memenjarakan para penghulu dan kepala Dusun penjual lahan bisa dibuktikan dengan kasus yang melibatkan kepala Dusun Tanjung Leban yang diduga sudah menjual lahan ribuan Ha yang merugikan masyarakat dan telah meraup keuntungan milyaran rupiah.

PELANTIKAN KETUA DPRD ROKAN HILIR BERLANGSUNG SEDERHANA

Bagansiapiapi SIDIK

Pelantikan ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir berlangsung pada hari Rabu (25/11) di Gedung serba guna Bagansiapiapi. Sesuai dengan SK Gubri, pimpinan yang akan dilantik menjadi ketua DPRD adalah Nasrudin Hasan dari Partai Golkar. Diposisi wakil ketua DPRD Kab Rokan Hilir ada Muhammad Ridwan SIP dari Partai Demokrat dan Jamiluddin dari Partai PDI Perjuangan.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, sejumlah anggota DPRD Rohil priode 2009 – 2014 , Bupati Rohil H Annas Maamun, Kapolres Rohil, Dandim 0303/Bkls, Letkol (Inf) Sonny Apriyanto, Kajari Ujungtanjung Imade Darmawan, Ketua PN Rohil S Joko Sungkowo, para asisten, unsur kepala dinas, kantor, jawatan instansi Pemerintah Kabupaten Rohil, para keluarga Dewan dan tokoh masyarakat Kabupaten Rohil.

Acara pelantikan ini tampak sederhana dan tidak mengurangi rasa kebersamaan diantara pejabat yang hadir digedung tersebut. Sesaat setelah pelantikan Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasruddin Hasan, menyampaikan pidato perdananya yang intinya ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan amanah untuk menjalankan tugas sebagai ketua DPRD Rokan Hilir priode 2009 – 2014.

”Dengan dilantiknya kami sebagai pimpinan DPRD Rokan Hilir, maka ini titik awal untuk melakukan berbagai tugas sesuai dengan Undang undang. Untuk itu kami juga mengharapkan dan kerjasama yang baik dengan Bupati serta pihak jajaran eksekutif , demi pembangunan Rokan Hilir kedepan,” ucap Nasruddin Hasan penuh harapan.

Sementara itu, Bupati Rokan Hilir, H. Annas Makmun mengatakan, dengan telah dilantiknya Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab. Rokan Hilir, selanjutnya lembaga legislatif bersama pemerintah daerah menjalankan roda pemerintahan di Kab. Rokan Hilir.

Kebersamaan ini sesuai dengan Undang-undang (UU) No. 32 Tahun 2004, yang menyatakan posisi DPRD dan pemerintah kabupaten sejajar dan tidak saling membawahi. Dalam menyusun program pembangunan, eksekutif dan legislatif berkesinambungan, sehingga harus bersifat check and balance.

"Dengan menyadari fungsi masing-masing antara pemerintah kabupaten dan DPRD sebagai pembuat kebijakan daerah, diharapkan dapat tercipta hubungan kerja yang dinamis. Setelah itu produk hukum yang dibangun tidak kontraproduktif dengan ketentuan yang ada," ujar Bupati Rokan Hilir.

PAWAI TAKBIR IDUL ADHA


” Terganggu Oknum Melintasi Depan Tamu Kehormatan”

Bagansiapiapi SIDIK
Allahu Akbar...Allahu Akbar....Allahu Akbar, La Ilahaillallahu Akbar, gema takbir berkumandang diseluruh penjuru kota Bagansiapiapi dan seantero umat Islam didunia. Pelaksanaan takbiran dalam menyambut Hari Raya Idul Adha kali kali ini sepenuhnya dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Acara pelepasan takbir ini membuat beberapa jalan terpaksa ditutup. Sebelum acara pelepasan di sambut dengan pidato Pembukaan oleh panitia Kegiatan Pawai Takbir, Jasrianto dan dilanjutkan dengan Pidato sambutan Bupati Rokan Hilir H. Annas Maamun yang didamping oleh KUA Kab Rokan Hilir H. Syaikolan dan Kalifah Nasir. Dalam sambutannya Bupati berpesan diharapkan acara Pawai ini berlangsung tertib dan seluruh peserta diharapkan selalu mengumdangkan takbir sepanjang jalan sampai ditempat tujuan.

Kemudian acara dilanjutkan secara simbolis dengan pemukulan bedug oleh Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasruddin Hasan dan Wakil Bupati H Suyatno AMP beserta jajaran Upika. Masyarakat tumpah ruah di halaman kantor bupati untuk menyaksikan secara langsung pelepasan pawai takbir pada hari Kamis (26/11) yang diikuti peserta yang terdiri dari miniatur dan non miniatur dimana mewakili tiap tiap mesjid dan mushalla serta tidak ketinggalan pula sekitar 100 orang abang becak yang ditumpangi oleh pegawai Pemerintah Kabupaten Rokan Hiilir dan ikut juga beberapa instansi untuk memeriahkan semarak pawai takbir Idul Adha 1430 H 2009 M.

Pada acara ini disaksikan juga oleh Wakapolres, Asisten Bupati, Ketua KPU, Anggota DPRD, kepala Dinas dan seluruh Jajaran Polres Kab Rokan HIlir yang diiringi musyik nasyid band tempatan. . Menurut keterangan dari Kapolsek Bangko, AKP Jose Fernandez, aparat kepolisian yang turun mengamankan acara pawai tersebut, berjumlah sebanyak 120 orang personil polisi yang menjaga di persimpangan jalan yang dilewati oleh peserta pawai takbir. Pengamanan juga dibantu dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Pemuda Tak Dikenal
Pada acara pawai takbir sedikit terjadi gangguan karena ulah seorang pemuda yang berumur sekitar 20 tahun mengendarai motor bebek yang berkisar jarak dua meter melintasi didepan tamu kehormatan yang sedang asyik menikmati peserta takbir yang lewat. Tidak ayal lagi dengan serta merta ketua Panitia Takbir, Surya Arpan mengejar pemuda tersebut dan langsung meminta bantuan polisi untuk mengamankannya. Namun setelah didekati dari mulut pemuda tersebut tercium bau minuman keras dan dengan sigap aparat kepolisian membawa pemuda tersebut ke Polsek terdekat untuk dimintai keterangan.


Untuk pelaksanaan shalat Idul Adha dipagi hari dipusatkan dibeberapa tempat yaitu di Lapangan Perteba, Mesjid Agung, Mesjid Al Ikhsan, Mesjid Di Bagan Punak dan Mesjid Ar Ridho. Yang bertindak selaku khatib ada yang diundang dari luar kota Bagansiapiapi. Karena bertepatan hari jumat maka pelaksanaan kurban dilaksanakan pada hari sabtu pagi. ( Amrial )

