Jumat, 12 Februari 2010

TRUK PT JATIM JAYA PERKASA MERUSAK JALAN


Kubu Riau Pesisir


Anggota legislatif Rokan Hilir ( Rohil ) dari Partai Golkar, Darwis syam mengungkapkan, sebagian jalan didaerah Kecamatan Kubu rusak diakibatkan lalulalang truk sawit yang melebihi tonase. Kerusakan jalan tersebut terjadi antara lain diruas jalur tengah Jalan Poros Kubu.

Atas kejadian tersebut, Bupati Rokan Hilir, Annas Maamun melalui kadis Perhubungan, Muchtar Lutfi, mengatakan PT Jatim Jaya Perkasa telah didesak oleh Pemkab Rohil untuk mengganti kerugian atas kerusakan jalan itu senilai 43 M dan saat ini belum ditentukan kapan akan direalisasikan proyek tersebut.

Menurutnya, mengenai kerusakan jalan tersebut pihaknya telah berkordinasi dengan Kapolres untuk menertibkan mobil truk yang tidak sesuai dengan kondisi jalan diRokan Hilir terutama yang melebihi tonase.

Pantauan dilapangan menyebutkan, kerusakan yang paling parah terjadi sepanjang 5 Km sebelum wilayah Kubu, jika arah simpang poros, diruas tersebut banyak dibukan usaha untuk manuver kendaraan berat mengangkut buah sawit. "Truk truk milik perusahaan tersebut begitu mengangkut buah sawit langsung turun kejalan semua, sementara drainase disisi jalan nggak ada. kondisi ini berakibat kerusakan parah, ketika air mengalir langsung kejalan," ujar salah satu warga di Kubu, belum lama ini.


Diruas jalan poros Kubu setiap harinya memang mudah dijumpai truk truk pengangkut buah sawit, milik perusahaan Jatim Jaya Perkasa, yakni salah satu perusahaan pabrik kelapa sawit. menurut warga, truk tersebut tidak pernah diketahui berat muatannya, karena diruas tersebut tidak ada jembatan timbang sama sekali.

Sementara kepala dinas perhubungan, Mukhtar Lutfi mengakui, tidak adanya jembatan timbang membuat mobil truk pengangkut hasil kebun sawit dengan muatan berlebih leluasa merusak jalan. Selain itu menurut Lutfi banyak truk dengan nomor polisi berasa dari luar propinsi Riau beroperasi diRokan Hilir . Padahal truk truk tersebut memiliki ketentuan muatan yang jauh diperbolehkan diRiau. "Banyak sekali truk dengan nomor Polisi Sumut yang bersumbu tiga dengan muatan 10 Ton beroperasi di Rokan Hilir. Padahal ketentuan di Sumut hanya boleh mengangkut muatan maksimal 8 Ton kata Lutfi.

Selain kerusakan akibat truk sawit dengan muatan melebihi ketentuan, kerusakan jalan wilayah Kubu juga diakibatkan mencuci mobil yang tidak memperhatikan drainase. Air dari pencucian mobil langsung dibuang kejalan, sementara jalur tersebut dilewati truk truk dengan muatan besar. "Jelas kondisi jalan rusak parah. kami terus terang tak bisa berbuat apa apa karena memang wewenang pemerintah daerah,"katanya. ( Amrial )

POLSEK BANGKO GIATKAN RAZIA RUTIN DAN PATROLI


Bagansiapiapi Media Bangsa

Satuan lalu lintas Polsek Bangko kembali gelar razia rutin yang pada hari kamis (4/2) yang dipusatkan didepan kantor Polsek Bangko Bagansiapiapi. razia rutin tersebut dikomandoi oleh Aiptu Syamsudin. Razia rutin ini digiatkan untuk memeriksa kelengkapan berkendara dikota Bagansiapiapi. Terutama dijalan jalan persimpangan yang dianggap rawan pelanggaran ketertiban berkendaraan dan berlalu lintas.

Kegiatan razia rutin ini telah digelar sejak hari kamis (4/2) kemarin sekitar pukul 13.00 wib dijalan Perwira persimpangan Kantor Polsek Bangko dengan hasil sebanyak 12 kenderaan yang tejaring. Kapolsek Bangko AKP Jose Fernandez Rokan Hilir melalui satlantas Aiptu Syamsudin kepada Riau Pesisir (04/02) mengungkapkan bahwa razia rutin terhadap ketertiban berkenderaan dalam berlalu lintas tersebut direncanakan akan dilakukan rutin setiap hari selama sebulan.

“ Razia rutin yang rencananya akan kita lakukan setiap hari ini dalam rangka untuk menertibkan kembali ketertiban dalam berlalu lintas dikota Bagansiapiapi yang belakangan ini terlihat mulai diabaikan oleh para pengendara kenderaan, Sehingga tampak kembali ketidakaturan dalam berlalu lintas itu, seperti tidak memiliki SIM atau STNK dan terutama sekali pada ketidaklengkapan kelengkapan kenderaannya seperti kaca spion dan helm, itu sering tidak diperhatikan lagi.” Papar Syamsudin.

Masih menurut Aiptu Syamsuddin, terhadap rencana batas waktu kegiatan razia rutin setiap harinya tidak musti hanya terpaku sebulan itu saja, jika hasilnya tidak menunjukan kemaksimalan dalam sebulan itu nantinya, besar kemungkinan dilakukan terus sampai hasil menunjukan kemaksimalan pada ketertiban tersebut.

“ Rencana selama sebulan ini hanya sebatas percobaan saja. Jika hasilnya belum maksimal akan kita lakukan sampai betul-betul maksimal. Oleh itu selain ketertiban melalui razia ini, telah dilakukan juga ketertiban melalui Patroli yang sifatnya kasat mata. Dimana Tim Patroli itu dibentuk secara beregu, satu regunya terdiri dari empat personil pada dua kenderaannya. Kinerjanya melakukan patroli rutin setiap harinya keberbagai ruas jalan-jalan untuk melakukan penertiban, pengarahan dan penindakan langsung terhadap pelanggaran yang ditemui dalam patrolinya.” Tambahnya

Karena banyaknya Kecelakaan lalu lintas yang terjadi akhir akhir ini di Rokan Hilir sehingga menimbulkan korban serta banyaknya pengendara sepeda motor yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas membuat Satlantas Polsek Bangko melakukan razia rutin secara intensif (Amrial)

POLSEK BANGKO GAGALKAN PENJUALAN SOLAR ILEGAL


”Pelaku Kabur Saat Razia”

Bagansiapiapi Sidik


Penjualan 450 liter solar ilegal atau 15 dirigen yang diangkut gerobak tarik menggunakan honda dari SPBU Km 4 menuju kearah kota Bagansiapiapi yang belum tahu arah tujuannya karena tertangkap ditengah jalan berhasil digagalkan oleh jajaran Polsek Bangko, Bagansiapiapi.

Awalnya kasus itu terbongkar pada hari selasa (26/01) sekitar pukul 11,30 saat anggota reserse yang sedang berpatroli mencurigai adanya gerobak yang berisi muatan solar menuju arah kota tanpa diketahui arah tujuannya. Kecurigaan aparat bertambah ketika sang pelaku kabur meninggalkan bawaannya ketika aparat datang mendekati.

Menurut Kapolsek Bangko, AKP Jose Fernandez, menyebutkan tersangka buronan bisa dijerat dengan pasal 55 huruf b dan d UU RI No 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman enam tahun atau denda 200 juta rupiah.

