Minggu, 18 April 2010

PEMUSNAHAN BARANG NARKOTIKA EKSTASY DISAKSIKAN MUSPIDA


Rokan Hilir ( Riau )

Pembakaran barang bukti berupa eckstasy sebanyak 1991 butir akan dimusnahkan oleh segenap Muspida di kabupaten Rokan Hilir. acara ini dihadiri oleh ketua pengadilan negeri Ujung Tanjung, kepala kantor Bea Cukai, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Polsek Bangko, Kepala BNK, tokoh masyarakat, anggota DPRD Rokan Hilir, Departemen Agama, ketua LAM (Lembaga Adat Melayu), Kepala kejaksaan Negeri yang dilaksanakan pada hari Rabu (24/3) bertempat di Kantor kepolisian sektor Bangko di bagansiapiapi.

Sebelum pembakaran dibacakan kronolis oleh Kanit Reskrim Polsek Bangko Arnold Simamora sebagai berikut pada hari selasa tgl 23 februari 2010 tersangka wuryanto alias yanto kepala mesin KM pelita pacific berangkat dari pelabuhan bagansiapai api ke pelabuhan port klang malaysia dengan membawa hasil laut.

Pada tanggal 24 februari 2010 KM pelita pacific sampai pelabuhan port klang malaysia membongkar barang setelah selesai membongkar barang lalu menerima titipan bungkusan dari seorang laki laki berwarga tionghoa dan disimpan digantungan baju didalam kamar mesin kemudian disimpan dibawah mesin

pada hari kamis tanggal 25 februari 2010 tersangka wuryanto alias yanto berangkat dari port klang malaysia ke bagansiapiapi. pada hari jumat tanggal 26 februari 2010 sekira jam 00.15 WIB KM pelita pacific tiba dipelabuhan baru bagansiapiapi lalu dipemeriksa oleh petugas bea dan cukai dan ditemukan 1 (satu ) bungkus dibawah mesin didalam kamar mesin dan dari hasil uji tes kit ternyata adalah narkotika jenis ekstasy dengan kandunagn sabu sabu. pada tanggal 27 februari 2010 penyidikan diserahkan ke polsek bangko dan hasil penimbangan dikantor pegadaian pekanbaru jumlah narkotika jenis ekstasy trsebut sebanayak 1993 atau 472,5 gram berdasarkan pengujian laboratorium badan pom tingkat 1 pekanbaru tanggal 8 maret 2010 membuktikan bahwa narkotika tersebut adalah positiv amphetamine

seusai dibaca kronologis, ketua BNK Rokan Hilir, Suyatno AMP Dalam sambutannya mengucapkan aplaus kepada jajaran aparat hukum dalam menuntaskan kasus ini. Menurutnya daerah rokan hilir sangat rawan peredaran narkotika karena berbatasan langsung dengan selat melaka. Menurut suyatno Amp sesuai dengan pesan Kapolda Riau bahwa jajaran Polda Riau akan meningkatkan pengawasan diperbatasan terutama di Rokan Hilir, meningkatkan kamtibmas seperti ancamam teroris dan perdagangan obat ilegal harus ditingkatkan pengawasan secara intensif. daerah rawan seperti penipahan, sinaboi, pulau halang depan dan belakang merupakan daerah yang menjadi tujuan perdagangan obat ilegal.

Amphetamin merupakan golongan 1 psikotropika. pelaksnaan pemusnaam langusng dilakukan oleh ketua bkn yang dilakukan secra bergiliran eksctasy tersebut dimasukkan kedalam tong oleh segenap upika setelah dibakar acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti

Ditempat terpisah kepada wartawan, kanit reskrim Polsek Bangko AKP Arnold Simamora mengatakan bahwa kejaksaan tinggi ujung tanjung menetapkan status barang bukti pil ekstasy warna merah jambu 172,5 gram harus dimusnahkan. Menurutnya lagi dari delik hukum tersangka bisa dijerat UU narkotika No 35 tahun 2009 pada pasal 87 dimana ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman mati (aam )

FKMB IKUT SERTA SUKSESKAN UAN SMA


Rohil ( Riau .)


Pelaksanaan ujian nasional tahun 2010 Forum Komunikasi Masyarakat Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir ikut berperan serta mensukseskan Pelaksanaannya. Bentuk peran serta FKMB dengan melakukan peliputan di setiap sekolah SMU di Rokan Hilir.
Peran serta Pers sebagai kontrol sosial sesuai diamanatkan dalam UU Pers No 40 tahun 1999 membuat sejumlah kepala sekolah mendukung kegiatan FKMB. Menurut sejumlah kepala sekolah bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya wartawan yang meliput langsung pelaksanaan UN di SMA tempat para oemar bakri tersebut mengajar.


Ketua Forum Masyarakat Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir Amrial,AM.d belum lama ini mengatakan bahwa dengan menempatkan anggota FKMB Rokan Hilir yang berjumlah 8 orang wartawan guna memfungsikan kekuatan dasar undang-undang Pers tersebut dan sekaligus memantau dan mensukseskan Pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat Sekolah Lanjutan Atas (SLTA).

”Kita juga punya hak liput dan membuat Laporan Kerja kepada Organisasi Pers di Propinsi. Sebagai tindak lanjut kegiatan yang diamanatkan Dewan Pers Indonesia baha kita sebagai insan Pers punya hak dilindungi Undang-undang maupun hukum. Atas dasar itu kita turunkan para wartawan yang tergabung di Organisasi tersebut di Kabupaten Rokan Hilir satu orang untuk satu sekolah SLTA dengan jumlah yang tertentu,” jelas
Amrial.


Menurut keterangan Amrial, sesuai dengan laporan dari para Wartawan yang ditugaskan di Forum komunikasi masyarakat bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir bahwa Ujian nasional tahun ini cukup disiplin dan pada yang akan datang harus kita dukung untuk tahun ajaran yang akan datang.

Amrial menghimbau kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hilir bahwa untuk kedepan nanti selayaknya Pers diikutsertakan dalam Pemantauan Ujian artinya kemurnian ujian tersebut lebih efektif lagi. ”kita bukan tuding tanpa Pers ada kecurangan, tetapi guna menghormati Undang-undang Pers tersebut, sehingga dapat dipublikasikan lebih transparan lagi,” ujarnya. ( Aam )

BEBERAPA HOTEL DAN SALON DIDUGA MENYIMPAN PSK


Rokan Hilir (Riau)

Hasil notulen rapat antara Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga dengan beberapa pengurus Hotel di Bagansiapiapi pada tanggal 28 Februari 2009 telah disepakati bahwa Pihak Hotel dilarang menyediakan fasilitas prostitusi terselubung baik itu dihotel hotel maupun disalon salon yang ada diBagansiapiapi.

Imej dan konotasi negative terhadap beberapa hotel dan salon yang diduga menyimpan PSK membuat sejumlah elemen ormas menjadi geram. misalkan LIRA dan GWI siap bekerjasama dengan Pemda dan aparat hukum untuk melakukan razia gabungan." jangan hanya hangat hangat taik ayam," ujar ketua Lira, A. Alimin. "Sikat habis salon dan hotel yang diduga melakukan praktek prostitusi terselubung," ujar alimin lagi.

"Kadang kadang kita malu masuk kehotel karena pasti orang mengira kita sedang jajan dihotel tersebut," ujar A. Latif Wakil ketua GWI Rohil. hal senada juga diakui oleh penghulu Sungai Nyamuk, Rahmat Hidayat. menurutnya kalau ada pelatihan acara kepenghuluan dan menginap dihotel, kadang kadang kita merasa malu saat masuk dihotel tersebut karena imej negatif bahwa ada hotel yang diduga menyimpan PSK sudah melekat, padahal kita tidak berbuat apa apa dihotel tersebut,” Ujar Rahmat yang dikenal masyarakat sungai nyamuk sebagai imam mesjid.