Selasa, 24 November 2009

SYUKURAN UJANG LENO


Suasana haru mewarnai acara syukuran di rumah kediaman H Ujang Syafrin di Teluk Pulau pada hari sabtu (21/8). ratusan masyarakat tumpah ruah menghadiri acara syukuran atas kelulusan anak kesayangan beliau, Muhammad Maliki di fakultas kedokteran UNRI. anaknya adalah lulusan SMA 9 pekanbaru dan merupakan salah satu siswa PBUD ( Penerimaan Bibit Unggul Daerah ) dari 43 siswa untuk Propinsi Riau. H .Ujang Syafrin atau lebih dikenal masyarakat dengan panggilan Ujang Leno merupakan sosok yang mempunyai hoby dengan olahraga Bola Volly. Setiap ada event turnament volly Ball ia sering mendatangkan atlit volly baik dari kelas lokal maupun nasional. Berbagai penghargaan dan tropy dari berbagai turnamen telah diraihnya yang mengatasnamakan PT USAHA JAYA ROKAN HILIR dimana ia sendiri Direkturnya. acara syukuran tersebut dimulai dengan kata sambutan dari tuan rumah atas ucapan rasa terimakasihnya dengan kehadiran masyarakat , acara tersebut kebetulan menghadapi bulan suci ramadhan. Turut hadir pada acara tersebut Kapolsek Rimba Melintang, K Tambak, Camat Rimba Melintang, Rusli Hamid, para tokoh masyarakat dan alim ulama daerah setempat. Pada pidato sambutannya Camat Rimba Melintang berpesan kepada masyarakat semoga dengan adanya acara syukuran ini akan menambah erat silaturahmi diantara masyarakat dengan Upika dan dalam rangka menghadapi puasa ini seluruh jajaran Polsek Rimba Melintang dan staf camat rimba melintang memohon maaf seandainya ada pelayanan dan kata yang tidak sesuai dengan tempatnya. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian santunan berupa uang yang langsung dibagikan H Ujang dengan anaknya kepada puluhan anak yatim yang sudah berbaris berjejer menunggu giliran untuk mendapat bagian. Diwajah para anak anak tersebut terlihat kegembiraan yang tidak bisa mereka ungkapkan. Dengan wajah tertunduk sambil tersenyum senyum malu mereka berjalan beriring iringan mengambil uang santunan dari H. Ujang tersebut. Kemudian masyarakat yang hadir juga mendapat oleh oleh berupa kain sarung. mereka berebut menyalami H Ujang sambil berulang kali mengucapkan terima kasih kepada beliau. Para ibu ibu merasa terharu dan secara tidak sengaja meneteskan air mata atas kebaikan H Ujang yang telah banyak membantu mereka. Itu diakui oleh ketua RT, Yunan, menurutnya tidak ada orang seperti H Ujang khususnya di Teluk pulau yang mau membantu masyarakat. ” di teluk pulau ko bukan tak banyak uyang berpengaruh, tapi tak macam H. Ujang ko,” ungkap Yunan. ( Diteluk pulau ini bukannya tidak ada orang yang berpengaruh, tapi tidak seperti H Ujang ini, red ). ”walaupun kayo tapi tak ponah sombong, tak macam uyang sebolah naun yang agak engkek sikik,” ujar Yunan seraya menunjuk kearah timur, ( Walaupun kaya tapi tidak pernah sombong tidak seperti orang sebelah sana yang agak sok dikit, red ). Tropong sedikit kebingungan entah siapa maksud ketua RT tersebut. Acara syukuran diakhiri dengan mencuci kepala dengan buah limau yang telah dibelah, masyarakat antri baik tua muda, pria dan wanita, semuanya menantikan giliran untuk diusap kepalanya dengan air limau yang langsung dilakukan oleh H Ujang syafrin. tanggapan masyarakat terhadap H Ujang yang seakan akan dianggap masyarakat tempatan sebagai tokoh. Memang agak berlebihan, tapi dari raut wajah masyarakat tersebut tercermin rasa tulus dan masygul atas kebaikan beliau. ”sudah duo kali pak haji buek acara macam ko, kalau ado joki lobih moh dikasi sikik untuk masyarakat,” tambah Yunan. ( sudah dua kali Pak Haji membuat acara seperti ini, kalau ada rezeki lebih ya disisihkan untuk masyarakat, red ). Berdasarkan hasil pantauan Tropong, masyarakat datang berduyun duyun datang ke rumah Pak Haji, bukan hanya dari teluk pulau malahan ada yang datang dari lenggadai dan jumrah. Memang nama H Ujang Leno telah dikenal masyarakat baik dari kalangan kontraktor maupun kalangan olahragawan sebagai sosok yang low profile dan murah senyum.

PERTANDINGAN COLOK DAN MINIATUR MESJID


”Semarak Pawai Idul Fitri Di Bagansiapiapi”

Allahu Akbar...Allahu Akbar....Allahu Akbar, La Ilahaillallahu Akbar, gema takbir berkumandang dipenjuru kota Bagansiapiapi dan seluruh umat Islam penghuni dunia. Selamat jalan Bulan Ramadhan dan selamat datang Bulan Syawal. Banyak masyarakat menyambut bulan syawal dengan berbagai ragam. diBagansiapiapi mereka mengaplikasikannya dengan membunyikan petasan, meriam buluh dan menghidupkan colok disetiap rumah. Pemerintah Rokan Hilir dalam kesempatan ini untuk melihat potensi yang ada mencoba membuat semacam event untuk menggairahkan semangat masyarakat diadakan perlombaan colok dan Pawai Takbir yang hampir tiap tahun diadakan. Malam Pawai Takbir seluruh Upika duduk dibawah tenda yang dihibur dengan Band Nasyid Armarosa untuk ikut menyaksikan pelepaskan pawai takbir miniatur dan non miniatur mesjid yang berawal didepan gedung Bupati Rokan Hilir. Pelaksanaan takbiran kali ini sepenuhnya dikoordinir Pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir. Acara pelepasan takbir ini membuat beberapa jalan terpaksa ditutup. Sebelum acara pelepasan di sambut dengan pidato Bupati Rokan Hilir H. Annas Maamun yang didamping oleh KUA Kab Rokan Hilir H. Syaikolan dan Kalifah Nasir. Kemudian acara dilanjutkan secara simbolis dengan pemukulan bedug oleh Ketua DPRD sementara, Nasruddin Hasan dan Wakil Bupati H Suyatno AMP. masyarakat tumpah ruah di halaman kantor bupati untuk melihat secara langsung pelepasan pawai miniatur mesjid yang diikuti sebanyak 90 peserta yang terdiri dari miniatur dan non miniatur yang mewakili tiap tiap mesjid dan mushalla serta tidak ketinggalan pula instansi yang memeriahkan semarak idul fitri pawai takbir 1430 H 2009 M. pada acara ini disaksikan juga oleh Kapolsek, Assiten Bupati, Ketua KPU, Anggota DPRD yang baru dilantik, kepala Dinas dan semua Jajaran Polres Kab Rokan HIlir. Menurut keterangan dari Kapolsek Bangko melalui aparat kepolisian yang turun mengamankan acara pawai tersebut, mereka telah menurunkan sebanyak 40 orang personil polisi yang menjaga di persimpangan jalan yang dilewati oleh peserta pawai takbir. Pengamanan juga dibantu dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP. Dalam menyemarakkan malam 27 Ramadhan Pemerintah juga mengadakan pertandingan colok yang diikuti dari peserta setiap jalan. Adapun hasil pertandingan dan perlombaan miniatur dan pertandingan colok diumumkan pada pagi hari sebelum shalat idul fitri. Dipagi hari pelaksanaan shalat idul fitri dipusatkan beberapa tempat yaitu di Lapangan Perteba, Mesjid Agung, Mesjid Al Ikhsan, Mesjid Di Bagan Punak dan Mesjid Ar Ridho. Di mesjid Ar Ridho, khatib berpesan pada khotbah nya bahwa berpuasa dibulan Ramadhan bukan bentuk penyiksaan diri tapi merupakan penghambaan diri kepada Allah. Khatib juga berpesan bahwa hari ini kita bertasbih, bertahmid, bertakbir memuji Allah bersyukur atas kemenangan dalam berjuang melawan hawa nafsu dan lapar dahaga selama sebulan dan bentuk dari aplikasi kehidupan ini kita harus menyantuni anak yatim yang sekarang ini masih serba kekurangan dan tidak mempunyai apa apa dan merupakan tanggung jawab kita bersama.