Saat ini Barang bukti berupa honda tanpa Nopol beserta gerobak dan dirigen yang berisi solar berukuran 30 liter berjumlah 15 buah disita oleh aparat kepolisian sebagai barang bukti .

Hal senada juga pernah diucapkan oleh Bupati Rokan Hilir sewaktu memberikan jawaban atas pandangan umum masing masing fraksi tentang pembahasan RAPBD tahun 2010, beliau menjawab tanggapan DPRD tentang kinerja BUMD yang akhir akhir merosot karena kasus penjualan solar dan antrian panjang SPBU kerena kelangkaan minyak. Bupati juga telah memberhentikan Petugas pengisi BBM di SPBU yang ketahuan menjual solar tanpa seizin karena menjual diatas harga standar kepada pemilik diregen dimalam hari.

Sebelumnya Kepala BUMD, Marzuki AR juga telah membuat surat edaran supaya pembeli minyak menggunakan dirigen dibatasi jumlahnya. Hal itu dipicu karena Marzuki menegur pembeli minyak yang menggunakan dirigen dipagi hari. Hal itu akan membuat antrian panjang dan membuat pegawai yang Mau kekantor untuk mengisi minyak di SPBU jadi terlambat. Karena ditegur salah satu pengisi minyak dirigen malah menghardik Marzuki. Menurut sumber menyebutkan bahwa orang yang menghardik Marzuki tidak mengetahui bahwa yang dihardik adalah ketua BUMD.

Namun surat edaran hanya kertas biasa yang tidak dipedulikan oleh penjual minyak dirigen yang mengais keuntungan dari selisih hasil penjualan yang sangat menggiurkan. ( Amrial )

TABRAKAN MAUT, AYAH DAN ANAK TEWAS DITEMPAT


"Hindari Jalan Berlubang"

Labuhan Tangga Kecil Riau Pesisir

Nasib naas menimpa Padno (40) dan Putri (6) yang notabene ayah dan anak, Kedua korban pengendara sepeda motor ini tidak terselamatkan lagi sesaat setelah mengalami insiden kecelakaan lalulintas, selasa (02/2), sekitar pukul 13,00 WIB.

Tabrakan maut yang merenggut nyawa anak beranak ini terjadi dijalan lintas Labuhan Tangga Kecil. keduanya tewas ditempat. Sementara itu, Pengendara lainnya, yakni sepasang muda mudi dinyatakan kritis dan langsung dilarikan kerumah sakit Umum Bagansiapiapi dan rumah sakit Pekanbaru. Informasi yang dihimpun menyebutkan, motor yang dikendarai sepasang muda mudi yang saat ini belum diketahui identitasnya melaju kencang menabrak korban hingga jatuh terpental sejauh 6 meter.

Menurut saksi mata kecelakaan itu terjadi karena motor yang ditunggangi sepasang muda mudi tersebut mencoba menghindari lubang yang menganga dibahu jalan sehingga pengendara itu hilang keseimbangan dan menabrak motor Padno yang sedang membawa istri dan dua anaknya. Korban yang bersimbah darah langsung dibawa kerumah sakit.

Sedangkan sepeda motor No Pol BM 3872 PE yang dikendarai Padno dan dua anak istrinya beserta kendaraan sepasang muda mudi No Pol 5562 PQ tersebut langsung dibawa ke Polsek Bangko. Sejak berita ini diturunkan kondisi kedua pengendara tersebut masih kritis dan belum bisa dimintai keterangan oleh Aparat Kepolisian (Amrial)

Jumat, 29 Januari 2010

BANK BTPN SIAP RANGKUL USAHAWAN


”Ada Sekitar 1432 UKM di Rokan Hilir”

Bagansiapiapi

Bank BTPN yang sudah beroperasi sejak tahun 1950 sampai sekarang telah membuka cabang di Bagansiapiapi. sampai saat ini jaringan yang telah terbentuk sebanyak 412 Jaringan diseluruh Indonesia, dengan 4500 karyawan serta merekrut sebanyak 600 ribu nasabah.

Kualifikasi BTPN yang merupakan Bank Publik sejak maret 2008 dan sahamnya yang telah tercatat di perdagangkan di bursa efek Indonesia merupakan mitra bisnis PT Taspen, PT Jamsostek, PT Pos Indonesia serta beberapa Dana Pensiun BUMN dan Departemen Pemerintah .

Grand opening Bank BTPN KCP Bagansiapiapi pada hari Selasa (19/01) yang bertempat di Jalan Perniagaan dihadiri oleh Kadis Perindag, H.Wan Ahmad Sayiful, Camat Bangko, Ramli Harofie. SH, Kadis UKM, Tarmizi, para pengusaha lokal, calon Nasabah, dan staf Dinas Kab Rokan Hilir.

Dalam sambutannya, camat Bangko menyatakan bahwa dengan dibukanya Bank BTPN maka secara tidak langsung masyarakat Kec Bangko khususnya akan terbantu dari sisi permodalan, mengingat rata rata usaha kecil minim akan capital dan pengetahuan tentang usaha.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemotongan pita secara simbolis yang dilaksanakan oleh Kepala Dinas Perindag, H. Wan Ahmad Syaiful dan. Istrinya, setelah itu para tamu dipersilakan memasuki areal loby Bank BTPN. Para karyawan tampak sibuk memberikan presentasi kepada tamu dan calon nasabah tentang produk dan fasilitas yang diberikan Bank BTPN KCP Bagansiapiapi.

Menurut Sunaryo salah satu staf yang menjabat sebagai Area Bisnis leader untuk daerah dumai bahwa hasil portofolio keuangan BTPN pada akhir bulan September 2008 total asset (aktiva) BTPN sebesar 13,8 T, Simpanan.nasabah berjumlah 11,8 T, Pinjaman nasabah berjumlah 10,1 T, total modal (equitas) berjumlah 1,5 T dan laba bersih berjumlah 323 M dan BTPN merupakan 10 Bank terbesar untuk kinerja keuangan terbaik.

Penghargaan yang pernah diperoleh BTPN antara lain sebagai Bank terbaik 2008 selama 8 kali berturut turut untuk kategori modal 100 m -10 T, Bank terbaik 2008 no 12 dari 50 Best Bank menurut majalah investor, Bank berkategori sangat bagus 2008 dari asian banking finance institut perbanas dan Bank Paling efisien 2008 ( Banking Eficiency Award) dari bisnis Indonesia.

Sunaryo juga mengatakan bahwa fasilitas yang diberikan BTPN antara lain berupa pinjaman plus dengan proses pinjaman mudah dan cepat sedangkan plafon pinjaman hingga 500 juta dengan otomatis pinjaman isi ulang dimana cicilan fleksibel dimasa sulit disesuaikan dengan analisa bank. Apabila Nasabah meninggal dunia, pinjaman yang dipinjamnya dahulu dianggap lunas. Para nasabah juga dipermudah dengan tabungan antar jemput dengan cara menabung dan tarik tunai ditempat usaha nasabah berada ditambah dengan diberikan program pelatihan, seminar peluang usaha baru berkala, adapun program pelatihan berupa pembukuan sederhana, simulasi pengaturan stok, temu pengusaha sukses.