Begitu juga pengakuan penghulu Sungai Besar, Syafruddin. dari cerita syafruddin bahwa ada temannya yang datang ke Bagan dan ingin memotong rambut namun saat datang kesalon malahan yang ditawarkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maaf kalau bisa dikatakan sudah mengarah ke ponografi. cerita Syafruddin sambil tertawa terkekeh kekeh.

Cerita ini juga ditanggapi Petugas Satpol PP yang bertugas di Pos Jaga disaat wartawan menemui mereka. "Kami siap melakukan razia untuk menertibkan hotel dan salon yang menyimpan PSK seandainya ada surat edaran dari Camat Bangko," kata petugas tsb. cuma sekarang yang jadi permasalahan, apakah mau Camat Bangko mengeluarkan instruksi untuk mengadakan razia tersebut? Namun sampai saat ini masyakarat masih menunggu class action dari semua aparatur penegak hukum karena melihat pengusaha hotel sudah semakin sombong menunjukkan kekuasaannya. ( aam )

BAHAN BAKU TERASI DIDUGA TIDAK LAYAK KONSUMSI

Rokan Hilir ( Riau )

Bahan baku pembuatan terasi yang dibuat oleh pabrik terasi dipulau halang diduga tidak layak konsumsi krn tidak sesuai dgn campuran yang dibenarkan dalam Islam. hal itu sempat jadi polemik karena yang mengkonsumsi terasi 80% merupakan umat islam dan malahan didistribusikan ke jawa. kita sudah tegur pemilik pabrik terasi agar pengolahannya harus sesuai dengan kaidah dan harus dapat label halal dari MUI, kata ketua MUI H.Muanif ketika bersantai dengan wartawan seusai kerja dikantornya.

Dari hasil investigasi tim MUI Rohil meninjau Pabrik terasi di Pulau Halang diperoleh hasil produksi terasi gilingan memang tidak layak konsumsi karena menurut MUI bahwa terasi tersebut diduga sudah diperam dengan ikan tembakul dan campuran lainnya serta digarami dan dicuci dengan air pelimbahan kemudian air tersebut dibuang dan dicuci kembali baru dijemur dipelataran terbuka. selama dijemur dipelataran terbuka, terasi tersebut tidak diawasi dan berkemungkinan anjing atau binatang lain masuk dipelataran penjemuran dan terindikasi kotoran binatang ikut bercampur dengan terasi yang dijemur tersebut.

menurut keterangan pengusaha terasi kepada tim MUI bahwa penjemuran itu gunanya untuk mengeringkan air kemudian baru digiling. Tim MUI juga melihat bahwa campuran terasi bukan sepenuhnya bukan udang namun diduga ada juga ikan ikan busuk lainnya.

Menurut Muanif seharunya Dinas kesehatan melakukan Sidak sebelum mengeluarkan P-IRT ( Perizinan Industri Rumah Tangga ) untuk mengecek kesehatan sedangkan MUI bertugas cuma untuk mengetahui layak tidaknya konsumsi.

Masyarakat Rokan Hilir jarang konsumsi terasi buatan pulau halang dan kata pengusaha terasi tersebut kebanyakan yang mengkonsumsi adalah konsumen dari luar rohil, kata Muanif menerangkan. selain itu dari hasil Sidak Tim MUI bahwa penggilingan terasi buat sementara belum dihaluskan dan terasi rohil tersebut lalu dicampur lagi dgn dedak.

Menurut keterangan Muanif bahwa ada 34 tempat pembuatan terasi yaitu dipulau halang depan dan belakang, diraja bejamu ada 2 tempat, sedangkan dipenipahan belum diketahui jumlahnya. Para pemilik pabrik terasi juga sudah diberi pengarahan oleh MUI namun ada pemilik Pabrik tidak bisa berbahasa Indonesia dan itu sangat menyulitkan dalam mensosialisasikan aturan MUI. Disinyalir mereka bukan orang indonesia dan datang dari daratan china, ujar muanif.

Pemilik terasi bersikeras bahwa mereka cuma menggiling saja tetapi dijawa terasi buatan mereka akan diolah lagi. pemilik juga bersitegang dengan MUI dengan mengatakan mengapa baru sekarang timbul permasalahan seperti ini dan bukan dari dulunya. dari pengakuan pemilik terasi mereka bisa memproduksi dan menggiling terasi sebanyak 5 ton tiap hari untuk satu tempat, dan satu tahun hampir 1000 ton yang akan diantar ke jawa dan ditempat lainnya.

MUI juga sudah mensosialisasikan bahwa untuk mendapatkan label halal harus ada HO, SIUP, CEK Bahan Baku, Cek Bahan Jadi,komposisi. dari keterangan Muanif ada beberapa produk yang belum dapat label halal dari MUI seperti kacang pukul, HH, Bintang Delapan Kacang pukul merk Miki sama Yeni dan diduga dibelakang rumah pemiliknya ada memelihara Babi. sedangkan roti merk Asia juga belum dapat halal karena ada 5 komposisi masih diimpor dari luar negeri yang belum dapat persetujuan MUI. (Aam)

ALIRAN SUNGAI JALAN H ABDUL WAHAB MAMPET


”Masyarakat Bahu Membahu Bergotong Royong”

Bagansiapiapi ( Riau )

Penyumbatan tali air dialiri sungai alam yang aliran airnya berasal hutan mengalami mampet sehingga menyebabkan air dijalan Abdul Wahab dekat areal perkuburan jadi tergenang. Atas masalah tersebut, Syamsul Bahri salah satu masyarakat yang berprofesi sebagai PNS di Dinas Sosial mencoba bahu membahu bersama masyarakat disekitar lokasi areal sungai untuk bergotong royong membersihkan aliran sungai yang dikotori sampah berupa kayu dan kotoran plastik.

Sungai di Jalan H Abdul Wahab yang mempunyai kedalaman 2 meter dan lebar 8 meter membentang menyusuri sepanjang jalan tersebut dengan panjang ± 1300 m. Sungai tersebut merupakan urat nadi masyarakat untuk mengairi tanaman dan perkebunan yang terdiri dari kebun kacang, kebun sawit, ladang padi sehingga macetnya aliran sungai tersebut membuat tanaman masyarakat sedikit terganggu. “ Aliran sungai ini bukannya merupakan urat nadi kepenghuluan Bagan Jawa saja termasuk bermuara ke Bagan Jawa Pesisir, Parit Aman, Bagan Timur dan Bagan Kota,” kata Syamsul disela sela kesibukannya menggali sampah disungai pada hari senin (5/4) bersama masyarakat.

Menurut Syamsul sebagai warga di Jalan H Abdul Wahab , ia sangat berterima kasih kepada Bupati Rokan Hilir, H. Annas Maamun yang telah membangun jalan tersebut menjadi jalan aspal sehingga hasil kebun bisa dibawa petani ke Kota untuk dipasarkan. “Akan tetapi kalau sudah dibangun sudah selayaknya masyarakat memelihara jalan dan sungai yang mengalir disisi jalan agar bisa bermanfaat untuk kepentingan masyarakat itu sendiri,” Kata Syamsul atau lebih dikenal panggilan sehari hari dengan nama ucok yang mengaku memberikan uang insentif secara pribadi kepada masyarakat untuk bergotong royong dan agar masyarakat tidak memikirkan masalah periuk nasi nya dirumah.

Menurutnya, dahulu kehidupan masyarakat daerah kepenghuluan Bagan Jawa tergolong pada ekonomi menengah kebawah. namun sejak ekses jalan terbuka dan karena aliran sungai bagus maka masyarakat mencoba beralih profesi menjadi petani. Namun karena saat ini aliran sungai sudah lama menjadi mampet, membuat sebagian tanaman masyarakat mengalami gagal panen, sehingga masyarakat banyak yang meninggalkan tanamannya untuk beralih profesi lain dan malahan ada yang merantau.