SPN AKAN DIBANGUN DIROHIL


“Kunjungan Wakapolda Riau di Bagansiapiapi”

Dalam kunjungan Wakapolda Riau Kombes Pol Bambang Hermanu kamis ( 20/8) adalah bertujuan untuk melihat langsung rencana pembangunan Mapolres Rokan Hilir di KM 6 Bagansiapiapi dan SPN ( Sekolah Kepolisian Negara ) di Ujung Tanjung Kab Rokan Hilir. Dalam pertemuan tersebut segenap unsur Aparat Pemerintah turut hadir diantaranya Penghulu dan Lurah, Camat se Kab Rokan Hilir, kepala Dinas, Tokoh masyarakat dan jajaran Polda dan Polres Rokan Hilir. Dalam presentasi yang diberikan oleh Bupati Rokan Hilir di hadapan Wakapolda dan semua tamu yang hadir tepatnya di lantai 4 pertemuan kantor Bupati Rokan Hilir. Dalam presentasinya sebagai data pembuka Bupati menerangkan mengenai kehidupan masyarakatnya dengan menjelaskan untuk didaerah bagan sinembah, simpang kanan kehidupan masyarakatnya sudah cukup lumayan, mereka rata rata mempunyai kebun sawit minimal dua hektar, sedangkan penduduk yang tergolong miskin yaitu sinaboi, penipahan dan rantau kopar. Andalan masyarakat tempatan untuk daerah tersebut dalam bertahan hidup dengan hasil kayu dan ikan sudah mulai terjadi kelangkaan. Diperkirakan didaerah pinggiran sungai rokan 18% tingkat perekonomian masyarakatnya tergolong masih dibawah garis kemiskinan. Berbicara mengenai tapal batas Kab Rokan Hilir, dimana Provinsi Sumatera Utara berbatasan langsung dengan Kec Pasir Limau Kapas, Kec Simpang Kanan, Kec Pujud dan Kec Bagan Sinembah. Permasalahan yang timbul dengan Provinsi Sumatera Utara adalah terjadinya sengketa tentang penyerobotan tanah oleh oknum oknum dari Sumatera Utara, mereka bekerjasama dengan penghulu dan camat setempat untuk mengambil lahan masyarakat. Bupati sudah berusaha mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini dengan bekerjasama bersama kepolisian Rokan Hilir untuk menindak oknum camat dan penghulu penjualan lahan tersebut supaya dipenjarakan. Usaha pemerintah Rokan Hilir untuk mempertahankan tapal batas antara Rohil dengan batas Provinsi Sumut adalah dengan membuat pos polisi diperbatasan tersebut, padahal menurut Bupati perbatasan antara Sumut dan Riau pada tahun 1983 sudah ditetapkan oleh kedua belah pihak diantaranya dengan menandatangani surat perjanjian dimana perwakilan dari Sumut ditandatangani oleh asisten I dan Badan pertanahan Nasional sedangkan dari Riau ditandatangani oleh Asisten I dan Plt Gurbenur Riau Atan Subero. Dahulu pernah terjadi korban atas sengketa tersebut. Dasar acuan Pemda Sumut masalah tapal batas dengan berorientasi dengan batas alam adalah suatu hal yang mustahil. Kalau hal tersebut kita turuti maka sudah tentu batas teritorial Rohil akan habis tergeser jauh akibat batas Provinsi Sumut. Pada kejadian silam pernah terjadi oknum dari Sumut menyerbu dengan mengambil tanah masyarakat di Kec Pasir Limau Kapas, saat itu terjadi pembakaran excavator oleh masyarakat penipahan yang nota bene masyarakat rohil. Masyarakat Penipahan yang melakukan aksi pembakaran tersebut ditangkap oleh Polisi dari Sumut. Mereka diproses oleh polisi dari Sumut. padahal saat itu kejadiannya di wilayah Rokan Hilir maka yang memprosesnya seharusnya polisi Riau. Bupati juga menerangkan tentang permasalahan tentang perbatasan dengan malaysia . jumlah penyelundup dari malaysia dengan menelusuri sungai sungai kecil yang ada di daerah senepis, sinaboi dan ujung simbur. Begitu juga dengan jumlah kematian diakibatkan karamnya kapal dengan boat penumpang jurusan penipahan dan sungai daun yang diperkirakan terjadi tiap tahun, maka Pemerintah Rokan Hilir mengambil inisiatif membuat jembatan 2 buah dengan biaya 640 Juta, sedangkan jalan penghubungnya dibantu dari Propinsi Riau. Begitu juga inisiatif Pemerintah Kota Dumai untuk menjadikan kotanya sebagai Kota perdagangan khusus, Rokan Hilir telah membuat jalan penghubung antara Sinaboi dan Dumai demi kelancaran ekonomi daerah Sinaboi, namun pembangunan jalan tersebut sempat terhambat karena terganjal izin dengan Departemen Kehutanan karena pembangunan jalan tersebut menembusi hutan HPH. Mengenai pembangunan SPN yang dipusatkan di Ujung Tanjung dengan pembebasan tanah 60 ha tinggal menunggu waktu, Kantor DPRD, kejaksaan dan pengadilan negeri yang berada di Ujung Tanjung akan dijadikan Perguruan Tinggi. ”Izin dari Kopertis sudah didapatkan tinggal menunggu izin dari Departemen Pendidikan Tinggi ” ujar Bupati. Kejaksaan, Pengadilan Negeri dan Polres akan dipindahkan di Bagansiapiapi, sedangkan Rumah Tahanan akan dipindahkan didaerah Parit aman dengan pembebasan lahan sekitar 14 ha.
Dalam sambutan Wakapolda, Kombes Bambang Hermanu mengisahkan bahayanya narkoba, kasus Ilegal Logging, sanksi pembakar lahan dengan ancaman pasal berlapis dan memerangi terorisme secara pendekatan persuasif dengan pemahaman agama yang benar. Saat insan bertanya dengan Wakapolda atas usaha Polda Riau memerangi kasus Illegal Logging, Kombes Pol Bambang Hermanu menerangkan bahwa kapasitas Polda hanya memback up kasus dengan menambah personil untuk membantu Polres dalam usaha usaha penanggulangan dan mencegah pembakaran lahan dan menangkap pelaku illegal Logging. ” Apapun bentuknya illegal Logging harus diberantas walaupun untuk kepentingan umum, karena kepemilikan kayu tersebut harus melalui beberapa prosedur,” ujar Wakapolda mengakhiri tanya jawab. ( aam )