Para tamu undangan tampak antusias mendengar penjelasan yang diberikan oleh para karyawan Bank. Menurut Sunaryo, BTPN memberikan fasilitas yakni Paket Skunder terdiri atas tiga paket salah satunya paket pinjaman tanpa agunan. ”setiap Nasabah mendapat paket itu, ia berhak mendapatkan pelatihan” kata sunaryo menjelaskan. Bank BTPN yang dikhusukan untuk pengusaha mikro siap menjaring dan menarik nasabah di Kec Bangko dan sekitarnya. Menurut dari data yang diperoleh Bank BTPN, ada sekitar 1423 usaha kecil mikro yang tersebar di Kab Rokan Hilir. Potensi itu yang dilihat sebagai suatu objek yang menjadi perhatian mereka untuk memberikan pinjaman sekaligus pelatihan bagi usahawan yang masih awam dalam pembukuan. ( Amrial )

HEARING PT TMP ANTARA DINAS DAN TOKOH MASYARAKAT

Bagansiapiapi

PT TMP ( Tunggal Mitra ) dan Lahan Tani Sakti, yang bergerak dibidang pengolahan kelapa sawit melakukan hearing dengan dengan masyarakat dan Dinas terkait yang dilaksanakan pada hari jumat (8/1) bertempat dihotel lion Bagansiapiapi.

Dalam acara hearing yang diadakan dihotel Lion turut pula hadir beberapa institusi dan praktisi dari berbagai elemen seperti Kepala Balai Besar Konservasi Sumbar Daya Alam Propinsi, BPDAS Propinsi, Badan Lingkungan Hidup Propinsi, Dinas Pertanian dan Perkebunan Rohil, Dinas kehutanan Rohil, Bappedalda Rohil, Camat, Penghulu Se Kecamatan Pujud, tokoh masyarakat, dan Team HCVA dan SIA CV. Polito Jakarta dan PSD Minamas Pekanbaru.

Acara ini digelar buat pertama kali sejak perusahaan ini beroperasi di Kabupaten Rokan Hilir. " Acara ini sangat bagus dilakukan karena merupakan tindakan peduli lingkungan yang dilakukan oleh PT. TMP," ujar Yunadi SE yang menjabat sebagai penghulu Siarang arang dimana perusahaan cabang TMP beroperasi.

Dalam presentasinya dihadapan peserta Pihak Manager Perusahaan mengharapkan supaya perusahaan lain yang berdekatan dengan aliran sungai (DAS) juga harus melakukan hearing untuk menyerap aspirasi dan mengakomodir kepentingan masyarakat, karena aturan hukum sudah mengikat kepada perusahaan tersebut dalam menjalankan operasinya.

Dalam sesi tanya jawab, rata rata peserta menyatakan keluhan dan mempertanyakan komitmen perusahaan untuk melakukan kontribusi terhadap lingkungan maupun kondisi masyarakat tempatan disekitar areal perusahaan tersebut. "jangan sampai kami berbuat anarkhi kepada perusahaan untuk menanggapi aspirasi kami," ujar salah satu Peserta yang mewakili masyarakat didaerahnya yang juga mempertanyakan kepada pihak Perusahaan menyangkut keberadaan perusahaan tersebut. diantaranya menyangkut masalah kondisi masyarakat, perhatian kepada lingkungan hidup disekitar perusahaan, dan kondisi jalan yang rusak.

Pihak perusahaan merespon bahwa mereka bukan cuma menanggapi permasalahan tentang Konservasi yang dikeluhkan masyarakat, disamping itu pihak perusahaan juga akan menurunkan tim untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Camat Pujud, Cicik Mawardi AM.p menekankan kepada PT TMP supaya setelah selesai hearing, mereka harus crosschek kelapangan untuk melihat kondisi yang terjadi dimasyarakat." jangan cuma sekadar teori dan harus dibuktikan dengan menurunkan tim yang sudah ditunjuk oleh perusahaan," tutur Cicik penuh harap.

Dinas Perkebunan Rohil yang diwakili Syukri juga mengharapkan agar perusahaan PT.TMP memperhatikan dan memberikan kontribusi terhadap ekosistem yang hampir punah, dengan cara merehabiltasi lagi lahan dan ekosistem flora dan fauna.

Dalam kesempatan itu salah satu praktisi yang hadir menekankan kepada perusahaan bahwa acara hearing ini jangan dijadikan sebagai ajang untuk mencari sertifikat dari Badan Internasional untuk mendapat pengakuan sebagai perusahaan yang peduli lingkungan, tapi harus diaplikasikan dengan menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sesuai dengan UU perkebunan dan UU kehutanan.

Semua keluhan yang disampaikan dari peserta rapat yang dilaksanakan pada hari itu, hanya dicatat dalam notulen sebagai masukan bagi perusahaan untuk ditindaklanjuti dan tidak bisa diuraikan dan dijelaskan secara mendetail karena alasan waktu (Amrial)

Minggu, 17 Januari 2010

ROKAN BIRD CLUB


”Ajang Kompetisi Kicau Burung”

Rokan Hilir
Bagi penggemar kicau burung mungkin inilah event yang paling tepat untuk mencoba adu kehebatan burung kesayangannya untuk dipertandingkan menurut kategori yang diperlombakan. Ada sekitar 100 peserta yang ikut pertandingan kicau burung pada Rokan Bird Club,”ujar Abdul Fatah salah satu panitia acara tersebut.

Perlombaan ini dilaksanakan pada hari minggu (3/1) berlokasi di Sekolah Bintang Laut. pemenang lomba berkicau akan diberikan tropi berupa piala dan bonus uang sesuai dengan kategori dari pemenang juara pertama sampai dengan juara kelima. Kegiatan ini terselenggara berkat animo penggemar burung berkicau dan terlepas dari campur tangan pemerintah.

Jenis kicau burung yang diperlombakan yakni murai batu kelas bintang rohil, kacer, kenari, cucak hijau, kapas tembak, cendet dan love bird. Biaya pendaftaran bervariasi tergantung kelas dari jenis burung tersebut.

Para juri dengan cermat menilai kicauan burung dan siap memberikan point berupa bendera dibawah sangkar burung dan berputar putar untuk mencari kicauan burung yang nyaring dan unik. Juri melakukan penilaian dengan mengacu standar minimal dengan skor 37 untuk bunyi, standar medium dengan skor 37,5 untuk stabilitas bunyi dan standar maksimal dengan skor 38 untuk stabilitas variasi lagu.

Pemilik burung melakukan siulan dan kode kepada burung kesayangannya agar sang burung mau berkicau untuk meraih poin dari juri. Perlombaan semakin seru disaat penonton memberikan support secara bersamaan kepada pemilik burung.

”Acara pertandingan ini biasanya kami lakukan pada hari hari besar saja,” ujar Anto Kabid Dispenda Rohil yang bertindak sebagai ketua panitia acara Rokan Bird Club. ”kami tidak ingin kegiatan perlombaan ini mengganggu aktivitas kegiatan dan pekerjaan para peserta,” tambah Anto yang dikenal dengan hoby berburu dan memacing oleh para koleganya. ( Amrial )

GALANGAN KAPAL NASIB MU KINI


” Dinas Kehutanan Harus Lakukan Pengawasan”

Rokan Hilir. Sinar

Ada puluhan orang sedang menarik kayu dengan cara menyeret menggunakan tali disalah satu galangan kapal milik Awi diujung jalan Karya. Ada beberapa jenis tumpukan kayu olahan yang siap digunakan seperti kayu pasak lenggo meranti dan kayu campuran lainnya yang siap ditarik menuju tempat dimana kapal kayu tersebut dibuat. ”saya tidak tahu kapan masuk nya kayu ini pak,” ujar salah satu pekerja galangan kapal saat ditanyai tim sinar. ”malam tadi saya tidak lihat,” ujarnya menambahkan. Kuat dugaan kayu tersebut dibawa dengan menggunakan gerobak pada tengah malam.