Selain itu didaerah tersebut ada tempat yang unik diujung jalan H Abdul Wahab. Disitu terdapat salah satu perigi yang mengeluarkan buih atau disebut orang perigi menggelegak. Menurut kepercayaan masyarakat, perigi tersebut digunakan orang untuk membayar niat. Ada juga berkomentar bahwa perigi tersebut mengandung gas dan sudah ada peneliti terjun kesana. Wallahualam ( Aam )

JALAN PLATARAN KAYU DIPENIPAHAN BANYAK YANG BERLOBANG


Rokan Hilir ( Riau )

Ko Piak Meng salah satu tokoh masyarakat ethnis tionghoa yang merupakan generasi penerus dari persatuan tolong menolong warga tiong hoa mengharapkan Pemda Rohil lebih serius melihat permasalahan pembangunan jalan khusunya di Penipahan Darat Kec Pasir Limau Kapas. Hal itu dikatakannya pada saat membawa masyarakat Penipahan menghadap Camat Pasir Limau Kapas pada hari senin (29/3).


Sebagai ketua persatuan tolong menolong warga tiong hoa menuntut Ko Piak Meng mendampingi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada UPIKA pasir limau kapas dan mengharapkan supaya UPIKA untuk terjun langsung kelokasi dimana masyarakat butuh bantuan. ruang lingkup tugasnya tidak hanya terfokus untuk warga tiong hoa namun juga semua suku yang butuh bantuan dalam memperjuangkan aspirasi daerah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

Sebagai fasilitator dan menjembatani kepentingan masyarakat, KO PIAK MENG tidak segan segan terjun kelapangan dan melihat langsung permasalahan yang terjadi dimasyarakat dan menyampaikannya ke Pemerintah Daerah untuk ditindak lanjuti. Ada 6 kecamatan yang menjadi perhatian ko Piak Meng untuk lebih mengintensifkan pengentasan kemiskinan yakni kecamatan sinaboi, pujud, pedamaran, pasir limau kapas dan saat ini kecamatan Bangko.

Menurut Ko Piak Meng bantuan yang sangat urgen dikecamatan pasir limau kapas yakni pembangunan jalan di Plantaran jalan garuda, jalan melur, jalan melati, jalan PLN yang saat ini masih menggunakan jalan plataran yang terbuat dari kayu yang kondisinya sangat memprihatinkan dan berlobang serta dikhawatirkan bisa menimbulkan korban


Ditempat terpisah, Kepala Dusun Enam Setara, Hendri, mengatakan bahwa ketika hujan turun papan jalan plataran menjadi licin dan anak sekolah sering melewati jalan tersebut, ia sangat khawatir pada anak anak yang terpeleset jatuh kelaut . masyarakat penipahan darat berharap kepada Bupati agar lebih memperhatikan kondisi jalan plataran tersebut yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Masyarakat berharap jalan plataran kayu dibangun menjadi jalan beton supaya segala hasil penjualan ikan yang diangkut menggunakan gerobak dan sepeda oleh para nelayan bisa lebih mudah dan cepat dan tidak khawatir terjadi kecelakaan lagi.

"kami akan mendesak Pemda supaya lebih perhatian dengan kondisi masyarakat penipahan khususnya masyarakat melayu yang hampir 80% kehidupan dibawah garis kemiskinan," kata Ko piak meng yang dikenal masyarakat sebagai warga yang low profile. menurut Ah kiong pendapatan masyarakat penipahan yang tergolong miskin rata rata Rp 20 ribu perhari. itupun masih belum terpenuhi kebutuhan mereka. "saya hanya bisa menjembatani kepentingan warga, tapi itu terserah Pemda untuk membantu atau tidak, yang penting aspirasi masyarakat saya tampung dan saya akan sambungkan lidah saya ke Bupati Rokan Hilir nanti," ujar Koh Piak Meng dengan nada tegas (aam)

Jumat, 09 April 2010

JALANI USAHA MIE KUNING SELAMA 40 TAHUN


Rokan Hilir ( Riau )

Kita tidak asing lagi dengan makanan yang terbuat dari mie. Bagi sebagian besar masyarakat Bagansiapiapi yang doyan makan mie mungkin penasaran dengan cara pembuatan mie serta komposisinya. Menurut sugi (67) salah satu pemilik pabrik mie keturunan tionghoa yang mempunyai usaha pembuatan mie dijalan Utama Bagansiapiapi mengatakan bahwa campuran mie yang dibuatnya terdiri dari tepung, air dan garam. Tidak ada campuran lain dan daya tahan mie basah layak konsumsi itupun hanya bertahan selama sehari. Usaha yang digelutinya sudah berjalan 40 tahun dan merupakan warisan abang kandungnya. ”usaha kami dikontrol oleh Dinas Perindag dan Dinas kesehatan untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh BPOM,” ujar Sugi yang memiliki karyawan sebanyak 4 orang menjelaskan.

Menurut sugi bahan baku pembuatan mie didatangkan dari Pekanbaru. Ada tiga buah pabrik mie yang beroperasi di Bagansiapiapi. Dari segi penawaran bahan baku dari Pekanbaru seperti tepung dan campuran lainnya tidak ada masalah. Namun yang menjadi Sugi sedikit pusing adalah permintaan yang berkurang. Equiblirium tingkat permintaan dan penawaran tidak mencapai titik yang memuaskan karena diakibatkan banyaknya masyarakat ethnis yang merantau keluar Bagansiapiapi. Memang bukan rahasia umum bahwa mie merupakan makanan favorite masyarakat tionghoa dan juga kalangan masyarakat melayu tempatan. ”rata rata satu hari Mie bisa terjual sebanyak 50 Kg dan jenis mie yang kami buat ada beberapa macam dengan bahan baku yang sama,” kata sugi.

”Saat ini yang memesan rata rata berasal dari pelanggan tetap yang memiliki usaha mie siap saji,” kata sugi. Dahulu usaha mie kuning yang selama ini dijalaninya mendatangkan keuntungan yang cukup besar. Terbukti pesanan selalu muncul baik dari pedagang diBagansiapiapi. Bahkan, pada saat Ramadhan yang lalu pemesanan mie bisa naik berlipat ganda. “Hasilnya lumayan, banyak pedagang yang datang ke sini atau kami yang menjual kepada mereka,” katanya.

Dalam menjalankan usahanya, ia sebenarnya mengetahui akan bahayanya memakai formalin. ”lebih baik saya menutup usaha kalau pakai formalin daripada masuk penjara,” katanya yang kini tengah membiayai kuliah anaknya di Jakarta. ”Sewaktu heboh isu mie berformalin memang sedikit mengganggu usaha pembuatan mie milik mereka. Namun karena kepercayaan konsumen terhadap produk yang kami buat maka tidak ada alasan bagi langganan kami untuk mencari pabrik mie lainnya karena mereka tau produk kami bebas formalin,” ujar sugi meyakinkan. (Aam )

UNDANG INVESTOR UNTUK EKSPLOITASI SDA


Rokan Hilir ( Riau )

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mengundang calon investor nasional dan mancanegara untuk mengeksploitasi berbagai sumber daya alam yang banyak ditemukan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Badan Penanaman Modal Kabupaten Rokan Hilir, Syafrudin Masri pada hari Rabu (11/3) mengatakan, kehadiran investor ke sebuah daerah memiliki nilai strategis dikaitkan dengan berbagai potensi SDA dan program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan pemerintah dewasa ini.

“Saya kira, kedatangan investor merupakan perwujudan kerja sama yang baik dalam sebuah daerah yang sedang membangun. Kedatangan mereka didukung komitmen saling membantu, mengeksploitasi SDA bagi percepatan pembangunan,” katanya.

Bupati menyatakan mendukung dan memfasilitasi setiap investor yang berminat menanam modalnya di Kabupaten Rokan Hilir , termasuk rencana pembangunan “Water Bomb” di KM 6 areal perkantoran Pemerintahan Kabupaten Rokan Hilir seperti yang dibahas dalam Paripurna RAPBD belum lama ini.

Syafruddin mengatakan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mempercepat pembangunan Rokan Hilir.

“Oleh karena itu, kami dari Rohil mengundang investor untuk mengeksploitasi potensi SDA di daerah ini,” lanjutnya.