PERS ROHIL DIANAK TIRIKAN


Rokan Hilir Teropong
Pers sebagai ujung tombak pemberitaan Kini hanya dipandang sebelah mata oleh Dinas yang ada di Kabupaten Rokan Hilir,tanpa pers Rokan Hilir tidak ada apa apanya. Masyarakat Batam, Jakarta, Padang dan dimanapun diwilayah Indonesia tidak akan tahu berita yang ada di Rokan Hilir walau sehebat apapun acara tersebut. tanpa peran Pers untuk mempublikasikannya hanya percuma sia sia. Menurut Afrizal, wartawan Media Nasional bahwa tugas Pers bukan dianggap enteng. Tantangan yang dihadapi

dilapangan penuh dengan resiko. Humas sebagai mediator antara pemerintah dengan jurnalis harus memberikan pengertian kepada Instansi agar bisa memberikan kebebasan kepada Pers untuk meliput berita. ”Tidak ada alasan untuk menghambat tugas pers”ujarnya. ” fungsi dan kerja Pers sudah diatur dalam UU” tambahnya. Kalau dilihat secara kasat mata, memang profesi wartawan di Rokan Hilir seperti dianak tirikan, memang tidak semua media namun karena ada beberapa wartawan yang menjadi biang kekesalan beberapa oknum instansi malah wartawan lain kena getahnya. Beberapa wartawan menyesalkan hal tersebut dan memohon kepada Instansi apabila merasa dirugikan agar segera melapor kepihak aparat hukum. Akan tetapi ada beberapa instansi merasa ketakutan apabila melapor dan hal itu sangat disayangkan oleh beberapa wartawan yang merasa dirugikan atas ulah beberapa oknum wartawan bodrek tersebut. Ada pula komentar dari beberapa dinas yang mengatakan bahwa ada Kabiro yang mengambil uang koran namun tidak pernah koran tersebut diantar kedinas tersebut. Apabila ditanyakan dinas kepada mereka malah mencak mencak. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Rokan Hilir juga menyadari adanya
kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama.Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrol oleh masyarakat.

GETARAN GEMPA SUMBAR TERASA DIROKAN HILIR


Gempa! Gempa! Teriak kami sambil berlari keluar dari rumah makan tepi jalan dekat tanah merah 15 Km dari Kota Bagansiapiapi. Saat itu kami bersama rombongan Wakil Bupati beserta kepala dinas yang baru pulang melantik penghulu di Rantau Bais. Ir Azwir, Kadis Perikanan terlihat mencoba menghubungi seseorang via HP untuk memastikan dimana lokasi pusat gempa. Kejadian gempa tersebut terjadi pada hari selasa ( 30/9 ) sekitar Jam 16.30 sore.Teropong mendapat sms dari teman bertanya dimana asal pusat gempa yang sedikit menggegerkan Kab Rokan Hilir namun tidak sampai terjadi korban jiwa dan kerugian materi. Kemudian Kadis Pertanian berasumsi bahwa berkemungkinan pusat gempa di Sumbar karena ia telah beberapa kali mencoba menghubungi seseorang yang dikenalnya disana namun tidak bisa terhubung. Akhirnya terjawab sudah pertanyaan yang ada dibenak kami disaat media elektronik memberitakan secara on line kejadian gempa di Televisi. Ya benar! Di Sumatera Barat, tepatnya di Pariaman. Kalau dihitung hitung padahal Jarak pusat gempa dari Sumatera Barat ke Rokan Hilir adalah sekitar 309,24 Km pada arah 11,24 derajat. Begitu besarkan pengaruh gempa tektonik yang diperkirakan oleh BMG sekitar 7,2 SR?kejadian tersebut sempat membuat teropong terhenyak. Belum lagi hilang dalam ingatan disaat masyarakat Padang melarikan diri ke atas perbukitan di daerah kampus Unand dan daerah dataran tinggi karena mereka ketakutan karena adanya isu sunami namun kini deretan penderitaan ditambah dengan kejutan gempa yang meluluh lantakkan bangunan yang ada di Kota Padang dan sekitarnya yang rata rata bekas peninggalan Zaman Jepang dan Belanda. Gempa yang terjadi pada beberapa tahun lalu di Padang Panjang masih membekas dengan retak dan runtuhnya beberapa bangunan di Padang termasuk kampus UNES AAI. Belum lagi di rehab namun ditambah gempa susulan dengan getarannya yang lebih besar sudah tentu bangunan bekas retak retak dulu jadi amblas sehingga menimbulkan korban yang menurut dari tim forensik mencapai lebih kurang 200 jiwa. Menurut penuturan warga seusai gempa Warga Padang, Sumatera Barat, menyaksikan 2 fenomena alam yang aneh. Matahari berbentuk cincin yang dikelilingi pelangi dan awan yang menyerupai lafadz Allah menghiasi langit kota yang baru diguncang gempa 7,6 skala richter tersebut.
Pantauan detikcom, matahari berbentuk cincin tersebut terjadi pada pukul 11.00 WIB. Warga yang sedang sibuk mencari jenazah kerabat mereka di RS M Djamil, Padang, sempat terkagum-kagum melihat fenomena tersebut.

"Bagus banget, Masya Allah," kata salah seorang warga, Supriyadin, Jumat
Sejam kemudian, warga kembali melihat fenomena aneh. Awan berbentuk tulisan Allah membentang di langit Padang yang cerah.
Sontak hal ini membuat warga kembali terkagum. Di tengah kondisi sulit, mereka memperoleh tanda-tanda alam yang diharapkan menjadi berkah.
"Mudah-mudahan ini tanda kebesaran Allah dan gempa tidak akan terjadi lagi," kata Endang, salah seorang warga Padang Timor. Di Rokan Hlir masyarakat bahu membahu untuk membantu baik dalam bentuk penggalangan dana maupun memberikan bantuan. Semoga gempa sumbar merupakan cobaan dari Allah dan masyarakat sumbar tabah menghadapinya

BANTUAN POSKO TAGANA ROHIL UNTUK GEMPA SUMBAR DIHAMBAT DINSOS ROHIL


Gempa berskala 7,6 Skala Richter yang menelan korban 1100 jiwa lebih telah menyita perhatian dunia. Kebanyakan korban meninggal dilaporkan berada di kota Padang, di mana sedikitnya 500 gedung runtuh. Sebuah rumah sakit, hotel dan sekolah termasuk yang rusak di kota yang berpenduduk 900.000 orang itu. Saat ini masyarakat Sumatera Barat masih mengharapkan bantuan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Kab Rokan Hilir salah satu darinya berencana ingin membantu korban gempa melalui Dinas Sosial dengan cara mengerahkan Tim Tegana yang merupakan bentukan dari Dinas sosial dimana saat ini terpaksa harus mengurungkan niatnya mengirimkan bantuan karena terkendala kebijakan di internal Dinas tersebut. Ketidak puasan kinerja kepala Dinas Sosial, H Syafri SH dengan Ketua Tim Tegana ( Taruna Siaga Bencana ), Alanto sampai hari ini sempat terjadi polemik ditubuh organisasi tersebut yang sudah diakui secara nasional dengan bantuannya diseluruh daerah terkena bencana. Saat diwawancarai secara khusus dengan ketua Tim Tegana, Alanto sabtu (10/10 ) mengatakan bahwa ia sangat menyesalkan karena posko Tim Tegana yang sudah dibuat didepan Dinas Sosial terpaksa harus ditutup tanpa alasan. Padahal tenggang waktu yang sudah dijadwalkan selama 10 hari, namun melalui intruksi Kepala Dinas dengan menutupnya pada hari kamis kemarin maka dihitung baru 4 hari. Dana terkumpul baru sebanyak Rp 1.440.000 dan juga pakaian bekas sebanyak 4 kardus dari pemberian masyarakat tempatan. ”sampai sekarang kami belum diarahkan dimana posko Tim Tegana mau dialihkan” ujar Alanto dengan nada kesal. ”Padahal kami sudah dicontact Tim tegana dari Kab Pelalawan, Kuantan Sengingi, Kampar, Bengkalis dan Dumai menanyakan kapan kami akan turun mengirimkan bantuan” keluhnya. ” dana yang telah kami kumpulkan dan sudah kami berikan kepada Kadis Sosial tidak tahu kemana arahnya” cetusnya. Keheranan Alanto memuncak yang semula Posko Tim Tegana atas inisiatif Kadis Sosial harus ditutup ditambah dengan bantuan berupa uang tunai yang disalurkan atas intruksi Bupati Rokan Hilir yang diedarkan kedinas dinas untuk disalurkan ke No Rek atas nama Kepala Dinas Sosial entah kemana arahnya. Menurut Alanto, nampaknya Kepala Dinas Sosial tidak mendukung program Tim Tegana untuk membantu korban gempa Sumbar. Saat ditanya komitmen kepala Dinas Sosial untuk membantu korban Gempa malah dengan nada enteng Kadis Sosial menjawab ” Ngapain kita kesana! Nanti tertimpa batu saja!”. sungguh ironis memang seorang pejabat yang menjabat sebagai Kadis Sosial namun tidak berjiwa sosial. Padahal kita sudah mengetahui bahwa kepala Pemerintah saja sekaliber Presiden SBY langsung turun ke Sumbar dan bermalam dengan masyarakat korban gempa saat sehari setelah terjadi gempa bumi. Rokan Hilir melalui Dinas Sosial juga harus malu melihat bantuan mengalir dari luar negeri yang nota bene tidak ada ikatan emosional dengan masyarakat Sumbar tapi hanya karena merasa terpanggil untuk membantu sesama manusia.
Ditempat terpisah Kabag Humas, Ismail Mahsah, SH telah mempersiapkan dan merekomendasikan 2 orang jurnalis dari Rokan Hilir yakni wartawan dari media Teropong, Amrial sebagai penulis dan Media Rakyat Riau, Azmi sebagai fotographer untuk meliput langsung dan membantu mempublikasikan daerah sulit dan terisolir terkena gempa yang butuh bantuan agar masyarakat luar bisa tahu bagaimana keadaan lokasi gempa secara up to date.
Tentunya masyarakat berharap semoga bantuan dari Rokan Hilir terhadap Korban Gempa Sumbar yang sekarang sedang menderita, nyungsep, meratap, menangis, kelaparan, kedinginan, menjerit histeris dan sangat terpukul hebat akibat musibah yang begitu dahsyat dampaknya tidak dipersulit dengan urusan birokrasi pemerintah.