Saat ditanyai para penarik gerobak, mereka mengatakan bahwa kayu olahan tersebut diperoleh di Parit II Jalan lintas Bagansiapiapi – Ujung Tanjung. Galangan kapal yang masih tersisa beroperasi di Jalan Karya berjumlah enam buah. Kebanyakan pengusaha galangan kapal mengalihkan operasi pembuatan kapal kayu di Pulau Halang. Kapal yang sudah siap dikerjakan dengan memakan waktu minimal 3 bulan akan di tarik menggunakan tag boat ke Pulau Jawa untuk diserahkan kepada pemesan kapal tersebut. Disekitar areal tersebut, ada sekitar puluhan pemuda menunggu kayu untuk ditarik kegalangan kapal tersebut. Sambil menunggu mereka menghabiskan waktu bermain domino.

Memang Galangan kapal di Rokan Hilir tidak segairah dulu sewaktu belum adanya izin HPH yang harus dikantongi pemilik galangan kapal kayu tersebut. Ratusan masyarakat pribumi dan pendatang bergantung hidup pada usaha pembuatan kapal kayu diera tahun 80 an. Namun sejak adanya peraturan dan izin yang harus dikantongi para pengusaha kayu, maka satu persatu usaha kapal kayu mengalami kemerosotan dan malahan bangkrut. Mereka kebanyakan beralih profesi menjadi pedagang dan berinvestasi ke Jakarta. Ada juga melakukan joint venture dengan pengusaha luar etnish dengan membangun sarang burung walet. Menurut mereka usaha sarang burung walet sangat menjanjikan karena mereka punya ekses di Malaysia dan Singapura untuk memasarkan produk mereka.

Masyarakat yang tinggal didaerah sekitar Galangan kapal sangat mengharapkan galangan kapal bergairah kembali karena berpengaruh pada perputaran ekonomi didaerah tersebut. Namun perlu juga diingat bahwa akibat pembabatan yang membabi buta oleh oknum pengusaha kayu sebelum diterapkan UU Kehutanan, hutan di Rokan Hilir sudah terancam habis dan itu bisa terlihat adanya banjir yang terjadi beberapa waktu kemarin.

Tampaknya Kadis Kehutanan Rokan Hilir harus kerja keras untuk menindak pelaku perambah hutan untuk menghindari terjadinya banjir yang akhir akhir ini terjadi di Bagansiapiapi. Fungsi dan peran Dinas kehutanan seharusnya digunakan sebagai alat untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana yang menyangkut hutan, kawasan hutan dan hasil hutan sesuai dengan UU Kehutanan. Seandainya UU Kehutanan tidak digunakan oleh Dinas Kehutanan Rokan Hilir, maka lebih baik kita kembali ke UU Hukum Rimba untuk Negeri Texas dengan mengacu siapa yang kuat dialah yang menang. ( Amrial )

MUSRENBANG KAB ROHIL


”Kepenghuluan Bangko Kanan Siapkan Program”


Rokan Hilir Sinar

Musyawarah Rencana Pembanguan ( Musrenbang ) di Kepenghuluan Bangko Kanan dimulai babak awal yang baru. Itu dilihat karena pelaksanaannya melibatkan semua elemen masyarakat. Ada beberapa tamu undangan yang hadir dikantor Penghulu Bangko Pusako yang lokasinya terletak bersebelahan di Kantor Kacab Dinas Pendidikan Kec Bangko Pusako.

Diantara tamu tersebut terdiri dari ketua RT/RW, Kepala Dusun, Tokoh Agama, ketua Adat, wakil kelompok perempuan, wakil kelompok pemuda, Ormas, kelompok tani, komite sekolah dll. Mereka tampak sibuk berdiskusi diaula kantor penghulu yang berukuran 10 x 6 m tersebut. Udara panas diruangan kantor tidak menyurutkan animo masyarakat untuk mengajukan program yang telah mereka siapkan dalam bentuk proposal.

Sesuai dengan konsepnya Musrenbang merupakan forum musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran yang berjalan yang sesuai dengan level tingkatannya. ”Kali ini Musrenbang harus dimulai dari bottom up,”ujar Plh Penghulu Bangko Kanan, Muhammad Arifin, ketika Sinar berdiskusi dengannya disela sela rapat Musrenbang.

Menurut Arifin, sebelum Musrenbang mereka telah mempersiapkan tim fasilitator desa yang terdiri dari BPD, aparat pemerintahan, masyarakat yang terdiri dari RT/RW, kelompok kelompok yang ada dimasyarakat. Sebelum itu, kepala desa juga menetapkan tim Musrenbang Desa. ”Adapun sebagai nara sumber pada Musrenbang tersebut adalah kepala desa, Badan perwakilan desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, tim independen ( LSM ) dan tidak tertutup kemungkinan camat akan hadir,”jelas Arifin

Adapun permasalahan krusial yang dibahas pada Musrenbang kali ini diantaranya masalah ekonomi. ”Adapun dengan pemberdayaan ekonomi yang bagus akan meningkatkan pendidikan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat,” Ujar arifin menjelaskan. Selain mengharapkan bantuan dari APBD Rokan Hilir, menurut Plh Penghulu Bangko Kanan, Muhammad Arifin, setiap kecamatan juga dibantu dana PNPM oleh pemerintah provinsi dengan besaran 2 Milyar perkecamatan. Pihak kecamatan akan membantu kepenghuluan dengan membuat rangking skala prioritas dimana saja kepenghuluan yang akan dibantu. ”bangko kanan mendapat rangking ketiga dalam memperoleh bantuan dari kecamatan,”ujar beliau.


Prioritas dalam Musrenbang di Kepenghuluan Bangko Kanan yang jumlah penduduk lebih kurang 2000 orang dan terdiri 570 KK terutama adalah masalah infrastruktur, bibit sawit, kesehatan, dan tambak ikan. Untuk pembangunan jalan tersebut maka seluruh hasil kebun yang terdiri dari kelapa sawit yang kebanyakan ditanam didaerah pelosok dan terisolir bisa diatasi dan dibawa keluar menuju jalan utama. Fungsi jalan juga mempengaruhi harga TBS. Selain itu masalah air juga menjadi prioritas. Dari hasil pengeboran yang dilakukan PT Chevron kemarin pada kedalaman 160 m setelah dicoba ternyata air tersebut rasanya asin. ”Jadi kami menggunakan air tadah hujan untuk minum,” ujar Arifin. Menurut Arifin, hasil dari Musrenbang ini ia berusaha untuk meloby ke Pimpinan agar program Musrenbang ini bisa berjalan seperti yang diharapkan oleh masyarakat. ( Amrial )

MASYARAKAT DESAK PEMILIHAN LANGSUNG


”Menanggapi Masa Jabatan Penghulu Rivai Taher”

Rokan Hilir, Monitor News
Dilema jabatan penghulu sungai menasib kecamatan Bangko Pusako menjadi buah bibir masyarakat tempatan. Seharusnya Rivai Taher penghulu yang menjabat sekarang sudah habis masa jabatannya pada tanggal 18 September tahun 2009 yang lalu. Namun entah apa sebabnya Camat Bangko Pusako, Zamzami, menambah masa jabatan Penghulu Rivai Taher selama satu tahun kedepan. Akibat permasalahan tersebut banyak masyarakat sungai nasib kecewa, terutama Khairul yang nota bene sudah didukung oleh tiga kepala suku yang terdiri dari Suku Jawa, Suku Melayu dan Suku Batak.