Menurut Syafruddin sudah ada Investor Asing melalui Penanaman Modal Asing yang melirik dan berencana menanamkan modalnya ke salah satu perusahaan di Rokan HIlir yaitu di PT Dharma Wungu Guna dan PT Sinar Perdana Caraka dengan total investasi sebesar $ 11 Juta yang bergerak dibidang usaha Industri pengolahan kelapa sawit menjadi minyak dan Industri Minyak dan lemak dan nabati dan hewani yang masih menunggu persetujuan dari BKPM Pusat. Termasuk investor lokal seperti PT Geliga Bagan Riau dengan total investasi sebesar Rp 48 M.

Hingga sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir masih menunggu realisasi izin serta berencana untuk menanyakan langsung ke BKPM Jakarta tentang kendala apa saja yang dihadapi oleh Investor tersebut untuk menanamkan modalnya ke Rohil.

”Kalau memang ada kendala yang bersifat tekhnis mungkin bisa dikonsultasi dengan pihak BKPM dan Investor tersebut,” ujar Syafri penuh harap. Seandainya hal tersebut terealisasi bukan tidak mungkin bisa menyerap tenaga kerja di Kabupaten Rokan Hilir. ”Memang dari aturan yang ada seandainya investasi melibatkan dua kabupaten maka harus ada persetujuan dari Gurbernur dan kalau melibatkan dua propinsi harus ada persetujuan Badan Kordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) di Jakarta,” ujar Syafri menjelaskan.

Untuk daftar IUT dari Penananam Modal Negeri yang menunggu izin Gurbernur ada beberapa perusahaan seperti PT Lahan Tani Sakti, PT Sawita Leidong Jaya, PT Bahana Nusa Interindo, PT Salim Ivomas Pratama dengan total investasi PMDN ± sebesar Rp 923 M.

Sampai saat ini, Rokan Hilir masih menunggu investor yang bisa menggali potensi SDA yang terdapat di Kabupaten Rohil antara lain Karet, sumber daya hayati, hutan bakau ( mangrove), minyak bumi.

Ia menambahkan, Rokan HIlir memiliki banyak potensi yang dapat dieksploitasi, termasuk pariwisata sejarah, alam seperti danau Nan pangga dan objek wisata bahari ( Aam)

PENGAWASAN DILAUT PERLU KOORDINASI


Rokan Hilir ( Riau )

Pengawasan laut merupakan tolok ukur keberhasilan kredibilitas dan kinerja untuk dinas perikanan yang selama ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Rokan Hilir. Mengingat selama ini banyak nya nelayan yang masuk diperairan Rohil yang tidak bisa terpantau karena luasnya perairan Rokan Hilir sampai kesemenanjung Malaysia seperti di Pulau Jemur.

Hal itu diakui Surya Alam yang menjabat sekretraris Dinas Perikanan. Menurutnya Dinas Perikanan hanya mempunyai kapasitas untuk mengawas bukannya menangkap nelayan asing yang masuk diperairan Rohil maupun nelayan yang menggunakan trawl. Saat ini yang berwewenang untuk menangkap adalah Airud dan Angkatan Laut kecuali tertangkap tangan.

Seandainya kita melakukan razia gabungan sudah tentu mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena anggaran dari Airud dan Angkatan laut untuk mengadakan razia gabungan tidak ada dan sudah tentu nanti dibebankan ke Dinas Perikanan dan karena Rohil mengalami defisit anggaran maka untuk saat ini kita harus bekerja sendiri. Saat ini jika dilihat tensi Dinas perikanan untuk melakukan pengawasan dilaut terjadi pengurangan yang cukup signifikan. Hal itu langsung dijawab oleh Surya Alam. ”Kalau razia seharusnya tidak satu hari dengan pergi pagi pulang sore, tapi harus bermalam dilaut kalau perlu dua atau tiga hari bermalam dipulau Jemur,” ujar Surya Alam menimpali tentang kinerja Dinas Perikanan yang akhir akhir melorot.

Memang diakui pada masa yang lalu sewaktu Kadis Perikanan Amrizal Amp masih menjabat, Dinas Perikanan rutin melakukan razia dengan melibatkan Airud dan Angkatan Laut dan sering membuahkan hasil. Hasil tangkapan berupa Pukat harimau dan nelayan asing yang menangkap ikan tanpa dokumen resmi langsung ditahan untuk diproses sehingga waktu itu prestasi Dinas Perikanan sempat mencuat naik sehingga mengurangi degradasi penjarahan ikan diperairan Rohil. Hal itu bisa terlaksana karena anggaran Dinas Perikanan waktu itu mencapai 25% hanya untuk kepentingan pengawasan dilaut.

”Saat ini kami telah membuat program Dinas Perikanan kedepan dengan berbagai langkah yang akan mempersempit ruang gerak para penjarah ikan dari Nelayan asing luar negeri maupun nelayan dari luar Rohil,” Kata Surya dengan antusias tanpa menjelaskan secara rinci programnya tsb. Dalam programnya teragenda secara rapi tentang tekhnik pengawasan, kapasitas Kapal Pengawas dan personil yang terjun dengan tingkat SDM yang memadai. ”semua itu perlu waktu dan akan kita lihat saja nanti untuk tahun 2010 ini,” kata Surya Alam yang dikenal orang sebagai mantan pemain Volley. ( Aam )

Rabu, 03 Maret 2010

PROGRAM DINAS KESEHATAN BANYAK DIPANGKAS


Rokan Hilir (Riau)

Program rutin dinas kesehatan untuk 2010 menyangkut masalah imunisasi, jamkesmas ( Jaminan Kesehatan Masyarakat ) , dan pelayanan masyarakat miskin mengalami pengurangan. Padahal kedepan rencana ditahun 2010 Dinas kesehatan akan mencoba memperbaharui peralatan medis yang dirasakan mendesak untuk kepentingan masyarakat khususnya Puskesmas yang ada dipedesaan.

"khusus untuk puskesmas non peralatan medis direncanakan tahun ini pasien langsung dirawat disana,"ujar Kadis Kesehatan dr Junneidi pada hari rabu (24/2) dimeja kerjanya.

Adanya laporan dari masyarakat bahwa masih ada Pustu merawat pasien dengan beralaskan tikar langsung ditanggapi serius oleh Junaidi. Ia baru saja mendengarnya karena ada yang melapor. Ia mengeluh karena menurutnya dari desakan Pemerintah Pusat berdasarkan UU No 36 thn 2009 ttg anggaran kesehatan minimal harus 10% dari APBD namun untuk tahun ini belum bisa terealisasi karena diakibatkan terjadinya defisit anggaran APBD Rohil untuk tahun 2010

Selain program yang menyangkut masalah pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan juga melakukan pembenahan skill dengan membuat diklat pegawai serta penguasaan peralatan medis yang anggarannya masuk dalam belanja rutin untuk tahun anggaran 2010.

Harapan Dinas Kesehatan untuk memberikan obat paten bagi masyarakat juga belum bisa terealisasi untuk tahun ini dan buat sementara masih menggunakan obat generik. Saat disinggung masalah program imunisasi posyandu yang akhir akhir ini tensinya berkurang dr Junneidi berkomentar bahwa sebenarnya Posyandu merupakan milik masyarakat dan bukannya milik Dinas kesehatan

Pengadaan susu, roti untuk para balita kurang mampu yang pernah dibantu tahun lalu namun untuk tahun ini belum bisa terpenuhi juga menyangkut masalah minimnya anggaran Dinas Kesehatan. ”usulan untuk biskuit, susu bayi gratis juga dipangkas oleh Bappeda,” ujar Dr Junneidi. ” kemungkinan skala prioritas dibuat oleh Badan Perencanaan Daerah tidak sinkron dengan rencana Dinas Kesehatan, padahal gizi anak sangat diperlukan mengingat tingkat pertumbuhan otak anak balita ditentukan dari asupan gizi yang mencukupi dari umur 0 s/d 2 tahun,” ujar dr Junneidi mengeluh. (aam)

MINAT BACA MASYARAKAT KURANG


Rokan Hilir ( Riau )

Sejak dibukanya Perpustakaan Umum di Rokan Hilir yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui kantor Perpustakaan dan Arsip sesuai dengan UU Perpustakaan No 43 tahun 2007 bahwa perpustakaan sudah harus ada disetiap Kabupaten/Kota dan Provinsi sejak 2 tahun UU tersebut di Undangkan.