TAHANAN LAPAS BUTUH KHATIB JUMAT


”Yang Menjadi Khatib Shalat Jumat adalah teman kami satu sel.”

Bagansiapiapi ( Trp )
sore itu di Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Bagansiapiapi, teropong mencoba menyambangi teman yang ditahan karena kasus Pidana, sebut saja namanya Ju (36), saat itu ia sedang santai duduk dengan Napi lainnya. Ada kesan kurang ramah dari raut wajah para Napi saat teropong duduk bersama mereka, tapi perasaan itu hilang seketika saat cerita ngolor ngidul ditemani dengan secangkir kopi dan kerupuk ala Penjara dan kami pun memulai pembicaraan.
”Kalau shalat Jumat khatibnya kadang kadang dari kami sesama tahanan, kemarin yang menjadi khatib si RZ, tahanan kasus Narkoba,” cetus Ju. ”Apa tidak ada Dai dari luar Lapas untuk memberikan siraman rohani?” tanya teropong. ”ada sih, orang nya sudah tua tinggal dijalan pusara, itupun harus kami jemput ke rumahnya” kata Ju. Begitulah sekelumit pembicaraan kami tentang kondisi Mushalla At Taubah Lapas Bagansiapiapi yang jarang di sambangi Dai untuk memberikan siraman rohani kepada tahanan yang haus akan ajaran agama. Kita masih teringat dengan Kwinda Darmasari, sosok wanita yang berumur 23 tahun menjadi pembimbing agama di lapas, hampir setiap hari dia melaksanakan tugas di lapas Porong dan Delta. Begitu halnya dengan Ustadz H Qosim Shaleh Lc MA, Dai jebolan Institute Of Zamalik ( Mesir ) itu pernah berdakwah di Lapas Batu, Nusa Kambangan selama 3 tahun ( 2003-2005 ), ”imajinasi masyarakat tentang Narapidana bertampang sangar dan berhati seram, apakah benar?”tanya Ustadz Qosim. Sebenarnya orang Narapidana adalah orang yang termarjinalkan. Mereka sangat membutuhkan perhatian masyarakat, ungkap Ustadz H.Qosim Shaleh Lc MA. Ia melakukan dakwah dari semua aspek dan lini sosial. Sebanyak 177 Napi di Lapas Nusa Kambangan telah diberikan siraman rohani olehnya, termasuk di tambah hari hari besar Islam, tutur lelaki yang pernah menimba ilmu dinegeri cleopatra selama 16 tahun. Berkaca dari pengalaman diatas sudah selayaknya para Dai yang ada di Kab Rokan Hilir khususnya dibawah wadah seperti LDI atau MUI mengikuti jejak mereka dan memfasilitasi semua Dai yang ada di Bagansiapiapi untuk berdakwah di Lapas Bagansiapiapi. Mereka sangat merindukan ajaran agama untuk membimbing mereka. Tobat tidak dapat dicapai dengan penyiksaan tapi dengan bimbingan. Sesuai dengan visi dan misi Lembaga Dakwah Indonesia ( LDI ) “Menjadi organisasi dakwah Islam yang profesional dan berwawasan luas, mampu membangun potensi insani dalam mewujudkan manusia Indonesia yang melaksanakan ibadah kepada Allah, menjalankan tugas sebagai hamba Allah untuk memakmurkan bumi dan membangun masyarakat madani yang kompetitif berbasis kejujuran, amanah, hemat, dan kerja keras, rukun, kompak, dan dapat bekerjasama yang baik”. Sejalan dengan visi tersebut tidak ada salahnya untuk memberikan ilmu agama kepada para Napi di Lapas. Perbedaan hanya karena mereka dibatasi ruang dan waktu akan tetapi mereka juga penduduk Indonesia yang butuh pendidikan dan ajaran agama. Ditambah dengan strategi LDI untuk memberikan advokasi, pemberdayaan dan penyadaran masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, kewajiban Azasi manusia, tanggung jawab azasi manusia, serta penanggulangan terhadap publik dan ancaman perusakan lingkungan. Seandainya LDI memahami tugas dan tanggung jawabnya bukan tidak mungkin Dai-dai yang mewakili kalifah Allah di muka bumi untuk memberikan pencerahan kepada umat manusia mempunyai tanggung jawab yang amat besar dipundak mereka. Karena para Napi lebih layak diberikan siraman rohani dari pada umat manusia diluar sana, karena sudah jelas mereka manusia yang dihukum atas kesalahan dan kealpaan mereka didunia ini. Karena keterbatasan ilmu agama sehingga mereka terjerumus kelembah kemaksiatan. Seandainya para Napi tidak dibekali dengan kegiatan kegiatan positif baik dengan pembelajaran dibidang agama atau ketrampilan lainnya sudah barang tentu dengan tingkat kehidupan yang sangat sulit sekarang ini tidak tertutup kemungkinan mereka akan kembali dengan pekerjaan lama. Para Napi di lapas Bagansiapiapi sangat berharap kepada Dai untuk menyempatkan diri menjadi khatib shalat jumat. ”masak yang jadi khatib shalat Jumat dari Napi teman kami satu sel?”tanya Ju seolah meminta jawaban. ”Sudah tentu kami melecehkan Khatib itu pak, sedang dia aja berkasus, masa mau menasehati kami?”ujar Ju sambil tergelak diikuti teman-temannya yang satu sel dengannya. Mereka cuma berharap semoga pahala niat ikhlas dari Dai untuk menyampaikan pesan agama kepada mereka bisa diterima disisiNya. (aam)