Proses memperpanjang masa bhakti jabatan penghulu satu tahun kedepan oleh Camat Bangko Pusako mengundang pertanyaan dari masyarakat khususnya khairul. Dia adalah salah satu calon penghulu yang sudah didengung dengungkan untuk mengganti penghulu Rivai Taher oleh masyarakat Sei Manasib. Hal tersebut sempat ditanggapi oleh Penghulu Rivai Taher tentang masalah kursi calon Penghulu dan ia juga menyikapi aspirasi masyarakat sei manasib hingga beliau sempat berkomentar. ”saya tidak ingin mencalonkan diri lagi, namun karena kekosongan jabatan penghulu jadi saya ditunjuk oleh camat Bangko Pusako untuk memimpin desa ini satu tahun kedepan untuk di Plt kan,” ujar Rivai Taher saat Monitor News menjumpai beliau pada hari sabtu ( 26/12 ) dirumah kediamannya. ”kalau memang Khairul ingin mencalon menjadi penghulu..ya.. dipersilakan saja, masak mau saya halang halangi,” ujar Rivai menambahkan.

Memang jabatan penghulu harus dilakukan sistem pemilihan langsung oleh masyarakat. Tidak terlepas dari masalah tersebut memang harus dikoordinasikan dulu kepada camat tempatan. Menurut khairul ada tiga calon yang akan diusung untuk menggantikan posisi Rivai taher seandainya masa jabatannya sudah habis. ”banyak permasalahan yang belum terselesaikan oleh penghulu Rivai, dan masyarakat mendesak agar dilakukan pemilihan langsung secepatnya” kata Khairul. Menanggapi desakan masyarakat khairul mengeluarkan surat surat yang menyatakan dukungan secara tertulis dari tokoh tokoh masyarakat Sei Manasib seperti surat dukungan dari Kepala Dusun III UPTN 12, Bunyani, Sekretaris Desa, Sahyuti, Syamsuri N. Ketua RT 03 dan daftar tanda tangan masyarakat tempatan serta kepala persukuan masyarakat yang berdomisili didaerah tersebut.

Khairul bermohon supaya jabatan penghulu jangan dipolitisasi, karena masyarakat desa Sei Manasib tersebut ingin perubahan yang sangat mendasar. Jika dilihat didaerah sei manasib tersebut, disepanjang jalan hanya terlihat kebun sawit yang siap panen. Kebun Sawit adalah andalan mata pencaharian masyarakat Sei Manasib dengan jumlah penduduk sekitar 3400 lebih dan jumlah pemilih tetap sekitar 1792 orang sebanyak 7 TPS ( sumber KPUD tahun 2009 ). ini merupakan lahan empuk bagi penghulu yang menjabat didaerah tersebut, masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh penghulu yang menjabat di daerah tersebut. Terutama sengketa lahan, Banjir, lahan tumpang tindih, belum terbentuknya badan kepenghuluan desa, Tanah Kas Desa, menurunnya aktivitas kantor penghulu, isu sara dan pembangunan fisik rumah ibadah yang terbengkalai. Dalam hal ini camat beserta penghulu harus secepatnya memperhatikan dan menyelesaikan permasalahan tersebut ( Amrial )

Jumat, 08 Januari 2010

DILEMA LOKALISASI PELABUHAN BARU


”Menunggu Keputusan Yang Tak Pasti”

Rokan Hilir Sidik

Pernahkah anda singgah ke Lokalisasi Pelabuhan Baru ? Kawasan Pelacuran Prostitusi yang ada di bagansiapiapi ini berada di ujung jalan pelabuhan baru Gg puyuh menawarkan bisnis esek esek bagi pria hidung belang yang ingin melepaskan aspirasi ”arus bawah”. Lokalisasi ini telah menjelma menjadi kekuatan dan sandaran hidup bagi penduduk disana.

Dilokasi ini terdapat beberapa Bar yang dahulu ada sekitar 80 orang lebih wanita muda bagi pria yang ingin berkunjung kesana, dijamin mendapat pelayanan khusus dari para wanita tersebut. Bukan saja wanita, pasti yang siap menawarkan alat kelaminnya kepada anda semua. Dan, tukang parkir, penjaga pos, calo Prostitusi, Calo narkoba dll yang menggantungkan hidup di Lokalisasi Pelacuran pelabuhan baru tersebut. Semua saling berkait menjalin sebuah simbiosis mutualisme.

Pernahkah kita berpikir untuk menghapus kawasan itu dari kota Bagansiapiapi ? Pernahkah terbesit dampak sosial, ekonomi yang diakibatkannya dari penutupan kawasan Pelacuran prostitusi diBagansiapiapi? Mau dikemanakan mereka semua ? Bagaimana nasib wanita penghibur, Germo, Pedagang, tukang parkir, calo pelacuran disana ? Adakah solusi untuk mereka semua ? Sudahkah semua diperhitungkan secara matang ?

Salah satu pelacur sebut saja namanya Anggi berfikir akan ada gejolak sosial yang luar biasa jika kebijakan penutupan kawasan Pelabuhan Baru tidak diperhitungkan secara matang. Keputusan yang serba instan hanya akan merugikan salah satu pihak. Anggi yakin dalam hati semua penjaja cinta disana juga ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih layak karena menjadi pelacur dipelacuran Pelabuhan baru bukanlah cita2 maupun pilihan hidup mereka dari kecil.

Kita tidak dapat menutup mata karena inilah sebuah fakta kelam dunia malam Bagansiapiapi. Kehidupan seorang pelacur mungkin tidak pernah hadir dalam pikiran anda. Perempuan berpakaian minim dan seksi menawarkan kenikmatan persetubuhan. Kita tidak akan sampai pada duka lara dibalik senyum dan desahan mereka. Kita juga tak akan pernah mengerti derita dibalik lenguhan mereka.

Lokalisasi pelacuran Pelabuhan baru membutuhkan penanganan yang terbaik. Terbaik untuk kota Bagansiapiapi, terbaik untuk penduduk disana dan terbaik untuk bangsa Indonesia. Hitam putih kehidupan Bagansiapiapi sebagian kecil terungkap dengan jelas di prostitusi lokalisasi tersebut. Biarlah yang merasa putih tetaplah merasa putih, karena buat Anggi Hitam adalah identitas, identitas kesadaran akan keberdosaan. Perlakukan dengan adil kebangaan masyarakat Bagansiapiapi.