Sesuai dengan konsepnya perpustakan merupakan tempat kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan dan pusat sumber belajar masyarakat. Berdasarkan surat edaran dari Bupati Rokan hilir no 481.3/PK/015 tanggal 25 januari 2010 perihal sumbangan buku untuk koleksi perpustakaan yang diperuntukkan bagi PNS eselon II sebanyak 3 buah buku, eselon III sebanyak 2 buah buku, staf PNS sebanyak 1 buah buku. hal tersebut dilakukan bertujuan untuk menambah buku yang ada diperpustakaan daerah Rohil.

”Buat sementara pelayanan perpustakaan yang ada cuma baca ditempat serta jasa fotocopy,” Ujar Amrin Kasi Perpustakaan pada rabu (24/2) saat ia sedang mencatat katalog buku yang akan dipajang di rak buku. Menurutnya Kantor Perpustakaan sudah melakukan pembinaan dan mengembangkan kompetensi, profesionalitas pustakawan, dan tenaga teknis perpustakaan untuk melayani kebutuhan pengunjung. ”tinggal pelaksanaan hingga menunggu selesai pencatatan dan penataan,” ujar Amrin menambahkan.

Disamping itu pemerintah provinsi Riau juga memberikan bantuan sebanyak 1500 eks dengan 5 eks perjudul. Adapun koleksi perpustakaan di Rokan Hilir terdiri dari geografi. biografi. ensiklopedi, kamus bahasa. Pada tahun anggaran 2009 yang lalu juga ditambah dengan proyek pengadaan buku berjumlah 1000 buku yang terdiri dari buku hukum dan perundangan, seni dan budaya, sejarah, pertanian perikanan dan bidang pendidikan


Buku yang dibeli dan dipesan merupakan inisiatif Kantor Arsip dan Perpustakaan bukannya dari permintaan pembaca. Namun tidak terlepas dari jumlah komunitas pengunjung dilihat dari tingkat pendidikan masyarakat yang setara SMU. Itu dilihat banyaknya buku SMU yang dipajang di rak buku. Saat ini jumlah pengunjung yang datang keperpustakaan belum bisa didata karena perlengkapan seperti buku tamu untuk pengunjung yang datang belum disediakan. Juga untuk fasilitas peminjam belum bisa dilayani karena masih dibuat katalog dan pendaftaran.

Menurut Amrin minat baca masyarakat Bagansiapiapi sangat rendah. Itu dilihat sepinya pengunjung dan kadang kadang yang datang cuma melihat lihat. Upaya untuk menggalakkan promosi gemar membaca dan memanfaatkan perpustakaan telah dilakukan dan usaha untuk menarik minat baca masyarakat melalui pemerintah kota Pekanbaru telah meminjamkan satu unit mobil pustaka keliling dengan memberikan masa uji coba selama 2 tahun. apabila terlihat bagus dan lancar serta punya nilai dan bermanfaat maka mobil tersebut akan dihibahkan buat pemda Rohil, namun apabila tidak bermanfaat akan ditarik kembali. rutenya direncanakan didalam kota dan disekolah sekolah.

Untuk meningkatan kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan maka tahun anggaran 2009 yang lalu Pemda telah mengganggarkan dana 300 juta untuk menambah koleksi buku diperpustakaan, namun pada tahun 2010 telah mengalami penurunan budget sebesar 200 juta. Menurut Amrin hal itu diakibatkan defisitnya APBD Rokan Hilir sehingga tidak bisa memenuhi jumlah koleksi buku diperpustakaan Rokan Hilir yang sekarang kantornya masih kontrak dengan ruangan berukuran 4 x 10 m yang rencananya pada tahun akan datang dibuat gedung megah dikomplek perkantoran batu 6 ( Aam )

CAP GO MEH DIMERIAHKAN PAWAI MINIATUR


Rokan Hilir ( Riau )

Perayaan Cap Go Meh di Bagansiapiapi mempunyai daya pikat tersendiri bagi masyarakat ethnish tionghoa yang ingin merayakannya. karena kepercayaan tentang peruntungan shio masih kental bagi masyarakat ethnis tiong hoa bagi yang memiliki dunia usaha.

Disaat hari sin cia itu sendiri, peringatan diisi dengan kegiatan mengunjungi sanak keluarga yang dituakan serta keluarga dan kerabat untuk saling memberi hormat disertai acara pemberian angpau. akhir dari semua rangkaian sin cia ini ditutup dengan upacara cap go meh yang jatuh pada hari ke 15 bulan 1 imlek.

Cap goh me yang jatuh pada hari minggu (29/2) mewakilinya adalah shio macan. pengaruh lima elemen (wu xing)yang menyertai tahun macan 2561/2010 kali ini adalah elemen logam positif disektor langit (tian gan/thian kan),kayu positif disektor bumi(di zi/ti ce). perpaduan dari kedua unsur langit dan bumi tersebut menghasilkan satu unsur perubahan yakni unsur kayu. Berarti Tahun Imlek 2561/2010 ini berada dibawah pengaruh kekuasaan sang macan kayu.

Tahun ini seperti tahun sebelumnya perayaan cap go meh dirayakan cukup meriah di Bagansiapapi. tingkat hunian hotel meningkat sehari sebelum perayaan. pada waktu sorenya para ethnis tiong hoa melakukan ritual sembahyang dengan membakar kertas sembahyang. malamnya ratusan balon gas terbang diangkasa yang dilepas oleh puluhan orang etnish tiong hoa didepan kelenteng tertua di Kota Bagansiapapi.

Lampion yang dilepaskan keudara adalah semacam bentuk harapan dan permintaan rezeki yang lebih baik untuk tahun ini. Acara kemudian dilanjutkan dengan pawai cap go meh yang diikuti dari beberapa suku dan marga dengan utusan 2 sampai 3 orang. dari 23 peserta yang dipertandingkan 7 minitur diantaranya diikuti oleh kelenteng Lo Cia Hong, Pak Khit Tua, Marga sad eka, ho tong king, RT 20 kel bagan barat, Po siu san, Kwan te tuah dan marga ong, acara ini juga turut dimeriahkan oleh kelompok marching Band yayasan perguruan wahidin, perguruan methodist dan Yayasan bintang laut. Tidak lupa pula sebagai tuan rumah, Awi aliong memfasilitasi tamu tamu yang datang dari singapura, Malaysia, Thailand dan Taiwan yang juga turut hadir dalam perayaan tersebut.

Menurut ketua panitia acara Jonathan atau yang bisa akrab dipanggil Si He bahwa pertandingan pawai miniatur ini akan mendapat hadiah langsung dari Bupati Rohil. Adapun tropi diberikan untuk kategori perlombaan miniatur bagi juara pertama akan diberikan piala plus bonus uang Rp 10 juta. Pesta Kembang Api semalam suntuk menandakan bahwa kaum ethnis tionghoa tidak tidur sampai menjelang pagi karena malam tersebut digunakan untuk mencari jodoh. (aam)

PEMATANG SIKEK JADI KAMPUNG PERCONTOHAN

Rokan Hilir (Riau)

"Setiap penghulu harus mempunyai pondasi untuk menjamin kebutuhan hidupnya," ujar H. Hatta Ismail (62) yang menjabat sebagai penghulu Pematang Sikek yang sekarang mempunyai usaha toko bangunan dan toko pakaian. "seharusnya penghulu jangan hanya tahu menjual lahan masyarakat saja," tambah hatta.