KAPOLDA MERESMIKAN POLSEK PERSIAPAN DI KAB ROKAN HILIR


Kunjungan Kapolda Riau Brigjen Polda Adjie Rustam Ramdja ke Kabupaten Rokan Hilir senin ( 4/6 ) beberapa hari yang lalu merupakan kunjungan kerja awalnya sejak menjabat sebagai pimpinan Polri ditingkat Provinsi ( Polda ). Pada agenda kerjanya ke Kabupaten Rokan Hilir diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan kantor Polsek persiapan Kec Batu Hampar di bentaian hilir. Acara pelatakan batu pertama ini sebagai simbolis yang dihadiri para pejabat teras Kabupaten Rokan Hilir serta unsur pimpinan dinas terkait dalam pemerintahan, serta pemuka masyarakat dan elemen terkait. Pada sambutannya Bupati Rokan Hilir, H Annas Maamun mengatakan peranan Polri merupakan suatu dimensi tolak ukur keamanan dalam suatu daerah, sehingga kunci Kamtibmas berada ditangan keorganisasian Polri. Kemudian dikaitkan dengan keberhasilan Kapolsek Bangko memberantas yang melanggar satu tindakan pidana yang dipimpin AKP Jose Dc Fernandez SIK. Ulasnya. Pada sambutan berikutnya Kapolda Riau Brigjen Adjie Rustam Ramdja menguraikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Rokan Hilir beserta dinas terkait atas perhatiannya membantu POLRI, sehingga kedepan proses kinerja aparatur hukum tindak pidana dapat terjangkau seefektif mungkin sebagaimana tugas dan kewajiban seorang aparatur hukum Polri. ” Saya yakin dan percaya Rokan Hilir akan berkembang kedepan selama dalam kepemimpinan H. Annas Maamun, untuk harapan saya kiranya masyarakat membulatkan persatuan dan kesatuan mendukung program pembangunan yang direncanakan dengan arti mari kita dukung kelanjutan kepemimpinan H.Annas Maamun agar pelaksanaan pembangunan dikabupaten Rokan Hilir ini dapat diselesaikan sebagaimana yang diharapkan. Pada akhir sambutannya Kapolda Riau menghimbau pada masyarakat untuk taat pada peraturan hukum demi terwujudnya kamtibmas yang langgeng, sehingga proses keaktivitasan sehari seluruh elemen kemasyarakatan tidak terganggu. Paparnya. Pada keesokan harinya selasa ( 5/6 ) Kapolda Riau meresmikan kantor kapolsek Bangko Pusako yang dihadiri seluruh elemen terkait dikepemerintahan daerah kabupaten Rokan Hilir serta masyarakat setempat. Dalam sambutannya Kapolda Riau kembali mengucapkan banyak terima kasih kapada H.Annas Maamun yang begitu agresif memprioritaskan pelaksanaan pembangunan kantor Polsek yang dinilai cukup memungkinkan pada fasilitasnya. Dalam hal ini saya yakin dan percaya program yang dilaksanakan pimpinan kepemerintahan Kabupaten Rokan Hilir dibawah pimpinan H.Annas Maamun tetap mengacu sarana infrastruktural tepat guna. Menurut Teropong yang hadir pada kunjungan kerja Kapolda Riau Brigjen Pol Adjie Rustam Ramdja selama dikabupaten Rokan Hilir terlihat sangat terkesima atas apa yang terlihat sepanjang jalan lintas Bagansiapiapi – Ujung Tanjung tentang pembangunan yang sedang maupun sudah selesai dilaksanakan. Hal ini merupakan wujud nyata yang tak dapat difungkiri

PENURUNAN INSENTIF BUKAN ALASAN BERKURANGNYA ETOS KERJA


” Penurunan Insentif Dokter Sebesar 37,5% ”

Rumahsakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Dahulu fungsi rumahsakit hanya untuk menyembuhkan orang sakit, namun pada perkembangannya saat ini telah menjadi suatu pusat kesehatan. Dengan munculnya kebutuhan akan kesinambungan pelayanan dengan perkembangan ilmu, dan teknologi kedokteran, maka fungsi rumahsakit pada saat ini juga telah mencakup pendidikan dan penelitian. Rumahsakit merupakan lembaga yang dapat menerapkan prinsip bisnis dengan tidak melanggar etika kedokteran dan melindungi orang miskin. Saat ini disetiap rumah sakit dituntut memberikan pelayanan yang memuaskan sesuai dengan sistem manajemen mutu menurut ISO 9001:2001. Perbaikan mutu layanan dan kinerja rumah sakit umumnya dimulai dari perawat melalui berbagai bentuk kegiatan seperti gugus kendali mutu dan penerapan standar keperawatan. Tidak terlepas hal tersebut dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut juga harus stand by setiap saat dalam mengontrol pasien rawat inap maupun check medical. Dokter adalah profesi yang sangat di hormati oleh masyarakat karena talentanya dalam mengobati pasien yang sakit dan kini harus dihadapkan dengan polemik dalam permasalahan intensif yang mereka terima, ada beberapa hal yang membuat mereka terdorong untuk mengabdi di suatu Rumah sakit salah satunya adalah besarnya insentif. Menurut keterangan dari Sekretaris RSUD Bagansiapapi, Nina, jumlah Dokter Spesialis di RSUD Bagansiapiapi ada sebanyak 12 Orang. ” Rencana kami akan terus menambah jumlah dokter di sini”, kata Nina. Dokter yang ada sekarang diantaranya Dokter spesialis Ogyn sebanyak 2 Orang, Dokter bedah sebanyak 2 orang, Dokter Anak sebanyak 2 orang, Dokter mata sebanyak 2 orang, Dokter syaraf sebanyak 2 orang, Dokter penyakit dalam sebanyak 2 orang dan untuk Dokter Anestesi belum ada tapi dibantu dengan tenaga ahli Anestesi yang diperoleh dari Pelatihan ( Kursus red). Menurut Nina tahun ini insentif Dokter spesialis mengalami penurunan sebesar 37,5% dari Rp 20 juta dengan dalih defisit anggaran. Ditempat terpisah Bupati Rokan Hilir sewaktu memberikan sambutannya di hadapan Kapolda Riau sewaktu meresmikan beberapa Kapolsek persiapan di Kab Rokan Hilir mengatakan bahwa tunjangan Dokter akan ditingkatkan dari 20 Juta menjadi 25 Juta. Dibandingkan dengan insentif Dokter spesialis di Kab Bangka Belitung dan dokter yang ada di Kab lain, besarnya insentif dokter di Kab Rokan Hilir termasuk lebih tinggi. Menyangkut Etos kerja yang ditunjukkan dokter spesialis diakui Nina belum maximal, mereka cendrung lebih memilih mencari uang sampingan dari praktek luar, ” Saya berharap tugas pokok dirumah sakit jangan diabaikan hanya dikarenakan adanya penurunan insentif dirumah sakit apalagi dokter PNS” ujar Nina. Beredarnya isu di tengah masyarakat tentang adanya niat dokter RSUD untuk pindah dengan serta merta ditepis nya ” Tidak semudah itu seorang Dokter harus pindah, dokter tersebut harus menempuh jalur dan prosedur yang telah ditentukan BKD”, jawabnya. ” dan saya rasa hal itu tidak akan mungkin terjadi dirumah sakit ini” tambahnya. seringnya lampu mati diakui Pihak rumah sakit membuat kegiatan mereka sedikit terkendala, apalagi pasien yang ingin merontgen penyakitnya, tapi pihak rumah sakit sudah berencana ingin segera memasang daya listrik ( generator ) untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. ”Kami cuma bisa berharap RSUD Bagansiapiapi akan terus meningkatkan pelayanan kami kepada masyarakat”, ujar Nina mengakhiri percakapan. Semoga.