Namun untuk saat ini. Lokalisasi pelabuhan baru ibarat telur diujung tanduk, dibuka lagi takut akan razia kepolisian, ditutup alamat mati tak makan. Al hasil dari hasil investigasi Sidik masih ada oknum yang coba memberanikan diri membuka lagi lokalisasi dipelabuhan baru tersebut. ( Amrial )

DUGAAN ILLEGAL LOGGING DI PARIT BARU


” Pelaku Sempat Lari Hindari Wartawan”

Rokan Hilir Sidik

Sepanjang tahun 2008 lalu, kasus ilegal logging menjadi catatan terbanyak yang ditangani Polres Rokan Hilir . Disusul kasus curat, anirat dan curanmor. Selain itu, angka kriminalitas juga mengalami peningkatan cukup signifikan

Menyangkut kasus illog Akhir akhir ini tim Sidik menemukan aktivitas yang mencurigakan dibeberapa tempat di Rohil. Salah satu nya di Parit Baru kepenghuluan Labuhan Tangga besar Gg Ar Ridho. Disana pelaku Illog menebang kayu di eks HPH PT Diamond
Menurut sumber yang minta namanya dirahsiakan kegiatan ilog didaerahnya sudah berlangsung sekitar setahun. Mereka hanya bisa berharap agar kerusakan jalan akibat gerobak bermuatan kayu illog, cepat dperbaiki. karena jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat untuk mengangkut sawit mereka dari kebun. Saat ditanya jumlah kayu yang sudah ditebang, sumber tersebut tidak mau memberikan keterangan, roman mukanya sedikit berubah seperti ketakutan.

Pantauan Sidik dilokasi, sejumlah hasil kayu illog tampak menumpuk dibeberapa tempat, ada yang belum diolah berdiameter 10 – 20 cm, dan ada yang sudah jadi berupa papan. Hebatnya lagi, illog ini bukan saja di hutan produksi, melainkan diduga sudah merambah ke kawasan hutan lindung. Modus kegiatan illog ini dengan cara menghanyutkan kayu hasil tebang tersebut melalui parit galian ekscavator.

Guna mengisi kekosongan, para penarik gerobak bermain domino pada sebuah warung darurat menunggu kedatangan kayu yang diilir. Kedatangan sidik dilokasi jelas membuat mereka curiga. Terlebih kala status kayu yang mereka angkut ditanya.

Namun, jawaban yang diperoleh justru terkesan kasar. ”Tanyakan saja sama bosnya,” ujar mereka menghindar. Belakangan setelah ditelusuri bos kayu illog tersebut diketahui berinisial O. Saat ditemui, ia ternyata berada disebuah tempat para pekerja.

Kedatangan Sidik ternyata sudah terendus olehnya. Dia pun tidak berani keluar dari kamar, dan selanjutnya hanya bisa mengintip di pada celah celah dinding kamar saat Sidik melihat kayu yang bertumpuk dan siap diangkut pakai gerobak. Dari kejauhan terlihat O berlari keluar kamar menuju motornya dan lansung tancap gas.

Indikasi bahwa O merupakan aktor pelaku Illog bisa jadi benar adanya. Hal ini juga sesuai dengan informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa bos Illog tersebut adalah O. Sesuai dengan Undang Undang, pelaku Pembalakan liar bisa dijerat pasal 50 ayat 3 huruf h UU No 41 tentang kehutanan dengan ancaman lima tahun penjara.
Gabungan wartawan Indonesia ( GWI ) Rohil berharap, Kapolsek Bangko, AKP Jose Fernandez dan kepala Dinas kehutanan Tugiman Marto SH, agar turun kelapangan guna menyelediki status kayu yang ditebang oleh oknum O tersebut dilokasi parit Baru Desa Labuhan Tangga Besar Kec Bangko. ( Amrial)

Jumat, 18 Desember 2009

HUT KORPRI KE 38 DIADAKAN KEGIATAN SUNATAN MASSAL


Bagansiapiapi SIDIK

Acara pelaksanaan Sunat massal yang dilaksanakan Pada hari Rabu (25/10) bertempat di Gedung Paguyuban kelurahan Bagan Barat dihadiri oleh Ketua DPRD, Asisten, Kepala Dinas, Camat Bangko dan masyarakat yang berdomisili di kelurahan Bagan Hulu dan Bagan Barat yang anaknya ikut dalam peserta Sunat Massal.

Menurut dr. Junnaedi yang bertindak sebagai ketua Panitia bahwa Pelaksanaan sunat massal ini berasal dari anggaran korpri dan dari dinas kesehatan Kabupaten Rokan Hilir. Untuk melaksanakan sunat diperbantukan oleh tim medis, Ikatan Dokter Indonesia Rokan Hilir dan perawat yang ada di Rumah sakit Kab Rokan Hilir. Menurutnya peserta untuk sunat massal ini berjumlah 60 anak. dr Junaidi berpesan kepada tim medis untuk lebih berhati hati dalam melakukan sunat ini dan jangan terburu buru. ” kita sudah berkaca dengan pengalaman yang telah lalu dan kita harus mengutamakan septi” ujarnya menegaskan.

Dalam pidato Drs Surya Arpan yang mewakili Bupati Rokan Hilir mengatakan bahwa masih banyak keluarga yang tidak mempunyai kemampuan untuk melaksanakan sunat. ”bukan dikatakan dibawah kemiskinan tapi dibawah kemampuan” Jelas Surya Arpan. Menurut Surya Arpan kegiatan ini bentuk dari solidaritas dan kepedulian sebagai pegawai negeri sipil. ”Seandainya dibuka peluang, masih banyak lagi yang mau mengikuti program sunat massal ini” ujar Surya Arpan penuh harap. Menurutnya hal ini tidak terlepas dari keterbatasan sarana dan prasarana maka kegiatan ini dibatasi menjadi 60 orang. Bagi pegawai negeri sipil yang kelebihan rezeki diharapkan acara kegiatan ini dilanjutkan dengan pembagian sembako yang sifatnya hanya sporadis atau seketika, namun ia menilai bahwa itu tidak terlepas dari kepedulian korpri terhadap masyarakat yang kurang mampu.

Surya Arpan sangat mewanti wanti kepada tim medis yang akan melakukan kegiatan ini agar lebih berhati hati karena ia berkaca akan kasus salah potong alat kemaluan yang terjadi didaerah lain sehingga hal itu bisa merugikan peserta dan bisa membuat niat baik korpri menjadi buruk. Ia berpendapat bahwa dengan semakin bagusnya tekhnologi medis sehingga pekerjaan untuk menyunat orang bisa lebih mudah dan tidak terasa sakit. ”tekhnologi itu sudah ada di Rumah sakit awal bros dan hal itu tidak mungkin dilakukan mengingat besarnya dana yang dikeluarkan” ujarnya menambahkan.

”kami sangat terbantu dengan kegiatan ini” ujar ida yang anaknya ikut dari salah satu peserta sunat massal. Menurutnya ia tidak dibebankan biaya sepersenpun. ” untunglah sakitnya Cuma sampai tiga hari, kalau tidak tak dapat anakku sekolah” ujar ida menambahkan. Memang dalam minggu ini anak sekolah dasar akan mengadakan ujian semester dan apabila proses penyembuhannya melewati batas tiga hari bukan tidak mungkin ujian mereka akan terganggu.

Acara kegiatan Sunat Massal ini diakhiri dengan mengupah upah ( meletakkan tempat nasi kunyit diatas kepala dengan cara memutar mutar sambil membacakan ayat ayat ) dan disertai pemberian santunan yang dilakukan oleh Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasrudin Hasan. suasana menjadi haru disaat seorang ibu tua membacakan shalawat sambil mengucurkan air matanya disaat ketua DPRD mengupah upah anak peserta sunatan massal.