Hal itu disampaikan ketika bertemu penghulu Pematang Sikek H. Hatta Ismail dirumah kediamannya pada hari minggu(13/2) yang merangkap jadi kantor. Tenaga yang bertugas di kantor kepenghuluan Pematang Sikek rata rata merupakan tamatan sarjana. "Kadang saya menasehati mereka mengingat tamatan sarjana jarang mengenal praktek dan pergaulan dimasyarakat," kenang Hatta yang sudah dianggap masyarakat sebagai seorang penasehat dikampung tersebut.

Sebelum menjadi penghulu ia menjabat sebagai ketua RT selama 15 tahun dan kala itu daerah ini masih merupakan hutan belukar.Kampung ini dahulunya pernah menjadi tempat pertempuran antara cina dengan melayu dan PRRI. sebagai anak ke 9 dari saudara kandung yang berjumlah 10 orang ia dikenal orang sebagai sosok yang tidak kenal lelah.

Kampung Pematang Sikek mulai dibuka arealnya untuk lahan menanam padi sejak tahun 1989. semula pemilik tanah adalah orang penduduk asli. rata rata mereka menjualnya kepada perantauan dari jawa tengah. kemudian tanah tersebut disulap menjadi areal persawahan yang indah sejauh mata memandang.

kampung ini juga pernah dilakukan panen raya yang dihadiri Bupati serta Pemda Rohil. kampung pematang sikek pernah mendapat penghargaan yang diberikan oleh presiden SBY sebagai kampung percontohan ketahanan pangan. lahan yang ditanam padi oleh kelompok tani aman seluas 450 ha.

H. Hatta juga pernah mendapat penghargaan dari Dinas pertanian karena menemukan cara merobah bibit lokal menjadi bibit unggul dengan umur lebih panjang 7 bulan. jumlah penduduk kampung pematang sikek berjumlah 2064 jiwa dan hampir 90% bermata pencaharian sebagai petani. rata rata tiap Kepala keluarga minimal mempunyai 2 ha kebun sawit dan juga ladang padi

PERAYAAN IMLEK DIMERIAHKAN PESTA KEMBANG API DAN LAMPION


Rokan Hilir (Riau)

Sebelum perayaan Imlek yang ke 2561, arus mudik untuk jurusan domestik dari Bagansiapiapi kepenipahan dan pulau halang dengan menggunakan speed boat mengalami penurunan. hal itu tampak terlihat sepinya penumpang dipelabuhan Bagansiapiapi pada H-1.

Menurut keterangan petugas pelabuhan (Pelindo) tidak ada penambahan yang signifikan terjadi tahun ini. karena penambahan penumpang hanya mengalami kenaikan sebesar 15% maka tidak ada penambahan armada.

harga tiket juga tidak mengalami kenaikan untuk tujuan Bagansiapiapi ke penipahan yang dipatok berkisar 79 ribu/orang dimana sudah termasuk boarding pass dan Asuransi Kecelakaan

Bupati beserta jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga ikut memeriahkan acara imlek pada malam harinya. Para tokoh masyarakat etnish tiong hoa sangat berterima kasih atas peran serta Pemda Rohil untuk ikut mendukung perayaan imlek tahun ini. pada sambutannya Bupati mempunyai rencana akan mengadakan pertandingan pawai malam cap goh meh dan akan diberikan hadiah sebesar 15 Juta untuk pemenang pertama pada pawai tersebut.

untuk selanjutnya Bupati juga akan mengundang mentri pariwisata dan menko kesra untuk memeriahkan acara Bakar Tongkang dan lomba sampan kotak seperti tahun dulu yang dihadiri oleh Ketua Bappenas, Paskah Suzetta.

setelah sambutannya acara kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong secara simbolis untuk menyambut perayaan imlek yang dilakukan oleh Ketua Multi Marga Jonathan dan Bupati Rokan Hilir disertai dengan pesta Kembang Api, lampion dan permainan Barongsai.

GANTI RUGI TANAH SUDAH SESUAI KETENTUAN


“ Terkait Tanah Yang Melintasi Pembangunan Jembatan Pedamaran”

Rokan Hilir ( Riau )

Pada hari rabu (17/2) jam 12.30 Wib bertempat dirumah Irus batu 8 RT 3 Dusun Sepakat labuhan tangga hilir telah diadakan musyawarah dalam rangka rencana pembebasan tanah milik warga labuhan tangga kecil oleh Bupati Rokan Hilir dipinggiran sungai Rokan batu 8 menuju jembatan pedamaran lebih kurang 300 m

Adapun penyampaian Bupati yang diwakilkan oleh Tokoh masyarakat Thamrin Ys, M Kamil dan hasanuddin dihadapan warga labuhan tangga kecil dicapailah kesepakatan mengenai ganti rugi pembebasan lahan yang ditaksir sekitar 300 meter dengan jumlah pemilik tanah sebanyak 48 orang. selain itu ada beberapa poin mengenai permasalahan ganti rugi yakni menyangkut kompensasi atas tanah sebesar Rp 35.000/meter. selain itu rumah masyarakat sebanyak 28 unit yang terkena pembebebasan lahan akan diganti pemda dengan bangunan baru dan dilengkapi dengan pembangunan mushalla dan rumah sekolah dasar untuk 6 RKB.

Pembayaran atas ganti rugi tersebut akan dilakukan sebulan setelah pengesahan APBD 2010. atas dasar itu masyarakat sangat berterima kasih kepada Bupati Rohil dan menganggap hal itu sudah sesuai dengan kehendak mereka serta salah satu tindakan yang perlu dicontoh karena tujuan pembangunan jembatan pedamaran juga merupakan salah satu bentuk inisiatif Bupati untuk membuka akses jalur darat dalam membangun daerah yang terisolir.

Menurut Aminuddin ketua GWI Rohil, masyarakat hendaknya mendukung semua program pembangunan yang telah dicanangkan Bupati Rohil. untuk masalah ganti rugi yang tidak sesuai dengan harapan hendaknya dirembuk bersama bukannya dengan membuat perbuatan yang anarkhi atapun sabotase. hal senada juga diutarakan oleh Bupati LIRA Rohil, alimin bahwa untuk membuka akses dan membangun daerah sudah tentu banyak benturan benturan yang terjadi. namun pembangunan itu bukannya untuk Bupati sudah tentu yang menikmati jembatan pedamaran yang indah melintasi sungai Rokan sudah tentu anak cucu kita nanti. "ke Pasir limau kapas dan kekubu tidak susah lagi menggunakan speed tapi sudah bisa dengan trasportasi darat" ujar alimin menuturkan

Jumat, 12 Februari 2010

PEMDA ROHIL DESAK DBH MIGAS DIBAYAR LUNAS


”Ada Sekitar 400 M Yang Masih Harus Dibayar”

Segala hutang Dana Bagi Hasil Migas dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah daerah harus dibayar 100%. hal itu menjadi pembahasan dalam Pleno Badan Anggaran DPR RI. Hutang DBH Migas harus dialokasikan pada APBNP 2010. demikian disampaikan Bupati Rokan Hilir melalui Kadispenda Rohil, H.Hasrial,SE salah satu peserta rapat Pleno di Jakarta kemarin saat ditemui diruang kerjanya pada hari senin (8/2).

DBH yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah daerah bagi daerah penghasil minyak sampai saat ini tidak memuaskan hati pemerintah daerah khususnya Kab Rokan Hilir. hal itu berkaitan dengan program yang telah dicanangkan oleh Pemda rohil mengalami defisit. hal itu yang menyebabkan Pemeritah Daerah Rokan Hilir bertemu dengan Kepala Badan Penganggaran RI pada sidang Pleno di Jakarta kemarin. Berkaitan dengan itu Pemerintah daerah Rokan Hilir mengharapkan kepada Pemerintah Pusat untuk segera merealisasikan hutang Pemerintah daerah sesegera mungkin mengingat program yang sedang berjalan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Menurut Hasrial,SE, dari hasil pertemuan dengan Pemerintah Pusat berkaitan dengan dana bagi hasil Migas, dihasilkan ada sekitar 400 M lebih kekurangan yang harus dibayarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Penetapan Menteri Keuangan ke Pemerintah Daerah Rokan Hilir. Pemda Rohil menginginkan kekurangan tersebut harus dibayar lunas bukan dengan cara mencicil.