RITUAL PERAYAAN BAKAR TONGKANG DI BAGANSIPIAPI DIWARNAI LOMBA SAMPAN KOTAK


Perayaan Ritual Bakar Tongkang tahun ini dibuat sangat berbeda tidak kalah meriahnya dengan tahun lalu yakni ditambah dengan perlombaan pacu sampan kotak, acara dimulai pada sore hari senin (8/6) yaitu arak arakan masyarakat chinese membawa masing masing nama dewa dan nama marga ke tempat areal bakar tongkang, menurut Ah Lim, ada sekitar 100 nama dewa lebih seperti dewa harimau, dewa bangau putih, dewa kwan tong, dewa Nacha dll, menurut kepercayaan, ritual ini seperti menghormati dan mengantar dewa ketempat pembakaran agar diberkahi, acara serupa seperti ini akan dilakukan nantinya pada hari puncak Ritual Bakar Tongkang.
Jumlah tamu yang nginap di hotel mengalami kenaikan terutama hotel kelas Melati, menurut keterangan dari receptionis hotel Bagan, kamar hotel tersebut terisi penuh, menurutnya tamu yang menginap terdiri dari tamu dari turis domestik dan luar negeri yakni Malaysia dan Singapore, sedangkan tamu Bule dari luar negeri tidak ada, ” Tahun kemarin ada Pak” ujar Receprionis. ” dari Inggris” tambahnya.

Pada pagi hari selasa (9/6) jam 09. 00 pagi diadakan lomba pacu sampan kotak yang diikuti sebanyak 71 sampan, masyarakat sangat antusias menantikan acara lomba sampan kotak, mereka rela berpanas panasan menunggu acara digelar, tampak sejumlah organisasi lokal serta siswa siswi sekolah menunggu untuk menyambut kedatangan Menteri dan Gurbernur yang diriingi Marching Band. sebelum acara lomba dilaksanakan pejabat yang diundang yakni Menteri Bappenas, Paskah Suzetta,Gubernur Riau dan Kapolda Riau serta beberapa Muspida tampak terlihat hadir untuk menyaksikan acara tersebut, pada sambutannya Menteri sangat antusias dengan acara Ritual kali ini, ia berpesan agar acara ini bisa dilanjutkan dan lebih ditingkatkan tahun depan, memang semula rencana Pemda Rokan Hilir mengundang Menteri Pariwisata, Jero Wacik untuk hadir namun karena berhalangan ada agenda Pemerintahan di Bali maka Menteri Bappenas yang bisa memenuhi undangan Pemda Rokan Hilir, seusai sambutan diiringi bunyi letusan bunyi pistol tiga kali maka dimulailah lomba pacu sampan kotak, terlihat beberapa sampan di hiasi dengan accesories yang berbau adat Chinese, bunyi petasan diatas sampan menyambut kedatangan pejabat pusat dan daerah tersebut, pada hari yang sama jam 13.00 Wib dilanjutkan dengan acara puncak yakni Ritual Bakar Tongkang, bunyi bunyian mendengung dari alat musik loya serta bau asap dan abu yang terbang dari hio yang dibakar tampak mengepul hingga membuat mata memerah, acara ini untuk mengingatkan masyarakat chinese pada sejarah disaat marga Ang yang terdiri dari 18 orang merantau ke Bagan pada tahu 1826 SM salah satunya adalah perempuan. Mereka ini sebelumnya adalah penduduk asli RRC yang migran ke Desa Songkla Thailand tahun 1825 masehi. Ketika pecah kerusuhan di Desa Songkla Thailand antara warga Desa Songkla dengan etnis Tionghoa ini tahun 1825 masehi, etnis Tionghoa menyelamatkan diri pindah ke Bagan dengan tiga tongkang kayu mengarungi lautan. Di tengah perjalanan di laut, dua tongkang tenggelam, dan satu tongkang selamat berlabuh di Bagan. Sebelum tiba di Bagan mereka berlabuh terlebih dahulu di Kerajaan Kubu. Namun karena merasa kurang aman, akhirnya etnis Tionghoa ini pindah ke daratan Bagan. Satu tongkang yang selamat, menurut kisahnya disebabkan karena terdapat patung Dewa Tai Sun di haluan tongkangnya, yaitu satu-satunya dewa tak punya rumah, yang hidupnya hanya menggembara. Sedangkan dewa Ki Ong Ya diletakkan di rumah kapal (magun). Karena ada kedua dewa ini di dalam tongkang, maka selamatlah mereka menempuh perjalanan yang penuh tantangan itu. Dari peringatan acara Bakar Tongkang tahun 2005 ini sebenarnya ada sesuatu yang tergandung di dalamnya, yaitu ingin melaksanakan sembahyang untuk mendapatkan berkat, keberuntungan, kemudahan rezeki, sekaligus menyampaikan pesan sejarah. Tapi juga terdapat potensi pariwisata. Ada sekitar 25.000 wisatawan nusantara dan mancanegara berkunjung ke Bagan saat itu. Mereka selain melaksanakan ritual sembahyang, bakar hio, bakar kim, juga ikut dalam iring-iringan tongkang ke lokasi pembakarannya di Jalan Perniagaan ujung Bagansiapi- api.

PAHLAWAN ADIPURA GEMBIRA RAIH TROPI


Selamat dan Sukses…..Congratulation atas penghargaan Adipura diraih Kab Rokan Hilir yang pertama kali memboyong tropi bergengsi di bidang kebersihan lingkungan, Bupati Rokan Hilir, H. Annas Maamun boleh tersenyum bangga, setidaknya bisa bernapas lega mendapat penghargaan adipura untuk kategori kota kecil. Penghargaan ini diserahkan atas undangan langsung dari Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta. ini merupakan tanda-tanda baik bagi pelestarian dan kebersihaan di Kabupaten ini. Untuk bisa mendapatkan penghargaan tahunan itu, setiap daerah kota dan kabupaten selalu berlomba-lomba memenuhi penilaian sesuai persyaratan dari tim penilai dari Kementrian Lingkungan Hidup (LH). Semestinya yang paling layak menikmati kebahagian atas prestasi adipura di setiap daerah adalah para pasukan kuning. Pasukan kebersihan yang secara nyata menjaga dan berkerja siang malam tidak pandang hujan atau panas selalu setia membersihkan sampah. Untuk itulah, Dinas Kebersihan, Pertamanan Kabupaten Roikan Hilir mengundang dan mengerahkan penyapu jalan, pengangkut sampah, dan petugas pemelihara taman, serta Petugas TPA ikut hadir dalam pawai arak arakan menyambut tropi, memang Kebersihan kota Bagansiapiapi tidak terlepas peran serta masyarakat dan Dinas Kebersihan Kota Bagansiapiapi, atas kebersihan ini maka kota ini mendapat penghargaan Adipura. Terjaminnya kebersihan Kota Bagansiapiapi , berkat kerja keras dan kedisiplinan Pasukan Kuning yang terdiri dari penyapu jalan, kenek dan sopir mobil sampah serta tim motor sampai ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kendati demikian, para pekerja ini sama sekali tidak melalaikan kewajiban akan tugas yang diberikan kepada mereka. Sebagaimana dialami Ino, selaku pekerja Kontrak di Tim Kuning. Meski gaji diterima kecil, namun tidak menyurutkan niatnya untuk terus menekuni pekerjaannya yang telah dilakoni selama hampir 2 tahun itu. Sebagai pekerja yang berkubang dengan kotoran sampah yang merupakan sumber segala kuman dan penyakit, selayaknya Pemerintah Rokan Hilir memberikan perhatian yang lebih terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) para pekerja penyapu dan pembuang sampah jalan ini. Pertama bekerja, ino menerima upah sebesar Rp 650.000. Lalu ditambah dengan uang kesejahteraan Rp 250.000.
Pasukan Kuning merupakan pasukan pilihan, selain menyapu jalan, petugas harus keliling ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang tersebar di seluruh kota. Bisa dibayangkan, di dalam TPS itu teronggok sampah berbau menyengat dan menyesakkan dada, belum lagi di situ pula pusat penyakit, bakteri dan zat-zat beracun yang dibuang begitu saja oleh warga kota ini. Penghargaan yang baru pertama kalinya diperoleh Kab Rokan Hilir ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk terus meningkatkan program kebersihan yang merupakan tugas dan tanggung jawab pemkab bersama masyarakat. ( Trp )