Acara HUT Korpri yang ke 38 juga dimeriahkan dengan gerak jalan santai dan senam massal yang dilaksanakan pada sabtu pagi. Namun karena hujan, maka acara tersebut sempat terganggu. ( Amrial )

HADAPI WARTAWAN ABDUL KOSIM KERAHKAN PREMAN


” Dugaan Kasus Penjualan Ribuan Hektar Lahan”

Rokan Hilir Sidik

Kasus penjualan lahan Desa Tanjung Leban Kec Kubu Kabupaten Rokan Hilir yang dilakukan oleh Oknum Kepala Dusun, Abdul Kosim mengungkapkan sisi persoalan hukum baru. Soal status tanah tersebut ternyata kepala Dusun Tanjung Leban tidak mempunyai surat hibah untuk menjual lahan tersebut.

Menurut Muslim salah satu Kaur Trantib didesa Sei Segajah menyikapi bahwa masyarakat dari luar Kubu bisa saja membeli lahan tapi jangan seperti layaknya penguasa. Kalau satu atau dua hektar tidak dipermasalahkan tapi sekarang malahan mencapai ribuan hektar. Perbatasan antara Desa Teluk Nilap dengan desa tanjung leban sampai sekarang belum diketahui tapal batasnya. Adapun izin untuk menjual tanah tersebut yang dilakukan oleh penghulu dan kepala dusun terindikasi tidak jelas legalitasnya. Diduga sudah ribuan hektar tanah dicaplok dan dijual oleh kepala dusun abdul kosim. Adapun pembeli nya berasal dari Sumatera Utara seperti Medan, Aek Nabara, Siantar dan diantaranya kaum ethnis.

Dari hasil pengamatan Sidik dilapangan, pada tengah malam, terjadi pembakaran hutan untuk dijadikan lahan perkebunan sawit. Padahal Kapolda sudah menekankan kepada Bupati seluruh Propinsi Riau agar tidak ada pembakaran hutan lagi yang mengakibatkan terjadinya kabut asap yang mengganggu ekosistem dan lingkungan. Pembakaran hutan tersebut sudah ketahap sangat mengkhawatirkan karena sudah merambah kehutan konservasi.

” Jalan lintas menuju lokasi penjualan lahan illegal menuju ketanjung leban dibangun oleh Pemerintah Rokan Hilir, namun yang menikmati lahan sepanjang jalan tersebut bukannya masyarakat kubu namun masyarakat luar Rokan Hilir,” ujar Muslim berapi api. Adapun Penghulu yang terlibat menjual lahan tersebut seperti Penghulu Fii, Hamdani dan Ahd Kosim. Dari ketiga penghulu tersebut salah satunya sudah ditangkap. Menurut keterangan Muslim tanah yang ada ditanjung leban kecamatan Kubu tersebut satu jengkalpun tidak ada dimiliki oleh masyarakat melayu kubu. ”tidak ada pejabat Rokan Hilir seperti Dinas Kehutanan atau pejabat yang berkepentingan tentang permasalahan ini memperhatikan kondisi kami disini” ujar Muslim dengan nada sedih.

Dari data yang diperoleh sidik, mereka menunjukkan berupa bukti bukti Kwitansi penjualan lahan ,Transfer uang antar rekening dan SKT Fiktif yang dikeluarkan oleh Penghulu dan Kepala Dusun berupa tanda tangan palsu dari salah satu RT. Menurutnya, ketua RT yang dipalsukan tanda tangannya siap menjadi saksi apabila diperlukan. Alat bukti tersebut sudah diserahkan ke Polres namun sampai sekarang belum ditindak lanjuti. Sempat terlontar dari salah satu penghulu yang terlibat kasus tersebut mengatakan bahwa Biar sampai meja hijau kalau memang kalah kita berikan kembali kemasyarakat.

Lima tahun kedepan lagi apabila masyarakat Kubu cuma duduk diam melihat keadaan ini maka bukan tidak mungkin keadaan nasib masyarakatnya tidak akan berubah dan bertambah miskin akibat ulah penjual lahan tersebut. Sudah tentu sejak masa tanam dari umur 0 sampai berumur 5 tahun untuk masa panen buah sawit bukan tidak mungkin mobil mobil mewah bersileweran dikubu akan tetapi bukan milik masyarakat kubu tapi orang luar kubu. ”Syafii Jaiz dan Abu Kosim bekerjasama membagi bagi lahan dengan memperjual belikan lahan wilayah Desa Sei Segajah II yang dianggapnya desa yang ditempatinya bukan desanya sendiri” ujar Muslim .Masyarakat sudah mengusulkan lima kali kepada Pemerintah untuk mempercepat menyelesaikan urusan mengenai tapal batas agar diketahui dimana batas wilayah didesa tersebut. Urusan tapal batas sangat penting agar bisa didata ulang siapa pemilik dari lahan tersebut.

Menyikapi permasalahan penjualan lahan tersebut, Camat Kubu, Samsul Kidul menyatakan bahwa Beliau sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam klaim kepemilikan lahan untuk kembali kemasyarakat. ” kita melihat selama ini masyarakat kubu Cuma sebagai penonton bukan sebagai pemain” ujar Samsul Kidul. Kami sudah mengupayakan dari hasil laporan tersebut saya memanggil penghulu dan kepala dusun untuk dimintai klarifikasi tentang kebenaran dari penjualan lahan tersebut. ”Saya sudah beberapa kali memanggil Abdul Kosim untuk menyelesaikan masalah tapal batas, namun ia sering menolak datang kekantor camat” ujar Samsul Kidul mengeluh. Laporan tentang tapal batas dan lahan yang sudah dijual yang kami terima tersebut dilampirkan dengan Foto dan kami berencana semua Upika akan turun meninjau lokasi tersebut yang berkoordinasi dengan Koramil dan Kapolsek. ” Kapolsek pernah mengatakan kepada saya bahwa Abdul Kosim harus diserahkan kepihak yang berwajib, kemudian saya ( Camat. Red ) bilang selagi bisa digiring digiring saja Pak Kapolsek” cerita Camat sewaktu ia berdialog dengan Kapolsek. ” jangan Bapak Kapolsek segan pula sama saya, kalau memang dia tidak benar dan menyalahi wewenang tidak perlu saya lindungi” ujar camat sewaktu ia bercerita dengan kapolsek Kubu disela sela pertemuan dengannya saat ada acara. Menurut Camat ia sudah pusing memikirkan kasus ini karena semua permasalahan dilimpahkan kepadanya.

Saat Sidik menanyakan hal ini kepada Kapolsek Kubu AKP Jufrizal menyatakan bahwa kasus ini bukan saja berhubungan dengan permasalahan penjualan lahan tetapi juga menyangkut penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Oknum Kepala Dusun Abdul Kosim tersebut. ” Kami tidak tahu darimana dasarnya ia menjual lahan dan dari mana ia mendapat surat hibah untuk menjual lahan” ujar Kapolsek menerangkan. ”kasus penyalahgunaan wewenang ini bisa dijerat dengan pasal 335” ujar Kapolsek menambahkan. Ia juga menggunakan cara cara yang bersifat premanisasi untuk mencaplok lahan untuk dijual kepada pembeli.

Untuk memperkuat indikasi keterlibatan Abdul kosim dengan kasus ini, Tim Sidik juga ingin mewawancarai beliau sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Jarak tempuh menggunakan kendaraan roda dua sekitar 60 KM. Setelah setibanya dirumah kediamannya, preman sudah berkumpul dan menyambut sidik dengan tampang yang beringas. Ada 15 orang Preman berusaha mengintimidasi dan berancang ancang berbuat yang tidak wajar saat sidik mencoba untuk mewawancarai kepala dusun Abdul Kosim . Terpaksa niat kami urung karena preman bayarannya melihat kami dengan mata yang sinis dan mengepung kami dalam keadaan siap untuk menyerang.