Rapat Pleno DPR RI yang dihadiri oleh Bupati, Gurbenur seluruh Indonesia juga berasal dari Surabaya, Kalimantan Timur, Maluku, Sulawesi, Riau dan daerah penghasil migas lainnya yang dilaksanakan di Jakarta kemarin pada hari Rabu (3/2) selama satu hari dimulai pada jam 9 pagi berakhir jam 12 siang.

Khusus untuk Kabupaten Rokan Hilir berdasarkan Penetapan Menteri Keuangan No 167/PMK.07/2009 untuk Dana Bagi Hasil Migas tahun 2009 adalah sebesar Rp 819.262.503.000. sedangkan realisasi DBH Minyak dan Gas tahun 2009 sebesar Rp 600.748.725.675. maka jumlah kurang salur Dana Bagi Hasil Migas tahun 2009 sebesar 212.513.777.325. sedangkan Pada tahun anggaran 2008 DBH Migas kurang salur sebesar Rp 243.559.647.803

Permasalahan kekurangan tersebut juga disampaikan pada masing masing Kabupaten dan Kota dan kepada masing masing perwakilan melalui Kepala Badan Penganggaran DPR RI pada sidang pleno dan harapan mereka hutang dari kurang salur tersebut harus dibiayai pada APBNP 2010.

Ditempat terpisah sesuai dengan komentar Menkeu Sri Mulyani tahun 2009 sejumlah daerah berpotensi menerima penurunan dana bagi hasil (DBH) migas sebagai dampak rendahnya harga minyak mentah Indonesia (ICP). Harga minyak yang sempat menyentuh level tertinggi dalam sejarah, US$ 140 per barel, sejak krisis turun di kisaran US$ 40.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan beberapa daerah yang akan mengalami penurunan alokasi DBH antara lain Riau, Kalimantan Timur, Naggroe Aceh Darussalam, dan Papua Barat. ( Aam)

VIHARA BUDHA SASANA MEMBERI SANTUNAN MENYAMBUT IMLEK 2561


Rokan Hilir (Riau)

Dalam rangka merayakan perayaan imlek 2561 Vihara Budha Sasana mengadakan kegiatan penyaluran bantuan khusus untuk masyarakat ethnis tionghoa tidak mampu yang berdomisili di Bagansiapiapi.

Acara yang dilaksanakan diruang aula Vihara pada hari minggu (7/2) dihadiri oleh seluruh pengurus vihara dan masyarakat etnish tionghoa tidak mampu yang dianggap layak diberi bantuan.

Bantuan ini ditujukan untuk menekan angka kejahatan dan mendidik generasi muda masyarakat tionghoa agar lebih peduli dengan lingkungan dan masyarakatnya yang membutuhkan bantuan," ujar Siswaja Muljadi (41) yang menjabat sebagai ketua Pengurus Vihara Budha Sasana "Bantuan ini layaknya seperti umat islam dalam memberikan sumbangsih pada keluarga yang tidak mampu pada hari hari besar," ujar ketua Panitia Bing Lie menambahkan.

Keluarga tidak mampu yang terdaftar diberi bantuan oleh Yayasan Vihara Budha sasana berjumlah 688 KK. bantuan tersebut disalurkan dengan cara menyerahkan kupon dan kemudian ditukar dengan barang berupa Beras 10 Kg, Minyak goreng 1 Kg, Indomie 1 kotak beserta kue kering dalam bungkusan. semuanya berjumlah 688 Paket.

Bantuan diserahkan oleh petugas berseragam dengan cara berdiri mengantri. menurut Siswaja bantuan tersebut murni berasal dari Pengurus yayasan Vihara Budha Sasana yang berdomisili di Bagansiapiapi, Bandung dan di Jakarta. Menurut Guna Raharja yang bertindak sebagai pembina yayasan mengatakan bahwa bantuan yang diberikan untuk menyambut perayaan imlek ini bukan tidak mungkin akan diberikan juga pada hari hari besar tionghoa lainnya. Siswaja menerangkan bahwa sebagai pengurus baru vihara Budha Sasana, mereka mencoba memberikan kontribusi utnuk masyarakat tionghoa yang miskin dan dalam kesulitan dengan cara memberikan memberikan bantuan (aam)

PEMBANGUNAN FISIK SMAN3 BANGKO TERBENGKALAI


Bagansiapiapi

Proyek pembangunan SMAN3 Bangko yang menggunakan dana APBD Rokan Hilir tahun 2007 melalui Pos Anggaran Pembangunan Rumah Sekolah di Dinas Pendidikan yang dikerjakan oleh Kontraktor sampai sekarang belum diselesaikan pengerjaannya.

Hal itu disampaikan oleh staf pengajar disekolah tersebut. "inilah sekolah kami Pak,"ujar guru tersebut pada hari kamis (4/2) sambil membawa kami melihat kondisi sekolah . dalam bangunan tersebut terdapat ruangan untuk majlis Guru berukuran 4 x 4 m berdinding papan yang ditempati sebanyak 26 orang Guru dan Tata Usaha Sekolah. "itupun dari hasil swadaya masyarakat disini Pak,"kata guru menjawab
keberadaan kantor tersebut.

Selain kantor majlis Guru, bangunan ruang kelas Belajar untuk siswa pun kondisinya sangat memprihatinkan. dibangunan tersebut tidak ada pintu dan jendela. Kayu bangunan tersebut tampak keropos dimakan rayap.

Menurut salah satu sumber dari Dinas Pendidikan dana pembangunan proyek tersebut masih tersisa 30%. Pembangunan sekolah tidak dilanjutkan oleh Kontraktor tersebut karena dinilai sudah mengalami kerugian. "permasalahan ini belum bisa ditindaklanjuti mengingat mutasi Kepala Dinas Pendidikan tempo hari"ujar staf dinas pendidikan. Akhir akhir ini beliau ( Plt Kepala Dinas Pendidikan :red) Khairul Azam sibuk berada dilapangan,"ujar staf tersebut menambahkan.

Para Guru tersebut cuma berharap semoga pembangunan sekolah SMAN 3 Bangko bisa segera diselesaikan mengingat tidak lama lagi Siswa akan mengadakan Ujian Nasional. (amrial)

JAWABAN BUPATI ATAS PANDANGAN UMUM FRAKSI FRAKSI TENTANG RAPBD


Rokan Hilir Sidik

Dalam forum paripurna ke 3 yang dihadiri 38 dari 42 anggota DPRD Rokan Hilir Senin pagi (1/2) agenda jawaban Bupati Rohil atas pandangan umum fraksi fraksi DPRD Rokan Hilir tentang rancangan anggaran dan Belanja kabupaten Rokan Hilir dibuka oleh Ketua DPRD Nasrudin Hasan.

Pelaksanaan rapat paripurna dimulai pukul 09.00 pagi. Dalam rapat tidak ada interupsi dikarenakan program yang telah disusun Bupati dan DPRD sesuai dengan harapan masyarakat Rokan Hilir.

Dalam laporannya, Bupati Rokan Hilir menggambarkan jawaban yang disampaikan terhadap pertanyaan dari semua fraksi. Dijelaskan oleh Bupati tentang pembangunan mesjid di kecamatan tidak semua dari Pemda, ada juga bantuan dari masyarakat misalnya Mesjid al ikhlas, dan mesjid raya sedinginan malahan tenaga penjaga mesjid dipekerjakan sebagai tenaga honor.

Mengenai Pembangunan stadion olahraga bagan batu belum difungsikan karena letaknya sangat jauh dari pemukiman penduduk. tahun ini gedung tersebut akan dioptimalkan penggunaannya.