Acara Bakar Tongkang Diwarnai Lomba Sampan Kotak


Tahun ini Kita Akan Mengundang Gurbernur Riau dan Menteri Pariwisata



Ritual acara Bakar tongkang setiap tanggal 16 Bulan 5 penanggalan imlek merupakan ulang tahun dewa king ong ya, sehingga acara ini disebut dengan Go Ge Cap Lak. Acara yang sudah masuk Visit Indonesia Year 2009 secara tidak langsung harus dibuat secara meriah karena semua mata menuju ke Kab Rokan Hilir. Event ini merupakan andalan Kab Rokan Hilir dalam mengundang visitor.
”Kita akan membuat suasana baru tahun ini,”Demikian disampaikan Wakil Bupati Rokan Hilir, H.Suyetno A.MP dihadapan peserta lomba di Pulau Halang Kec Kubu Kab Rokan Hilir pada hari selasa (19/5).
”Kita akan buat perbedaan tahun ini dari tahun kemarin,” katanya . ”Tapi tanpa dukungan dan sokongan dari berbagai pihak mustahil hal ini bisa terwujud,”Beliau menambahkan.
Para peserta yang didominasi ethnis warga Tionghoa yang berdomisili di Pulau Halang Belakang dan Pulau Halang Depan diikuti sebanyak 71 Peserta, dimana 60 Kapal dari Pulau Halang Belakang dan 10 Kapal dari Pulau Halang Depan.
Kapal peserta harus dicat warna warni, dilengkapi dengan suara musik dan pakaian khas Tiong hoa. Pada saat itu peserta menunjukkan salah satu contoh baju khas Tionghoa yang dibawa dari Shang Hai, China. ”Seandainya Bapak Wakil Bupati berkenan nanti gua pesan lagi baju untuk acara nanti,”ujar Ah Chin salah satu peserta lomba.
Ketua Panitia Acara Lomba Sampan Kotak, Banjir, yang menjabat Camat Kubu, mengaku berusaha mempersiapkan acara ini sematang mungkin, ia mengharapkan semua permasalahan dan keluhan dilapangan supaya cepat diberitahu kepadanya agar tidak ada kendala dalam proses pelaksanaan pada hari ”H” nanti. Salah satunya adalah masalah pasang surut air sudah ia antisipasi dengan merubah jadwal di pagi hari yakni dimulai jam 09.00, dimana air sedang pasang. Masalah tekhnis dalam penyambutan tamu dan keamanan diserahkan kepada panitia seksi bidang keamanan yang ditangani oleh Kapolres.
Ditempat terpisah rapat susulan untuk mematangkan rencana pelaksanaan Acara Bakar Tongkang dan Pacu Sampan Kotak dilaksanakan di Ruang Lobby Kantor Bupati lantai empat pada Jumat (22/5). Hadir pada acara tersebut semua elemen aparat Pemerintah Kab Rokan Hilir, Kapolres Rokan Hilir, Syahbandar, Dinas Perhubungan, Kodim, Bea dan Cukai serta Imigrasi dan tidak lupa pula semua tokoh masyarakat etnish Tiong Hoa dalam melakukan hearing untuk pelaksanaan nanti.
Acara tambahan yang diusulkan oleh tokoh masyarakat yakni Acara main Loya disore hari pada tanggal 8 Juni yang diarak-arak keliling kota, dan malamnya akan dilaksanakan pesta lampu lampion layaknya seperti malam cap goh me. Tidak lupa pula acara tersebut dimeriahkan artis dari Taiwan dan Malaysia,
”Apakah kita harus mengundang Pawang Buaya?” demikian pertanyaan yang disodorkan Banjir selaku Ketua Panitia, ”Kita sudah mengetahui bahwa Pulau Pedamaran adalah sarangnya buaya”sahut beliau. Secara spontan Wakil Bupati menjawab bahwa kita harus menurunkan pawang buaya, ”kita tidak bisa menutup mata mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi.” ”Selain itu kita juga harus menurunkan penjaga di Sungai seperti Airud dan Petugas yang berwenang” ujar Wakil Bupati.
Wakil Bupati memprediksi bakal akan terjadi lonjakan arus tamu yang datang ke Bagansiapiapi khususnya dari luar negeri. Tamu yang datang melalui jalur udara melalui Dumai akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Dumai sekaligus membuat Baliho untuk mempromosikan akan ada acara Bakar Tongkang di Bagansiapiapi.
Untuk jalur laut berkemungkinan dari pelabuhan laut Bagansiapiapi-Port Dickson. Untuk itu beliau mengharapkan kepada petugas kebersihan melalui Dinas Pasar untuk membersihkan pelabuhan supaya menghilangkan kesan imej Bagansiapiapi adalah kota yang kotor.
”Untuk membersihkan kota Bagansiapiapi dari sampah pada tanggal 30 Mei kita harus melaksanakan Gotong Royong Massal”Kata Wakil Bupati. ”seluruh masyarakat dan aparat pemerintah untuk terjun langsung membersihkan sampah.”ujannya.
Kita mempunyai rencana akan mengundang Gubernur Riau, H.Rusli Zainal.SE.MM dan Menteri Pariwisata yang sekarang Sekjen Partai Demokrat, Jero Wacik.
Wakil Bupati mengharapkan semoga semua masyarakat mendukung acara ini termasuk memberikan akomodasi kepada tamu yang datang seandainya tingkat hunian di penginapan dan hotel sudah penuh.
Kepada sang juara peserta lomba sampan kotak, panitia akan memberikan hadiah berupa Piala Replika kapal Tongkang yang dikacakan serta bonus dan hadiah lainnya. Pada akhir rapat dengar pendapat Wakil Bupati cuma mengharapkan seluruh elemen peserta yang hadir untuk mempromosikan kepada teman baik dari media massa, cetak atau media elektronik untuk memberitahukan serta mempromosikan mengingat acara ini tinggal menghitung hari.

It's me

It's me

Jemur Island

Jemur Island

Menikmati Keagungan Tuhan

Menikmati Keagungan Tuhan

Lomba Tradisional Sampan Lopap

Lomba Tradisional Sampan Lopap
pacu sampan lopap

Potret

Potret
Masyarakat Bagan
Negeri Seribu Kubah

Gallery

Hai Sobat! Selamat Datang Di Jalan Perwira Bagansiapiapi