Semoga komitmen Bupati Rokan Hilir sesuai dengan pidatonya untuk memenjarakan para penghulu dan kepala Dusun penjual lahan bisa dibuktikan dengan kasus yang melibatkan kepala Dusun Tanjung Leban yang diduga sudah menjual lahan ribuan Ha yang merugikan masyarakat dan telah meraup keuntungan milyaran rupiah.

PELANTIKAN KETUA DPRD ROKAN HILIR BERLANGSUNG SEDERHANA

Bagansiapiapi SIDIK

Pelantikan ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir berlangsung pada hari Rabu (25/11) di Gedung serba guna Bagansiapiapi. Sesuai dengan SK Gubri, pimpinan yang akan dilantik menjadi ketua DPRD adalah Nasrudin Hasan dari Partai Golkar. Diposisi wakil ketua DPRD Kab Rokan Hilir ada Muhammad Ridwan SIP dari Partai Demokrat dan Jamiluddin dari Partai PDI Perjuangan.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, sejumlah anggota DPRD Rohil priode 2009 – 2014 , Bupati Rohil H Annas Maamun, Kapolres Rohil, Dandim 0303/Bkls, Letkol (Inf) Sonny Apriyanto, Kajari Ujungtanjung Imade Darmawan, Ketua PN Rohil S Joko Sungkowo, para asisten, unsur kepala dinas, kantor, jawatan instansi Pemerintah Kabupaten Rohil, para keluarga Dewan dan tokoh masyarakat Kabupaten Rohil.

Acara pelantikan ini tampak sederhana dan tidak mengurangi rasa kebersamaan diantara pejabat yang hadir digedung tersebut. Sesaat setelah pelantikan Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasruddin Hasan, menyampaikan pidato perdananya yang intinya ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan amanah untuk menjalankan tugas sebagai ketua DPRD Rokan Hilir priode 2009 – 2014.

”Dengan dilantiknya kami sebagai pimpinan DPRD Rokan Hilir, maka ini titik awal untuk melakukan berbagai tugas sesuai dengan Undang undang. Untuk itu kami juga mengharapkan dan kerjasama yang baik dengan Bupati serta pihak jajaran eksekutif , demi pembangunan Rokan Hilir kedepan,” ucap Nasruddin Hasan penuh harapan.

Sementara itu, Bupati Rokan Hilir, H. Annas Makmun mengatakan, dengan telah dilantiknya Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kab. Rokan Hilir, selanjutnya lembaga legislatif bersama pemerintah daerah menjalankan roda pemerintahan di Kab. Rokan Hilir.

Kebersamaan ini sesuai dengan Undang-undang (UU) No. 32 Tahun 2004, yang menyatakan posisi DPRD dan pemerintah kabupaten sejajar dan tidak saling membawahi. Dalam menyusun program pembangunan, eksekutif dan legislatif berkesinambungan, sehingga harus bersifat check and balance.

"Dengan menyadari fungsi masing-masing antara pemerintah kabupaten dan DPRD sebagai pembuat kebijakan daerah, diharapkan dapat tercipta hubungan kerja yang dinamis. Setelah itu produk hukum yang dibangun tidak kontraproduktif dengan ketentuan yang ada," ujar Bupati Rokan Hilir.

PAWAI TAKBIR IDUL ADHA


” Terganggu Oknum Melintasi Depan Tamu Kehormatan”

Bagansiapiapi SIDIK
Allahu Akbar...Allahu Akbar....Allahu Akbar, La Ilahaillallahu Akbar, gema takbir berkumandang diseluruh penjuru kota Bagansiapiapi dan seantero umat Islam didunia. Pelaksanaan takbiran dalam menyambut Hari Raya Idul Adha kali kali ini sepenuhnya dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.

Acara pelepasan takbir ini membuat beberapa jalan terpaksa ditutup. Sebelum acara pelepasan di sambut dengan pidato Pembukaan oleh panitia Kegiatan Pawai Takbir, Jasrianto dan dilanjutkan dengan Pidato sambutan Bupati Rokan Hilir H. Annas Maamun yang didamping oleh KUA Kab Rokan Hilir H. Syaikolan dan Kalifah Nasir. Dalam sambutannya Bupati berpesan diharapkan acara Pawai ini berlangsung tertib dan seluruh peserta diharapkan selalu mengumdangkan takbir sepanjang jalan sampai ditempat tujuan.

Kemudian acara dilanjutkan secara simbolis dengan pemukulan bedug oleh Ketua DPRD Rokan Hilir, Nasruddin Hasan dan Wakil Bupati H Suyatno AMP beserta jajaran Upika. Masyarakat tumpah ruah di halaman kantor bupati untuk menyaksikan secara langsung pelepasan pawai takbir pada hari Kamis (26/11) yang diikuti peserta yang terdiri dari miniatur dan non miniatur dimana mewakili tiap tiap mesjid dan mushalla serta tidak ketinggalan pula sekitar 100 orang abang becak yang ditumpangi oleh pegawai Pemerintah Kabupaten Rokan Hiilir dan ikut juga beberapa instansi untuk memeriahkan semarak pawai takbir Idul Adha 1430 H 2009 M.

Pada acara ini disaksikan juga oleh Wakapolres, Asisten Bupati, Ketua KPU, Anggota DPRD, kepala Dinas dan seluruh Jajaran Polres Kab Rokan HIlir yang diiringi musyik nasyid band tempatan. . Menurut keterangan dari Kapolsek Bangko, AKP Jose Fernandez, aparat kepolisian yang turun mengamankan acara pawai tersebut, berjumlah sebanyak 120 orang personil polisi yang menjaga di persimpangan jalan yang dilewati oleh peserta pawai takbir. Pengamanan juga dibantu dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Pemuda Tak Dikenal
Pada acara pawai takbir sedikit terjadi gangguan karena ulah seorang pemuda yang berumur sekitar 20 tahun mengendarai motor bebek yang berkisar jarak dua meter melintasi didepan tamu kehormatan yang sedang asyik menikmati peserta takbir yang lewat. Tidak ayal lagi dengan serta merta ketua Panitia Takbir, Surya Arpan mengejar pemuda tersebut dan langsung meminta bantuan polisi untuk mengamankannya. Namun setelah didekati dari mulut pemuda tersebut tercium bau minuman keras dan dengan sigap aparat kepolisian membawa pemuda tersebut ke Polsek terdekat untuk dimintai keterangan.


Untuk pelaksanaan shalat Idul Adha dipagi hari dipusatkan dibeberapa tempat yaitu di Lapangan Perteba, Mesjid Agung, Mesjid Al Ikhsan, Mesjid Di Bagan Punak dan Mesjid Ar Ridho. Yang bertindak selaku khatib ada yang diundang dari luar kota Bagansiapiapi. Karena bertepatan hari jumat maka pelaksanaan kurban dilaksanakan pada hari sabtu pagi. ( Amrial )

It's me

It's me

Jemur Island

Jemur Island

Menikmati Keagungan Tuhan

Menikmati Keagungan Tuhan

Lomba Tradisional Sampan Lopap

Lomba Tradisional Sampan Lopap
pacu sampan lopap

Potret

Potret
Masyarakat Bagan
Negeri Seribu Kubah

Gallery

Hai Sobat! Selamat Datang Di Jalan Perwira Bagansiapiapi