Pembentukan Badan Perwakilan Kepenghuluan sekarang ini masih mengacu pada Perda No 14 tahun 2001. sesuai dengan Permendagri No 64 tahun 1999 yaitu anggota BPK dipilih secara langsung oleh masyarakat. Dengan terbitnya PP No 72 tahun 2005, BPK bukan lagi Badan Perwakilan Kepenghuluan tapi berubah menjadi Badan Permusyawatan Kepenghuluan dan tidak dipilih oleh rakyat tapi dibentuk oleh kepala desa melalui permusyawaratan kepenghuluan dan tidak bertugas sebagai kepala desa.

Bupati telah memberhentikan kepala Desa dan camat penjual tanah dengan modus operandi menjual SKT. Ada 6 kepala desa dan 2 orang camat yang sudah dipenjarakan.

Menjawab dari pandangan umum dari fraksi kebangsaan Nasional mengenai untuk perkebunan masyarakat miskin tidak bisa terlaksana karena tanah yang ada Rokan Hilir banyak dibeli orang luar. tahun 2009 direncanakan 2400 Ha, namun saat mau direalisasikan ternyata tanah yang dialokasikan tersebut SKT dikeluarkan oleh kepala desa yang berada di mandau Kab Bengkalis.

Kesepakatan antara PT Jatim dan PT Chevron untuk membangun jalan Poros yang rusak merupakan solusi karena tidak mungkin sepenuhnya dibebankan di APBD Rohil.

Pos Bantuan Sosial dan dana hibah sudah transparan penggunaannya. Untuk bantuan mesjid melalui Pos tersendiri dan sudah dipertanggungjawabkan kepada BPK. Pendistribusian pembangunan diperlukan skala prioritas dikarenakan didaerah terisolir merupakan prioritas utama karna merupakan daerah basis penyelundupan dan tingkat kematian yang tinggi karena kecelakaan kapal tenggelam seperti yang terjadi dipasir limau kapas dan sinaboi. Menurut Bupati pembangunan fisik sangat dibutuhkan karena aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan harus ditampung

Menjawab pandangan umum dari fraksi KMS mengenai Sewa Ruko untuk kantor hanya bersifat sementara karena kantor dinas sudah disiapkan dan dibangun di batu 4. Saat ini sudah 6 dinas sudah dipindahkan kebatu 4. Pembangunan mess dan musium perlu dtingkatkan karena prospek pariwisata sangat berpengaruh pada keberadaan dua tempat tersebut. Pembangunan jembatan kubu yang dianggarkan 52 M bisa terealisasi setelah siap jembatan pedamaran. Pembangunan jalan datuk kancil tergantung dari persetujuan masyarakat tempatan karena Bupati sangat mendukung program tersebut.

Dalam upaya peningkatan pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan Pemerintah akan mengoptimalkan tenaga yang ada didinas tersebut. Keterlambatan pembuatan KTP bukan saja karena faktor Pegawainya, tapi orang luar Rohil yang berdomisili baru satu bulan sudah mendesak untuk membuat KTP dan sudah menyalahi prosedur peraturan pemerintah.

Dukungan anggota DPRD tentang pembangunan tempat rekreasi Water Bomb mendapat perhatian Bupati Rohil. Beliau akan berusaha untuk sharing dengan mengudang investor untuk membangun tempat tersebut.

Diakhir penyampaiannya Bupati berharap agar pertemuan ini merupakan momentum bagi peningkatan kebersamaan. Sinergi yang terjadi, sangat diharapkan menjadi lebih baik dan lebih erat di waktu-waktu mendatang. Terhadap saran, pendapat dan usul penyempurnaan merupakan pertimbangan untuk didiskusikan pada pembahasan antara Pemerintah dan DPRD untuk menyempurnakan RAPBD 2010 ( Amrial )

PANDANGAN FRAKSI DPRD ATAS RAPBD 2010


Rokan Hilir Sidik

Rapat Paripurna DPRD Rokan Hilir pada hari Sabtu (23/1) tentang persiapan penetapan RAPBD 2010 dihadiri oleh 32 dari 42 Orang anggota DPRD Rokan Hilir Setda Rohil, Asmirin Usman yang mewakili Bupati, kepala Dinas

Jumlah RAPBD Rokan Hilir untuk tahun 2010 sebesar 1,421 T telah mengalami defisit sebesar Rp 87,287.840.240. dibandingkan tahun lalu. pengurangan itu terjadi untuk Pos perimbangan Dana Alokasi Umum dari pemerintah pusat ke pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk bagi hasil minyak akibat krisis global multidimensi yang terjadi akhir2 ini di Indonesia.

Untuk mengawali paripurna penetapan anggaran belanja daerah sebelumnya dilaksanakan pandangan dari masing masing fraksi. Fraksi KNS yang wakili oleh syarifuddin menyatakan bahwa permasalahan batas wilayah di Rokan Hilir harus segera dituntaskan dan jangan sampai berlarut2 disamping itu alat perlengkapan DPRD juga harus diperhatikan mengingat kinerja DPRD akan berpengaruh dengan kelengkapan sarana dan prasarana.

Permasalahan lain yang disampaikan oleh fraksi KNS menyangkut tentang Pemekaran daerah Kec Bagan Sinembah dan Pembentukan Badan Pengawas Kepenghuluan.

Dalam pandangan umum yang dilakukan oleh fraksi Golkar plus yang diwakili oleh Bakhtiar SH yakni antara lain berorientasi dibidang pendidikan antara lain pembangunan SMP persiapan negeri pasir limau kapas yang saat ini masih menumpang di tempat lain. selain itu pemerintah diharapkan juga membuat Pengadaan kerapu untuk daerah pesisir dan terisolir. Peningkatan kebudayaan main2 ethnis untuk daya tarik pariwisata

Pandangan umum dari Fraksi Bintang Kemanusiaan antara lain Buruknya pelayanan di Dinas Kependudukan menjadi sorotan Peningkatan SDM dan Aparatur Pemerintah. Sekolah IPDN menjadi tolok ukur keberhasilan dan harus didukung.



Rencana pembangunan Lapangan terbang di Bangko Pusako Pembangunan resetlement Perkebunan rakyat menjadi perhatian dan harus diambil tindakan bagi pemilik penyerobotan lahan oleh Kab Rokan Hulu dan Kec Labuhan Batu. Bantuan untuk petani ikan dalam pembibitan

Pandangan umum dari fraksi demokrat disampaikan oleh Juanda Junit,SH ia menekankan kepada aparat dinas terkait untuk lebih memperhatikan pembangunan Jalan yang dibangun sepanjang 7 Km. Jembatan tiang yang menghubungkan beberapa desa untuk mengangkut hasil rakyat diantarnya jembatan sungai pinang yang menghasilkan gabah rakyat harus menjadi prioritas utama sepanjang 32 M. Jembatan Datuk Rambe Teluk Nilap untuk org bayar niat sepanjang 24 M diKubu dan pengadaan ambulan baru untuk puskesmas.

Amansyah fraksi kebangsaan Nasional sejahtera. menyampaikan Pengurangan angka kemiskinan yang diprogramkan oleh Bupati harus menjadi perhatian dan perlu dukungan. Ia menganggap selama ini Bupati sudah berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dan itu perlu ditingkatkan.

Pandangan umum dari fraksi KMS yang diwakili oleh Abu Khoiri menyikapi tentang Pemilihan secara langsung oleh masyarakat untuk jabatan penghulu. Kemudian dibidang pembangunan areal perkantoran harus peruntukannya fungsinya. Mendukung pembangunan Water Bomb sebagai tempat rekreasi dan kalau perlu sharing dengan investor serta meningkatkan etos kerja aparatur pemerintah harus diprioritaskan. ( Amrial )

It's me

It's me

Jemur Island

Jemur Island

Menikmati Keagungan Tuhan

Menikmati Keagungan Tuhan

Lomba Tradisional Sampan Lopap

Lomba Tradisional Sampan Lopap
pacu sampan lopap

Potret

Potret
Masyarakat Bagan
Negeri Seribu Kubah

Gallery

Hai Sobat! Selamat Datang Di Jalan Perwira Bagansiapiapi